Pertamina Evaluasi Proses Bisnis dan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pasca Skandal Korupsi

Avatar photo

Kamis, 6 Maret 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memberikan pernyataan terkait evaluasi proses bisnis dan pembentukan Tim Crisis Center untuk memperbaiki tata kelola perusahaan pasca skandal korupsi. (Dok. Pertamina)

Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memberikan pernyataan terkait evaluasi proses bisnis dan pembentukan Tim Crisis Center untuk memperbaiki tata kelola perusahaan pasca skandal korupsi. (Dok. Pertamina)

 

Metrosiar – Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengungkapkan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses bisnis, terutama pada aspek operasional perusahaan.

Pernyataan ini disampaikan Simon setelah terungkapnya skandal dugaan korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018–2023.

Kasus yang juga melibatkan mantan Direktur Utama Pertamina, Riva Siahaan, tersebut diduga menyebabkan kerugian negara hingga mencapai Rp193,7 triliun.

Baca juga:  Tol Japek II Selatan Siap Dibuka Saat Lebaran? Kakorlantas Ungkap Peran Kunci Urai Macet KM 66

Dalam perkembangan terbaru, Simon menyampaikan evaluasi ini dilakukan dengan membentuk Tim Crisis Center, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola.

“Kami telah membentuk Tim Crisis Center untuk menilai dan memperbaiki seluruh proses bisnis, khususnya dalam aspek operasional,” kata Simon dalam konferensi pers di Graha Pertamina Jakarta, pada Senin, 3 Maret 2025.

Ia juga menegaskan, “Kami terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan agar tata kelola Pertamina semakin baik.”

Baca juga:  Gerakan Besar Dimulai dari Banten: Siapa Saja yang Turun Tangan Bersihkan Negeri?

Lebih jauh, Simon berharap Pertamina tetap dipercaya oleh masyarakat Indonesia, dengan menyatakan, “Pertamina bukan hanya sekadar aset bangsa, tetapi juga merupakan tulang punggung yang menopang kehidupan masyarakat Indonesia.”

Simon juga menegaskan Pertamina akan terus memberikan layanan energi terbaik bagi negara, sambil meminta maaf atas setiap tindakan yang mungkin telah merusak kepercayaan publik.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan yang menyakiti hati masyarakat Indonesia,” pungkasnya.(*)

Sumber Berita: Konferensi Pers Pertamina

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB