Ahok Secara Gentleman Siap Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Minyak Mentah

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan Pertamina. (Foto: Istimewa)

Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mengimbau masyarakat untuk tidak meninggalkan Pertamina. (Foto: Istimewa)

 

Metrosiar – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa proses penyidikan dalam kasus korupsi minyak mentah di tubuh PT Pertamina masih berlangsung dan akan segera disidangkan.

Hal ini untuk menanggapi pernyataan mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan siap untuk dipanggil Kejaksaan Agung guna memberikan klarifikasi dan saksi terkait kasus tersebut.

“Nanti pihak-pihak yang kita anggap perlu untuk pembuktian, pasti kita periksa. Dan perkara ini kita tangani dengan tujuan untuk membersihkan Pertamina,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, (5/3/2025).

Febrie juga berharap agar penyelesaian kasus ini dapat memperbaiki tata kelola Pertamina di masa depan.

“Kami berharap Pertamina ke depan bisa lebih baik dalam tata kelola bisnisnya dan menjadi lebih kuat. Pertamina harus bisa bersaing dengan negara-negara lain, terutama dengan negara tetangga,” katanya.

Selain itu, Febrie mengingatkan masyarakat untuk mendukung dan menjaga kualitas produk Pertamina, terutama dalam menghadapi arus mudik lebaran kedepan.

“Menjelang hari raya dan arus mudik, tentunya kebutuhan energi akan meningkat. Kami pastikan Pertamina telah menguji produknya untuk memastikan kualitasnya,” tegasnya.

Baca juga:  Update Kasus Korupsi Kuota Haji era Yaqut Cholil: Oknum yang Peras Khalid Basalamah Minta Rp115 Juta per Orang

Sebelumnya, Ahok buka suara mengenai dugaan korupsi yang terjadi dalam pengelolaan minyak di Pertamina, menyebutkan bahwa lemahnya pengawasan memungkinkan praktik curang terjadi dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang.

Dalam wawancara eksklusif dengan Liputan6 SCTV pada Jumat (28/2), Ahok menyatakan kesiapan untuk membantu proses penyelidikan Kejaksaan Agung.

“Saya siap, saya senang membantu,” ujar Ahok.

Ahok juga menyoroti rendahnya pengawasan internal tubuh Pertamina yang menyebabkan terjadinya ‘permainan kotor’ di dalam pengelolaan minyak.

“Kalau soal itu kita nggak bisa tahu teknis. Itu adalah soal teknis, kalau pemasoknya mencampur ini permainan bajingan lah kenapa lo terima,” ungkapnya.

Kejagung mengimbau agar semua pihak yang terlibat dapat memberikan informasi dan klarifikasi yang diperlukan untuk menyelesaikan kasus ini dan memastikan agar tata kelola Pertamina lebih transparan dan bersih ke depannya.

Lebih lanjut, Ahok menjelaskan, ahli-ahli minyak seharusnya bisa langsung melakukan pengujian, bukan baru mengetes setelah minyak tiba di Tanjung Priok.

“Kita punya insinyur-insinyur bisa ngetes dong. masak minyak masuk kapal mesin ngetes di Tanjung Priok ngetesnya. kalau gitu semua pecat aja,” tambah dia.

Dia lalu mengungkit kembali soal pengadaan bus Transjakarta yang dulu sempat bikin heboh, di mana dia memilih menolak bus yang tak sesuai spesifikasi ketimbang tetap menerima yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Baca juga:  Proyek Rp39 Miliar Disunat! Direktur Utama Jadi Tersangka

“Jadi waktu anda masukan bus itu ke Jakarta, gua lihat speknya gak sesuai ya gue tolak. Lalu gimana dong bus gue udah banyak udah dateng. ‘emang gue pikirin kenapa lu mau curang-in gue’,” kata Ahok.

Tak Gentar

Karena itu, Ahok menegaskan tak gentar jika diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Tak main-main, Ahok mengaku punya rekaman rapat saat masih menjabat di Pertamina. Dia bahkan menantang agar persidangan nanti dibuka untuk publik.

Dia ingin seluruh rakyat Indonesia mendengar sendiri apa yang sedang terjadi di negara kita ini sebutnya.

“Gue sudah ngomong kok makanya saya seneng kalau jaksa mau panggil saya punya rekaman rapat suara semua. Saya cuman minta pak jaksa sidang terbuka di republik ini,” ujar dia.

“Saya senang kalau di sidang semua rekaman rapat diputar biar seluruh rakyat Indonesia mendengar apa yang terjadi di Pertamina apa yang saya marah-marahin di sana.”

“Kalau perlu semua diperiksa yang terlibat dengan minyak mentah,” tegasnya.(*)

Sumber Berita: Liputan6

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB