Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor

Senin, 12 Januari 2026 - 16:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MetrosiarPresiden RI Prabowo Subianto mengaku lebih hormat kepada pemulung hingga tukang becak yang bekerja keras dibandingkan orang-orang pintar yang mencuri uang rakyat. Hal ini ditegaskannya saat meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang bekerja dengan keringat daripada mereka yang pintar-pintar tapi mencuri uang rakyat. Saya lebih hormat,” ucap Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo lantas meminta anak-anak Sekolah Rakyat agar tidak malu dengan kondisi pekerjaan orang tua mereka. Sebab, meski orang tua mereka hanya petani atau pemulung, pekerjaan yang dilakoni itu adalah pekerjaan yang mulia.

Baca juga:  Harvard Gratiskan Biaya Kuliah S1 untuk Mahasiswa dari Keluarga Berpenghasilan Rendah

“Jangan kau kecil hati. Jangan kau malu orang tuamu hanya buruh, atau hanya petani miskin, atau hanya pemulung. Jangan kau malu. Mereka mulia. Mereka bekerja keras secara halal dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati,” tutur dia.

“Hormati orang tuamu. Kalau perlu kau pulang, kau sungkem, kau cium kaki orang tuamu,” kata Prabowo.

Bagi Prabowo, pekerjaan orang tua murid di Sekolah Rakyat jauh lebih mulia dibandingkan para koruptor.

Baca juga:  Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

“Jangan pernah kau malu. Mereka lebih mulia dari orang-orang pintar tapi koruptor-koruptor yang berkhianat kepada negara dan bangsa,” kata dia.

Prabowo pun kembali menegaskan bahwa ia tidak ingin ada anak yang malu dengan kondisi orang tuanya. Ia mengajak setiap anak untuk menghormati orang tua mereka.

“Selalu hormati orang tuamu. Kalau dia belum mampu, bukan salah dia, bukan salah orang tuamu. Memang negara kita belum mampu memberi yang terbaik untuk semua rakyat,” ucap Prabowo.

“Tapi kita akan berjuang keras supaya kekayaan negara dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” imbuh dia.

Berita Terkait

Pesan Tegas Polisi di SMPN 12 Cilegon: Stop Tawuran, Jauhi Narkoba!
Belajarlah Bersyukur Atas Siswa Yang Berprilaku Buruk Ini Pesan Dari Kepala Sekolah
Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi
Halte Bus Sekolah Gratis Milik Pemkab Tangerang Telah di Resmikan oleh Bupati dan Wagub
Harlah Pagar Nusa ke-40: UKM UNIPDU Ziarah Makam Muassis NU Jombang
Dari Panggung Santri hingga Pesan Mendalam Orang Tua, Expo Madrasah Quraniyyah 2025 Penuh Makna
Yayasan MIB dan BPJPH Serahkan Sertifikat Halal kepada 23 UMKM Tempe dan Tahu di Cimone Jaya
Turnamen Futsal Peternakan Cup I Resmi Ditutup, STIPER FB Siap Gelar Pertandingan Antar SMA/SMK

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 01:18 WIB

Pesan Tegas Polisi di SMPN 12 Cilegon: Stop Tawuran, Jauhi Narkoba!

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:45 WIB

Belajarlah Bersyukur Atas Siswa Yang Berprilaku Buruk Ini Pesan Dari Kepala Sekolah

Senin, 12 Januari 2026 - 16:42 WIB

Prabowo : Saya Lebih Hormat Ke Pemulung Tukang Becak Yang Bekerja Keras Dibandingkan Dengan Koruptor

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:02 WIB

Nadiem Jalankan Pengadaan Chromebook Semata Untuk Kepentingan Bisnis Pribadi

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:57 WIB

Halte Bus Sekolah Gratis Milik Pemkab Tangerang Telah di Resmikan oleh Bupati dan Wagub

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB

“Jusuf Hamka (kanan) berbincang dengan Hary Tanoesoedibjo (kiri) dalam suasana persidangan, terkait putusan gugatan perdata yang berujung kewajiban ganti rugi sebesar Rp 531 miliar.”

Hukum

Gugatan Jusuf Hamka Dikabulkan, MNC Kena Rp531 Miliar!

Kamis, 23 Apr 2026 - 14:50 WIB