Yitzhak Brik Akui Israel Alami Kerugian & Gagal Kalahkan Hamas dalam Perang yang Sedang Berlangsung

Avatar photo

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tel Aviv, Metrosiar – Purnawirawan jenderal cadangan Israel, Yitzhak Brik, mengakui negaranya mengalami kerugian besar dalam perang yang masih berlangsung. Ia bahkan menyebut Israel gagal mengalahkan Hamas.

Mengutip Al Mayadeen (8/2), pernyataan itu disampaikan Brik pada Sabtu (7/2/2026). Dalam wawancaranya dengan Channel 13, ia mengungkapkan Israel telah menanggung lebih dari 2.000 korban tewas serta puluhan ribu korban luka sejak konflik memanas.

Tak hanya korban jiwa, Brik juga menilai dalam dua tahun terakhir Israel kehilangan ketahanan nasional dan sosial. Ia menyebut dampaknya meluas hingga sektor ekonomi dengan kerugian mencapai ratusan miliar shekel.

Baca juga:  Rekrutmen Bersama BUMN 2025 Dibuka pada 7 Maret, Berikut Jadwal Peluang dan Persyaratan Umum

Menurutnya, pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal mencapai target utama, yakni menaklukkan Hamas. Brik menegaskan Israel menanggung kerugian besar, baik dari sisi korban jiwa maupun dampak psikologis dan fisik yang dialami tentara serta para pemukim.

Baca juga:  Kanada Kutuk Israel dan Umumkan Rencana Akui Kedaulatan Palestina di Sidang PBB September 2025

Lebih jauh, ia juga menyoroti kerugian finansial dan diplomatik yang dinilai semakin memperburuk posisi Israel di mata dunia. Brik menyebut kredibilitas global Israel menurun drastis.

Bahkan, ia mengklaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai Israel berada dalam kondisi stagnan dan gagal mencapai tujuannya, sehingga memutuskan untuk turun tangan.

Pengakuan ini menjadi sorotan tajam di tengah situasi konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3
Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Ada 10 Fakta Menarik
Semi Final Piala Dunia 2026, Perancis Nilai Paling Tinggi, Argentina Paling Subur, Spanyol Paling Minim Kebobolan dan Inggris Dengan Supporter Yang Sangat Berisik.
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10

Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC

Senin, 20 Juli 2026 - 19:35 WIB

Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:25 WIB

Piala Dunia 2026 Jelang Perancis vs Inggris Perebutan Tempat ke 3

Berita Terbaru

Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, memaparkan analisis mengenai skenario persaingan geopolitik Amerika Serikat dan Tiongkok.

Internasional

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:21 WIB