Metrosiar – Apa itu Caviar? Bagi sebagian orang, kata “caviar” mungkin terdengar asing.
Caviar dikenal sebagai salah satu makanan yang sangat mahal. Tidak hanya harganya tinggi, makanan ini juga kaya akan kandungan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Lalu, apa yang membuat caviar begitu mahal? Dari mana asal-usulnya dan bagaimana cara pembuatannya? Berikut penjelasan lebih lanjut.
Asal Usul Caviar
Caviar adalah makanan yang terbuat dari telur ikan tertentu, umumnya dari ikan sturgeon yang telah melalui proses pengolahan dan penggaraman.
Makanan ini sering dipasarkan sebagai hidangan mewah dan kerap digunakan sebagai pelengkap dalam berbagai sajian.
Caviar memiliki berbagai jenis dengan harga yang bervariasi. Harga caviar sangat dipengaruhi oleh kualitas dan jenisnya.
Harganya dapat berkisar antara Rp1.549.000 hingga Rp3.484.000 untuk ukuran 30 gram. Soal rasa caviar memiliki rasa yang sangat lezat sebanding dengan harganya yang sangat mahal.
Caviar berkualitas tinggi dipanen ketika ikan sturgeon betina sudah siap bertelur. Ikan sturgeon yang ada di alam bebas biasanya akan berpindah dari air asin ke anak sungai untuk bertelur, dan saat itulah mereka ditangkap.
Di sisi lain, ikan sturgeon betina yang ada di peternakan dipantau menggunakan peralatan khusus untuk mengetahui kapan telurnya siap dipanen. Jumlah telur yang didapatkan dari setiap kali panen bervariasi, tergantung pada ukuran ikan sturgeon tersebut.
Caviar hitam paling banyak dihasilkan dari telur ikan sturgeon yang hidup di Laut Kaspia, di negara-negara seperti Azerbaijan, Iran, Rusia, dan Kazakhstan. Jenis caviar yang paling mahal adalah Beluga, Ossetra, dan Sevruga.
Macam-Macam Caviar
Setelah membahas asal-usul caviar, selanjutnya kita akan membahas berbagai jenis caviar yang ada. Berikut penjelasan tentang berbagai macam caviar.
1. Caviar Beluga
Caviar beluga adalah varian paling mahal, mengapa begitu? Hal ini karena caviar memiliki ikan betina membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun sampai dia mulai memproduksi telur.
Manik-manik caviar ini memiliki ukuran yang besar, montok, dan kokoh. Warnanya pun dapat berkisar dari abu-abu terang hingga abu-abu gelap. Caviar beluga memiliki cita rasa yang khas, yaitu lembut bahkan hampir mirip seperti mentega.
Sebelumnya ikan betina harus dibunuh untuk mengambil telur. Namun, sekarang dengan kemajuan teknologi, metode penangkapan ikan ramah lingkungan yang digunakan tidak melibatkan pembunuhan ikan betina.
2. Caviar Ossetra
Caviar ossetra adalah salah satu jenis kaviar yang paling berharga dan mahal (harganya hanya dilampaui oleh caviar Beluga). Caviar ini diperoleh dari ikan sturgeon Osetra yang beratnya 50-400 pon dan dapat hidup hingga 50 tahun.
Caviar Ossetra bervariasi, mulai dari warna coklat tua sampai emas. Varietas yang lebih ringan lebih banyak dicari, karena memiliki rasa yang paling kaya dan berasal dari sturgeon tertua.
Golden Ossetra adalah bentuk kaviar Ossetra yang langka, dan berwarna kuning keemasan dengan rasa yang sangat kaya.
Di Rusia, ada perbedaan nama untuk spesies sturgeon yang hidup di berbagai wilayah seperti Beluga (Huso huso), Sevruga (Acipenser stellatus) dan Sterlet (Acipenser ruthenus).
Nama Ossetra yang sesuai dengan spesies Acipenser gueldenstaedtii yang jauh lebih kecil dari sturgeon Beluga (Huso huso), dan memiliki tekstur yang lebih kencang.
Di wilayah Federasi Rusia terdapat jenis sturgeon lain, seperti, sturgeon Siberia (Acipenser Baerii) yang dibudidayakan di seluruh dunia karena dapat beradaptasi dengan habitat yang lebih luas. Itu mulai menghasilkan kaviar lebih cepat dari Acipenser gueldenstaedtii.
3. Caviar Sevruga
Telur asin dari spesies ikan sturgeon sevruga menjadi salah satu varian kaviar yang paling umum dan populer di dunia.
Ikan ini berasal dari Laut Hitam dan Kaspia. Caviar sevruga adalah salah satu varietas kaviar dengan harga tertinggi, hanya kalah harga dengan varietas beluga dan ossetra.
Caviar sevruga juga dapat ditemukan, terbuat dari campuran caviar Osetra dan Sevruga yang telah dipanaskan dalam larutan garam.
Caviar ini dipanen dari berbagai spesies ikan sturgeon yang terancam punah, yang dikenal dengan telur kecil berwarna abu-abu.
Di Eropa Timur, dipanen dari sturgeon Sevruga (Acipenser stellatus), sturgeon Sterlet (Acipenser ruthenus) dan sturgeon Siberia ( Acipenser baerii ), yang berasal dari Laut Kaspia dan sungai-sungai di sekitarnya.
Ikan ini berkembang biak lebih cepat daripada varian sturgeon lainnya, sehingga menyebabkan produksi caviar berlimpah dengan harga yang relatif lebih terjangkau bila dibandingkan dengan caviar beluga dan ossetra. Selain itu, caviar jenis ini juga mudah ditemukan.
Diperkirakan sekitar setengah dari produksi caviar ini berasal dari Sevruga. Telur kaviar Sevruga berwarna abu-abu mutiara, dan ukurannya lebih kecil dari sturgeon lainnya.
Bicara soal rasanya lebih terasa asin bila dibandingkan dengan varietas lain. Meski begitu, terdapat beberapa variasi tergantung dari asal ikannya. Caviar sevruga biasanya dikemas dengan dalam kaleng berwarna merah.
Caviar mempunyai ukuran yang kecil dengan rasa asin dan mentega. Warna umumnya berkisar dari abu-abu muda hingga hitam.
Caviar jenis ini paling nikmat saat disajikan begitu saja tanpa diberi tambahan apapun, atau bisa juga dinikmati secara eksklusif dengan mutiara atau sendok kayu.
4. Caviar Starlet
Starlet caviar merupakan varian caviar yang dipanen dari sturgeon starlet yang asalnya dari sungai yang mengalir ke Laut Kaspia, Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Barents, dan Laut Azov. Jenis ini adalah salah satu sturgeon terkecil.
Jenis ini memiliki tingkat kematangan lebih cepat daripada varian sturgeon lainnya.
Dalam daftar IUCN, starlet sturgeon masuk ke dalam daftar ikan yang rentan. Saat ini, sebagian besar ikan jenis ini dibudidayakan di peternakan.
Telurnya mempunyai ukuran telur kecil dan halus. Warnanya pun berkisar dari abu-abu terang hingga abu-abu gelap.
Kaviar mempunyai rasa yang ringan, agak manis, dan mentega. Makanan ini semakin sempurna ketika dikombinasikan dengan roti panggang mentega, blini, kentang, atau telur.
Nutrisi Pada Caviar
Caviar sangat rapuh dan harus tetap dingin sebelum dikonsumsi. Caviar terpasteurisasi memiliki tekstur yang agak berbeda, sehingga caviar jenis ini tidak rapuh dan boleh tidak didinginkan sebelum dibuka.
Caviar padat terdiri dari telur-telur rusak atau rapuh dan bisa berupa gabungan dari beberapa telur ikan yang berbeda, sehingga caviar jenis ini diperlakukan khusus, diasinkan, dan dipadatkan.
Meski sesendok caviar memenuhi dapat kebutuhan vitamin B12 orang dewasa dalam sehari, tetapi kandungan garam dan kolesterolnya juga tingga. Oleh sebab itu, bagi mereka yang memiliki risiko penyakit kolesterol, sebaiknya jangan mengonsumsi caviar secara berlebihan.
Dalam satu sendok makan caviar atau sekitar 16 gram didalamnya terkandung beberapa nutrisi, seperti:
- Kalori: 42
- Lemak: 2,86 gram
- Karbohidrat: 0,64 gram
- Serat: 0 gram
- Protein: 3,94 gram
- Natrium: 240 mili gram
- Kolesterol:94 mili gram.
Manfaat Caviar Bagi Kesehatan
Makanan mahal ini apabila kita konsumsi tentu memiliki banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Adapun manfaat mengonsumsi caviar bagi kesehatan, antara lain:
1. Menjaga Fungsi Jantung dan Pembuluh Darah
Kandungan asam lemak omega-3 yang ada di dalam caviar memiliki manfaat untuk mengoptimalkan fungsi jantung dan pembuluh darah.
Berikut manfaat asam lemak omega-3 fungsi jantung dan pembuluh darah:
- Menurunkan kadar trigliserida atau lemak darah.
- Menurunkan risiko detak jantung tidak teratur (aritmia).
- Memperlambat penumpukan plak yang dapat menyumbat arteri.
- Menurunkan tekanan darah.
2. Menjaga Kesehatan Kulit
Selain di dalam makanan, caviar kerap ditemukan di dalam produk kecantikan. Contohnya produk perawat kulit untuk anti-aging atau anti penuaan. Hal ini karena kandungan asam lemak omega-3, vitamin A, dan vitamin E yang cukup tinggi di dalam caviar.
Itulah mengapa jika mengonsumsi caviar secara rutin membantu menjaga kesehatan kulit. Ini termasuk mengatasi dermatitis kulit bersisik, dan kulit terasa kasar.
3. Baik untuk Kesehatan Tulang
Manfaat caviar lainnya terletak pada kandungan kalsium dan vitamin D yang tinggi. Asupan kalsium dan vitamin D yang cukup penting untuk menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.
Seiring bertambahnya usia, penyakit-penyakit terkait tulang berisiko terjadi, seperti radang sendi dan osteoporosis. Itulah sebabnya, penting untuk memenuhi asupan kalsium dan vitamin D sejak usia muda. Ada berbagai makanan dan minuman sumber kalsium serta vitamin D, salah satunya terletak di dalam caviar.
4. Menjaga Kesehatan Mata
Vitamin A berperan penting untuk mengoptimalkan dan menjaga fungsi penglihatan. Salah satu manfaat vitamin A bagi mata adalah menjaga area kornea yakni lapisan bening dan tipis di bagian depan bola mata, agar tetap baik.
Selain itu, vitamin A merupakan komponen di dalam rhodopsin. Rhodopsin adalah pigmen pada mata yang bertanggung jawab dalam menerima cahaya, termasuk saat penerangan sedang rendah (agak gelap).
5. Mendukung Fungsi dan Kesehatan Otak
Asam lemak omega 3, protein, serta antioksidan berperan penting dalam memelihara kesehatan dan fungsi otak.
Nutrisi-nutrisi tersebut diketahui berperan dalam meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta mencegah pikun atau demensia, terutama pada lansia.
6. Meredakan Peradangan
Sebuah riset menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 dapat meredakan gejala rheumatoid arthritis, terutama pembengkakan pada sendi. Manfaat ini berkat sifat asam lemak omega-3 yang dapat mengurangi peradangan di dalam tubuh.
Itulah beberapa manfaat caviar, Grameds. Setelah mengetahui manfaat caviar, apakah kamu tertarik untuk mengonsumsi caviar?
Cara Mengonsumsi Caviar
Cara terbaik untuk menikmati caviar yaitu langsung memakannya dengan memakai sendok. Alangkah baiknya, hindari makan caviar menggunakan sendok berbahan metal karena dapat mempengaruhi rasa.
Ada juga orang yang meletakkan caviar di punggung tangan, kemudian langsung menikmatinya. Cara ini sebenarnya untuk mengetes kualitas caviar sebelum orang membelinya.
Selain itu, caviar juga cocok disajikan dengan cracker, toast point, atau blini. Tidak hanya itu, caviar dapat dijadikan sebagai pelengkap dalam sentuhan akhir makanan pembuka dan topping pasta.
Olahan Caviar
Tertarik mencoba caviar? Berikut olahan menu yang bisa Grameds coba dengan bahan dasar caviar:
1. Telur Isi Caviar Merah dan Keju
Bahan-bahan:
- 5 telur ayam
- 50 – 70 gram keju keras
- 70 – 80 gram kaviar merah
- Mayones
- Garam
- Dedaunan hijau
Cara membuatnya:
- Kupas kulit telur yang sebelumnya telah direbus, belah dua dan keluarkan kuningnya.
- Parut keju, campur dengan mayonaise dan kuning telur.
- Pastikan Anda tak memberi terlalu banyak mayones agar adonan tetap berbentuk.
- Campur dan tambahkan sedikit garam.
- Isi telur dengan adonan ini. Jangan isi terlalu banyak.
- Beri kaviar di atasnya.
2. Biskuit Topping Caviar
Untuk olahan menu satu ini cukup mudah. Anda hanya perlu biskuit sebagai bahan dasar. Taruh krim keju di atas biskuit, dan beri kaviar di atasnya. Anda bisa menghiasnya dengan dedaunan, atau ganti biskuit dengan keripik.
Anda harus segera menyantap camilan ini secepatnya agar biskuit atau keripiknya tidak basah. Anda juga bisa menyajikan caviar di atas mentimun. Mudah bukan?
3. Panekuk Topping Caviar
Pertama-tama, kamu harus membuat panekuk atau omelet telur terlebih dulu. Lalu, olesi panekuk dengan krim keju, dan gulung. Potong kecil-kecil dan letakkan secara vertikal di piring saji. Beri kaviar di atasnya.
Selain itu, kamu juga bisa membuat draniki, panekuk kentang kecil, dan taruh krim keju dan kaviar di atasnya. Selamat mencoba!
4. Rol Salmon dan Caviar
Menu yang satu ini juga terbilang mudah. Kamu hanya iris salmon asin atau asap tipis-tipis secara memanjang, atau beli irisan yang sudah jadi sebagai langkah awal. Kemudian, letakkan sesendok teh mentega, gulung dan letakkan secara vertikal di atas piring. Anda bisa mengikat salmon dengan daun bawang, lalu letakkan kaviar di atasnya.
5. Salad Starsky
Bahan-bahan:
- Cumi 300 gram
- Keju 200 gram
- Kentang rebus 6 buah
- Telur 6 butir
- Kaviar merah 160 gram
- Mayones dan garam
Cara membuatnya:
- Membersihkan dan merebus cumi hingga memutih selama maksimal lima menit.
- Iris cumi, telur, dan kentang.
- Parut keju dengan ukuran sedang.
- Semua bahan baku harus disusun di atas piring dengan urutan sebagai berikut: cumi, kentang, telur, dan keju.
- Tutup susunan tersebut dengan mayones dan garam. Hias atasnya dengan caviar merah.
6. Telur Topping Caviar

Bahan-bahan:
- 6 butir telur
- 50 gram kentang rebus yang sudah dihaluskan
- 1 sdt mustard
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt garam
- 1/4 sdt gula pasir
- 1 1/2 sdm tobiko
Cara membuat:
- Rebus telur hingga matang.
- Kupas kulit telur menjadi dua bagian dengan bentuk membujur saat masih panas.
- Keluarkan kuning telur dan sisihkan putih telurnya.
- Haluskan kuning telur dan campur dengan kentang, mustard, merica, garam, gula dan kemudian aduk rata.
- Masukan dalam kantong segitiga. Sediakan spuit bintang lalu spuit kuning telur ke potongan mangkok putih telur.
- Taburkan caviar.
7. Sandwich Caviar
Bahan-bahan:
- Roti
- Sayur-sayuran
- Mayonaise
- Saus
- Daging
Cara membuat:
- Panggang roti sampai garing
- Potong-potong sayuran dan cuci bersih.
- Taruh sayuran di atas roti
- Beri isian daging, saus, mayonaise
- Tutup sandwich dengan roti lagi di atasnya.
- Dan jangan lupa beri topping caviar
- Sandwich caviar siap dinikmati
Caviar adalah salah satu jenis makanan olahan yang harganya tergolong tinggi. Karena itu, tidak semua orang dapat menikmatinya. Tetapi, meskipun lezat, konsumsi caviar sebaiknya tidak berlebihan, karena dapat menimbulkan efek samping yang berisiko bagi kesehatan.
Demikianlah pembahasan mengenai caviar, mulai dari asal usul hingga cara pengolahannya. Lantas, apakah Anda tertarik untuk mencoba makanan mewah ini?(*)
Editor : Wodo Ndaya Coya
Sumber Berita: Gramedia.com, Metrosiar.com









