Bimtek Teknologi Pengolahan Sampah, Wabup Ngada: Kurangi Dampak Negatif terhadap Lingkungan

Avatar photo

Kamis, 21 Agustus 2025 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus

Wakil Bupati Ngada, Bernadinus "Berni" Dhey Ngebu. (Foto: Elfrat Dhena)

Metrosiar- Wakil Bupati Ngada, Bernadinus “Berni” Dhey Ngebu mengatakan pengolahan sampah organik dan anorganik bisa mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini diungkapkan Berni ketika membuka kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Teknologi Tepat Guna Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Bajawa, Kamis (21/8/25).

“Dengan upaya bersama, sampah organik dan anorganik di Kabupaten Ngada bisa diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek ini sangat penting karena bertujuan untuk tutur Berni meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak perubahan iklim serta mengenalkan dan mendorong penerapan teknologi tepat guna sebagai solusi inovatif, khususnya dalam praktik pengolahan sampah organik dan anorganik di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Ngada.

Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Teknologi Tepat Guna Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Bajawa, Kamis (21/8/25). (Alfret Frans Dhena)
Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Teknologi Tepat Guna Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Bajawa, Kamis (21/8/25). (Alfret Frans Dhena)

Metode Pengolahan Sampah

Dia menjelaskan, teknologi pengolahan sampah organik dan anorganik mencakup berbagai metode. Salah satu metode pengolahan sampah organik yakni sebut Berni berbasis Eco Enzyme.

Eco Enzyme adalah metode memanfaatkan sampah organik dapur seperti, sisa sayuran dan buah-buahan untuk diolah menjadi cairan serbaguna melalui proses fermentasi, terang Berni Dhey.

Baca juga:  Dari Kampus ke Pelosok Desa, 100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Bergerak Lawan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Cairan eco enzyme ini dapat digunakan dalam berbagai keperluan termasuk pupuk organik untuk menjaga keseimbangan nutrisi dan memperbaiki struktur tanah, pembersih dan lain-lain. Dengan demukian kata Berni, volume sampah yang dibuang ke lingkungan sekitar kita pun dapat berkurang.

Sementara itu sampah anorganik seperti lanjut dia, plastik dan logam menggunakan metode Reuse (penggunaan kembali), Reduce (pengurangan), Recycle (daur ulang), dan metode lain seperti Insinerasi, Sanitary Landfill, dan Bioremediasi.

Tantangan Pengolahan Sampah di Ngada

Berni mengungkapkan, sampah organik dan anorganik di Kabupaten Ngada cukup melimpah, namun pengolahannya masih menjadi tantangan karena tidak adanya teknologi pengolahan yang terintegrasi dan tepat guna, serta masih minimnya kesadaran pemahaman masyarakat tentang cara memilah dan mengolah sampah-sampah tersebut.

Peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Teknologi Tepat Guna Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Bajawa, Kamis (21/8/25). (Alfret Frans Dhena)

Lebih jauh kata Berni Dhey, langkah-langkah yang dilakukan seperti memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat serta pembangunan fasilitas pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi kebutuhan yang sangat urgen di Kabupaten Ngada.

Baca juga:  Kapolresta dan Bupati Tangerang Turun Langsung, 1.000 Paket Sembako Dibagikan di Panongan

Fasilitas pengolahan sampah itu antara lain sebut Berni, Tempat Pengomposan Komunal atau Instalasi Biogas skala kecil, dan Fasilitas Pengolahan Sampah Terpadu berbasis teknogi Refuse-Derived Fuel (RDF) untuk mengurangi ketergantungan pada TPA serta Pusat-Pusat Daur Ulang (PDU).

Maka kata Berni, sangat diperlukan kerjasama yang melibatkan berbagai pihak, seperti Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), DPR RI, Pemerintah Daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan pihak swasta, dalam pengelolaan sampah organik maupun anorganik, tutup Berni Dhey.

Informasi yang dihimpun media, Bimtek ini diselenggarakan oleh Direktorat Mobilisasi Sumberdaya Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI dan Anggota Komisi XII DPR RI, Dipo Nusantara Pua Upa.

Adapun peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 50 orang meliputi perwakilan Pemerintah Pusat, perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada, perwakilan Kelompok ProKlim, Asosiasi Bank Sampah, Perwakilan komunitas berbasis lingkungan, akademisi, dan juga praktisi.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan
Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Berita ini 47 kali dibaca
Wakil Bupati Ngada, Bernadinus “Berni” Dhey Ngebu mengatakan pengolahan sampah organik dan anorganik bisa mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diungkapkan Berni ketika membuka kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Teknologi Tepat Guna Perubahan Iklim yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup RI, di Bajawa, Kamis (21/8/25).

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Jumat, 11 September 2026 - 17:19 WIB

Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak

Jumat, 11 September 2026 - 07:28 WIB

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Jumat, 11 September 2026 - 06:36 WIB

BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan

Berita Terbaru