Bajawa.Metrosiar- Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menegaskan berakhirnya status tanggap darurat bukan berarti penanganan terhadap warga terdampak gempa ikut berhenti.
Sebaliknya, pemerintah masih akan menangani berbagai kebutuhan yang bersifat mendesak, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum memungkinkan untuk kembali ke kediaman masing-masing.
“Keputusan ini diambil setelah melakukan kajian mendalam serta mempertimbangkan berbagai fakta di lapangan. Pada fase transisi ini, kami tetap mengerjakan hal-hal yang bersifat darurat,” ujar Bernadinus di Bajawa, Selasa, (15/9/26).
Huntara Jadi Prioritas
Salah satu pekerjaan utama yang kini dikebut Pemkab Ngada adalah pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Pembangunan huntara ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah bulan. Hunian tersebut diharapkan menjadi tempat tinggal sementara bagi warga yang belum dapat kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang belum aman untuk ditempati.
“Dalam masa transisi ini, akan dibangun hunian sementara dalam waktu satu setengah bulan,” kata Bernadinus.
Selain pembangunan huntara, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar warga yang masih berada dalam kondisi rentan, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan.
“Bagi warga yang terdampak berat, pemenuhan kebutuhan pangan mereka tetap diatur sesuai keperluan,” ujarnya.
Warga Mulai Didorong Kembali Beraktivitas
Memasuki fase pemulihan, Pemkab Ngada juga mulai mendorong warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan maupun sedang untuk kembali ke rumah masing-masing, sepanjang bangunan telah dinyatakan aman.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan kehidupan masyarakat secara bertahap setelah selama sebulan aktivitas warga banyak terdampak situasi darurat akibat gempa.
Pemulihan, kata pemerintah, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat juga perlu segera digerakkan.
Karena itu, warga yang kondisinya sudah memungkinkan diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja dan menggerakkan roda perekonomian keluarga.
Sementara warga yang mengalami dampak lebih berat tetap menjadi prioritas dalam penanganan pemerintah.
Fase transisi ini sekaligus menjadi tantangan baru bagi Pemkab Ngada untuk memastikan proses pemulihan berjalan terarah. Pembangunan huntara, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan fasilitas terdampak, hingga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat menjadi pekerjaan yang harus berjalan secara bersamaan.
Dengan berakhirnya masa tanggap darurat, penanganan gempa di Ngada kini memasuki tahap yang tidak kalah penting: memulihkan kehidupan warga dan memastikan masyarakat terdampak dapat bangkit kembali secara bertahap.*










