Kabar Gembira: Dokter di Daerah Terpencil Dapat Tunjangan Rp30 Juta, Ini Perpres Baru Prabowo

Avatar photo

Selasa, 5 Agustus 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden)

Metrosiar – Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2025 tentang Tunjangan Khusus bagi Dokter Spesialis, Dokter Subspesialis, Dokter Gigi Spesialis, dan Dokter Gigi Subspesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Melalui regulasi ini, pemerintah memberikan tunjangan sebesar Rp30.012.000 per bulan kepada masing-masing dokter yang bertugas di wilayah-wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Pada tahap awal, program ini menyasar 1.100 dokter dari berbagai spesialisasi yang bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah yang berada di DTPK.

“Kebijakan ini adalah bentuk apresiasi dan kehadiran negara terhadap dokter yang memberikan pengabdian tulus di daerah dengan akses terbatas,” ujar Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, Senin (4/8/25), dikutip dari Antara.

Hasan mengatakan wilayah penerima tunjangan diprioritaskan berdasarkan sejumlah indikator, seperti keterbatasan akses, kekurangan tenaga medis, serta kebutuhan akan intervensi afirmatif dari pemerintah pusat.

Baca juga:  Kabinet Merah Putih Bahas Energi Terbarukan dan Perumahan di Istana Bersama Prabowo
Pemerintah terbitkan Perpres 81/2025, beri tunjangan Rp30 juta per bulan bagi dokter yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.
Presiden Prabowo terbitkan Perpres 81 Tahun 2025 yang mengatur tunjangan khusus Rp30 juta per bulan bagi dokter spesialis dan subspesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. (Foto ilustrasi/Freepik)

Selain tunjangan khusus, para dokter juga akan mendapat peluang pelatihan berjenjang dan pembinaan karier guna menunjang kompetensi dan profesionalisme.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya memberi perhatian lebih kepada tenaga medis yang mengabdi di pelosok negeri.

Baca juga:  Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor

“Mereka harus tetap mendapat akses pelatihan dan pendidikan agar profesionalisme tetap terjaga,” kata Budi pada (28/7/25) lalu.

Ia menyebut kebijakan ini mencerminkan keberpihakan negara dalam mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di seluruh pelosok Tanah Air.

“Tunjangan khusus ini adalah bentuk apresiasi negara kepada tenaga medis yang berada di garis depan. Kita ingin mereka merasa dihargai dan tetap termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik, di mana pun mereka bertugas,” kata Budi.

Dalam aturan tersebut diterangkan tunjangan khusus ini tidak termasuk gaji pokok dan tunjangan lainnya, yang tetap mengikuti ketentuan kepegawaian yang berlaku.

Pemerintah pusat juga mengimbau pemerintah daerah untuk berperan aktif dalam menyukseskan kebijakan ini, termasuk dalam pengalokasian anggaran, penyediaan fasilitas tempat tinggal, transportasi, hingga pengamanan bagi tenaga medis di daerah terpencil.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan
Tak Sekadar Kunjungan, Ini Alasan Ketua Posyandu Datangi Matahari 14
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Home Prospek Nine Stars di Serang: Edukasi Diabetes dan Peluang Usaha yang Menarik Perhatian
Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren
Ungkapan Hati Petronela Dula ketika Menakhoda IBI Cabang Ngada Dua Periode “Kami adalah Saksi Pertama Tangisan Kehidupan”
Romi Juji: DPRD Ngada Komitmen Dorong Kebijakan Penguatan Peran Bidan
Dukungan Pelarangan Vape Menguat, Kiai Said Aqil: Prioritaskan Langkah Kepala BNN
Berita ini 19 kali dibaca
Presiden Prabowo terbitkan Perpres 81 Tahun 2025 yang mengatur tunjangan khusus Rp30 juta per bulan bagi dokter spesialis dan subspesialis yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:55 WIB

Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

Tak Sekadar Kunjungan, Ini Alasan Ketua Posyandu Datangi Matahari 14

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Minggu, 19 April 2026 - 23:39 WIB

Home Prospek Nine Stars di Serang: Edukasi Diabetes dan Peluang Usaha yang Menarik Perhatian

Jumat, 17 April 2026 - 17:25 WIB

Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren

Berita Terbaru

Wisatawan menikmati kopi hangat dan kuliner lokal dengan latar panorama pegunungan hijau di Enrekang, Sulawesi Selatan.

Wisata

Kode Alam di Balik Bukit Hijau Enrekang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:32 WIB

Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki (tengah), berfoto bersama perwakilan HMI usai audiensi di ruang kerja Kapolda Banten, Jumat (8/5/2026).

TNI POLRI

Kapolda Banten Buka Suara: “Kami Tidak Anti Kritik”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:17 WIB