KLH Teken Perjanjian Internasional Perluas Jangkauan Pasar Karbon

Avatar photo

Jumat, 19 September 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyampaikan kerja sama internasional untuk memperluas pasar karbon sukarela di Indonesia. (Dok. Antara Foto)

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq saat menyampaikan kerja sama internasional untuk memperluas pasar karbon sukarela di Indonesia. (Dok. Antara Foto)

Metrosiar – Pemerintah terus memperkuat implementasi nilai ekonomi karbon dengan membuka akses lebih luas terhadap pasar karbon sukarela.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, langkah ini dilakukan melalui kerja sama pengakuan bersama dengan berbagai standar karbon global.

“Hari ini, dengan berbangga, kita juga telah melakukan pendalaman dengan cukup sangat serius terhadap dua skema pasar karbon yang juga ada dan cukup besar di global, yaitu Plan Vivo dan Global Carbon Council. Dua skema karbon yang memiliki pangsa relatif besar,” kata Hanif di Jakarta, Selasa (16/9/25).

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menandatangani mutual recognition agreement (MRA) dengan Plan Vivo Foundation dan Global Carbon Council (GCC).

Baca juga:  Presiden Prabowo Minta Penghapusan Kuota Impor untuk Komoditas Penting

Kolaborasi ini disebut mampu mendorong pengembangan nilai ekonomi karbon di sektor berbasis alam atau nature based solution, termasuk pengurangan emisi dari sektor kehutanan.

“Artinya ini di Indonesia bisa kita implementasikan pada perhutanan sosial-perhutanan sosial yang cukup banyak tersebar di tanah air ini yang mungkin tidak bisa dilakukan secara mandiri untuk penyusunan, penghantaran penerbitan sertifikat karbonnya,” ujar Hanif yang juga menjabat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

Perluasan kerja sama ini menjadi penting karena pasar karbon domestik yang sebelumnya diluncurkan, baik di tingkat nasional maupun internasional melalui skema compliance carbon market atau pasar karbon berbasis kepatuhan, belum memberikan hasil optimal.

Baca juga:  Honda Mobilio Berhenti Produksi Sejak Tahun Lalu, Kini Fokus pada Model Baru

Sebelumnya, KLH juga telah menjalin MRA dengan standar karbon internasional Gold Standard. Dengan demikian, Indonesia kini memiliki jangkauan lebih luas dalam pengakuan pasar karbon global.

Hanif menegaskan, perdagangan karbon yang berlangsung di pasar karbon sukarela tetap akan tercatat dalam Sistem Registri Nasional (SRN) milik KLH/BPLH.

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mencapai target penurunan emisi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon dunia.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Gubernur Andra Soni Dukung DOB Cilangkahan: Siap Mekar, Infrastruktur Dikebut
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Berita ini 27 kali dibaca
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan langkah pemerintah dalam memperluas pasar karbon sukarela melalui perjanjian pengakuan bersama dengan Plan Vivo Foundation dan Global Carbon Council. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung pengurangan emisi dan memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:34 WIB

Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:54 WIB

Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB