Metrosiar – Kanada akan mengikuti jejak Prancis dan Inggris dalam mengakui kedaulatan negara Palestina. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Kamis (31/7/25) lalu.
Rencana pengakuan tersebut dijadwalkan akan diumumkan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang digelar pada September 2025 mendatang.
Carney menyatakan, keputusan ini merupakan bagian dari upaya Kanada menjaga harapan solusi dua negara atau two-state solution yang selama ini mulai memudar.
“Ini adalah tujuan jangka panjang Kanada, yang meyakini two-state solution. Perlahan, tujuan itu mulai terkikis di depan mata kita,” ujar Carney dalam keterangan resminya, seperti dilansir Metrosiar dari AFP pada Jumat (15/8/25).
Ia menegaskan, pengakuan kedaulatan Palestina akan resmi diumumkan pada Sidang Umum PBB. “Maka, Kanada bertujuan untuk mengakui kedaulatan negara Palestina, pada Sidang Umum ke-80 PBB September nanti,” tegas Carney.
Selama ini, Kanada cenderung menahan pengakuan hingga tercapai proses perdamaian dengan Israel. Namun, menurut Carney, kondisi di lapangan justru semakin memperburuk peluang terwujudnya negara Palestina.
Krisis kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu alasan percepatan pengakuan.
“Alasan lainnya adalah ancaman terorisme Hamas yang meluas terhadap Israel, percepatan pembangunan pemukiman di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta pemungutan suara Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat,” jelasnya.
Carney juga menyoroti sikap pemerintah Israel yang dinilai membiarkan penderitaan warga Gaza berlanjut.
“Kanada mengutuk fakta bahwa pemerintah Israel membiarkan bencana terjadi di Gaza,” ungkapnya.
Sejalan dengan Inggris, Kanada menegaskan bahwa Hamas tidak boleh dilibatkan dalam pemerintahan Palestina ke depan. Syarat ini menjadi bagian penting dari rencana pengakuan.
Carney menekankan janji Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang berencana menggelar pemilu pada 2026.
“Yang mana Hamas tidak dapat mengambil peran, dan harus mengambil langkah demiliterisasi negara Palestina,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Kanada resmi bergabung dalam jajaran negara yang mendukung penuh kedaulatan Palestina, sekaligus memberi tekanan pada proses perdamaian yang selama ini dianggap lamban.
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: AFP









