Metrosiar – Menyusui langsung setelah melahirkan adalah momen yang sangat dinanti oleh banyak ibu.
Namun, tidak sedikit yang mengalami kendala karena ASI belum juga keluar.
Situasi ini dapat menimbulkan kecemasan, terlebih jika bayi terus menangis karena lapar.
Penyebab ASI Belum Keluar Setelah Persalinan
Berdasarkan informasi dari IDAI dan WHO, ASI tidak selalu langsung keluar dalam jumlah banyak setelah melahirkan.
Kolostrum, yaitu ASI pertama yang kaya akan antibodi, biasanya keluar dalam jumlah sedikit selama 1–3 hari pertama.
ASI transisi umumnya mulai mengalir lebih banyak pada hari ke-3 hingga ke-5.
Beberapa penyebab umum ASI belum keluar antara lain:
1. Stres dan kelelahan
Kondisi fisik dan emosional yang belum stabil bisa menghambat hormon oksitosin dan prolaktin, yang penting untuk produksi ASI.
2. Persalinan dengan intervensi medis
Operasi caesar, induksi, atau penggunaan obat-obatan tertentu dapat memengaruhi refleks menyusui.
3. Masalah pelekatan bayi (latch on)
Bila bayi belum bisa menyusu dengan baik, stimulasi pada payudara menjadi kurang optimal.
4. Kondisi medis tertentu
Gangguan kesehatan seperti diabetes, masalah tiroid, atau PCOS dapat memengaruhi kelancaran ASI.
Langkah-Langkah yang Dapat Dilakukan
Tidak perlu panik. Berikut beberapa solusi yang dapat dicoba:
- Lakukan skin-to-skin contact sesering mungkin
- Kontak kulit langsung antara ibu dan bayi dapat merangsang hormon menyusui.
- Susui secara rutin, meski ASI belum keluar banyak
Hisapan bayi adalah stimulasi alami terbaik bagi tubuh untuk mulai memproduksi ASI lebih banyak.
Gunakan pompa ASI secara berkala
- Memompa setiap 2–3 jam dapat membantu merangsang produksi.
Jaga asupan makanan dan cairan
- Konsumsi makanan bergizi dan cukup air putih setiap hari.
- Konsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga medis
- Bantuan profesional dapat membantu mengevaluasi teknik menyusui dan memberikan saran yang sesuai.
- Kondisi ASI belum keluar setelah melahirkan adalah hal yang umum terjadi.
- Dukungan dari lingkungan sekitar dan bantuan tenaga medis sangat penting dalam proses menyusui.
- Bila diperlukan, bisa dipertimbangkan pemberian ASI donor atau susu formula sesuai anjuran dokter.(*)
Editor : Ndaya Coya Wodo
Sumber Berita: Dari Berbagai Sumber









