Prabowo Dorong Revisi Aturan TKDN agar Lebih Adaptif

Avatar photo

Rabu, 9 April 2025 - 05:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan membuka Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menghadiri dan membuka Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, pada Selasa, 8 April 2025. (Foto: BPMI Setpres)

 

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinetnya untuk meninjau ulang kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan pendekatan yang lebih adaptif dan rasional.

Ia menyampaikan bahwa meskipun tujuan dari TKDN adalah baik, penerapan yang terlalu kaku justru berpotensi menurunkan daya saing industri Indonesia di kancah internasional.

Menurut Prabowo, kebijakan TKDN sebaiknya tidak menjadi penghambat dalam pengembangan industri. Ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pemberian insentif sebagai alternatif penguatan penggunaan komponen lokal.

Baca juga:  Hari Libur, Polisi Turun Jalan: Ada yang Berbeda di Operasi Keselamatan Maung 2026

Hal tersebut disampaikan dalam forum Sarasehan Ekonomi yang berlangsung pada Selasa, 8 April 2025, di Menara Mandiri, Jakarta.

Ia juga mengingatkan bahwa penguatan kemampuan industri dalam negeri tidak bisa semata-mata diselesaikan dengan regulasi TKDN. Permasalahan seperti kualitas sumber daya manusia, penguasaan ilmu pengetahuan, dan pengembangan teknologi memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Di tengah dinamika ini, kebijakan TKDN Indonesia turut menjadi perhatian Amerika Serikat. Negeri Paman Sam menyampaikan keberatan terhadap kebijakan konten lokal Indonesia, terutama di sektor teknologi.

Baca juga:  Emas Melemah Setelah Menyentuh Rekor Baru, Prediksi Harga Hingga Akhir 2025, Efek Ketegangan Tarif Trump

Pemerintah AS menilai kebijakan tersebut membatasi akses produk asing dan menjadi salah satu alasan pemberlakuan tarif impor balasan sebesar 32 persen terhadap Indonesia.

Merespons tekanan tersebut, pemerintah Indonesia sedang melakukan evaluasi atas regulasi TKDN, khususnya untuk produk teknologi informasi dan komunikasi (ICT) dari perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Oracle, dan Microsoft.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan bahwa penyesuaian kebijakan sedang dikaji untuk menyesuaikan dengan kondisi perdagangan global.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Setkab.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Denyut Perdagangan Kambing dari Pasar Sentral Sudu Menuju Palopo Jelang Idul Qurban
LSP Takarsa Jakarta Menuju Lisensi Resmi, BNSP Apresiasi
Berita ini 24 kali dibaca
Presiden Prabowo menekankan perlunya fleksibilitas dalam kebijakan TKDN agar industri nasional tetap kompetitif. Ia menilai pendekatan yang terlalu kaku justru menghambat kemajuan, dan menyarankan insentif sebagai alternatif. Di tengah tekanan dari Amerika Serikat terkait kebijakan konten lokal, pemerintah Indonesia kini mengkaji penyesuaian aturan TKDN, khususnya untuk sektor teknologi.

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut

Senin, 18 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut

Berita Terbaru

Lurah Kutabumi bersama Camat Pasar Kemis dan Tim Penilai Kabupaten Tangerang mengikuti sesi pemaparan serta evaluasi dalam rangka Lomba Kinerja Kelurahan Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026.

Olahraga

Kutabumi Bikin Optimistis, Bidik Juara Lomba Kelurahan 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 18:30 WIB

Foto : Mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya

Hukum & Kriminal

Diduga Terlibat Korupsi MBG Beredar 20 Nama Petinggi

Rabu, 10 Jun 2026 - 13:35 WIB

Foto : Wamenlu RI Anis Matta

Nusantara

Tanda Tanda Keruntuhan Israel Ungkap Wamenlu RI

Rabu, 10 Jun 2026 - 11:38 WIB