Kanada Kutuk Israel dan Umumkan Rencana Akui Kedaulatan Palestina di Sidang PBB September 2025

Avatar photo

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (Instagram.com/@markjcarney)

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney. (Instagram.com/@markjcarney)

Metrosiar – Kanada akan mengikuti jejak Prancis dan Inggris dalam mengakui kedaulatan negara Palestina. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, pada Kamis (31/7/25) lalu.

Rencana pengakuan tersebut dijadwalkan akan diumumkan dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 yang digelar pada September 2025 mendatang.

Carney menyatakan, keputusan ini merupakan bagian dari upaya Kanada menjaga harapan solusi dua negara atau two-state solution yang selama ini mulai memudar.

“Ini adalah tujuan jangka panjang Kanada, yang meyakini two-state solution. Perlahan, tujuan itu mulai terkikis di depan mata kita,” ujar Carney dalam keterangan resminya, seperti dilansir Metrosiar dari AFP pada Jumat (15/8/25).

Baca juga:  Profil Rodrigo Duterte yang Ditangkap di Bandara Manila atas Perintah ICC

Ia menegaskan, pengakuan kedaulatan Palestina akan resmi diumumkan pada Sidang Umum PBB. “Maka, Kanada bertujuan untuk mengakui kedaulatan negara Palestina, pada Sidang Umum ke-80 PBB September nanti,” tegas Carney.

Selama ini, Kanada cenderung menahan pengakuan hingga tercapai proses perdamaian dengan Israel. Namun, menurut Carney, kondisi di lapangan justru semakin memperburuk peluang terwujudnya negara Palestina.

Krisis kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu alasan percepatan pengakuan.

“Alasan lainnya adalah ancaman terorisme Hamas yang meluas terhadap Israel, percepatan pembangunan pemukiman di sepanjang Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta pemungutan suara Knesset yang menyerukan aneksasi Tepi Barat,” jelasnya.

Carney juga menyoroti sikap pemerintah Israel yang dinilai membiarkan penderitaan warga Gaza berlanjut.

Baca juga:  12 Pegawai Lapas Serang Naik Pangkat, Kalapas Beri Pesan Khusus yang Jadi Sorotan

“Kanada mengutuk fakta bahwa pemerintah Israel membiarkan bencana terjadi di Gaza,” ungkapnya.

Sejalan dengan Inggris, Kanada menegaskan bahwa Hamas tidak boleh dilibatkan dalam pemerintahan Palestina ke depan. Syarat ini menjadi bagian penting dari rencana pengakuan.

Carney menekankan janji Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, yang berencana menggelar pemilu pada 2026.

“Yang mana Hamas tidak dapat mengambil peran, dan harus mengambil langkah demiliterisasi negara Palestina,” tandasnya.

Dengan langkah ini, Kanada resmi bergabung dalam jajaran negara yang mendukung penuh kedaulatan Palestina, sekaligus memberi tekanan pada proses perdamaian yang selama ini dianggap lamban.

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: AFP

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Markas Baru Ronaldinho di Italia: Stadio Bruno Benelli Siap Jadi Panggung Comeback R10
Ronaldinho Comeback di Usia 46 Tahun, Bidik Gol ke-300 Bersama Ravenna FC
Sungguh Malang Trump Disoraki Saat Serahkan Trofi Juara Piala Dunia 2026 ke Spanyol
Berita ini 41 kali dibaca
Kanada umumkan rencana akui kedaulatan Palestina pada Sidang Umum PBB September 2025, dorong solusi dua negara.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB