Yogyakarta, Metrosiar – Forum Mahasiswa Nahdliyin Yogyakarta (FMN Yogyakarta) menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan penting yang dihasilkan dalam Rapat Pleno Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlangsung pada Selasa (9/12/25) di Hotel Sultan, Jakarta.
Melalui Koordinator Umumnya, Tegar Pradana, FMN Yogyakarta secara tegas menyatakan bahwa pleno Syuriyah tersebut adalah sah, konstitusional, dan telah sesuai dengan seluruh mekanisme organisasi sebagaimana ditetapkan dalam tata kelola jam’iyyah.
Rapat pleno yang telah dijadwalkan dan diumumkan sebelumnya ini memiliki dua agenda utama: penyampaian hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU dan penetapan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Pengumuman resmi pleno tercantum dalam surat bernomor 4799/PB.02/A.I.01.01/99/12/2023, yang diterbitkan pada 2 Desember 2025 dan ditandatangani oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama Katib Syuriyah PBNU KH Ahmad Tajul Mafakhir (Gus Tajul).
Dalam kesempatan tersebut, Syuriyah PBNU resmi menetapkan KH. Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketua Umum PBNU.
FMN Yogyakarta memandang keputusan strategis ini sebagai langkah yang sangat penting di tengah dinamika internal organisasi.
Menurut mereka, penetapan ini membuktikan bahwa mekanisme organisasi dapat berjalan secara tertib dan konstitusional.
Tegar Pradana menyampaikan pandangan organisasinya secara lugas:
“Penetapan KH. Zulfa Mustofa merupakan langkah konstitusional yang memperkuat stabilitas organisasi dan memastikan PBNU tetap berjalan sesuai koridor keumatan dan kebangsaannya,” ujar Tegar Pradana.
Rapat pleno bersejarah tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh sentral, termasuk Pengurus Harian Syuriyah dan A’wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, serta pimpinan dari lembaga dan badan otonom NU.
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan para Wakil Rais Aam turut hadir. Legitimasi pleno semakin kuat dengan kehadiran sejumlah Ketua PBNU seperti Khofifah Indar Parawansa, Gus Fahrur, Mohammad Nuh, dan Muhammad Cholil Nafis, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
FMN Yogyakarta menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa keputusan Syuriyah PBNU ini adalah fondasi krusial bagi konsolidasi internal jam’iyyah.
Keputusan ini juga memastikan keberlanjutan kepemimpinan PBNU yang dinilai stabil, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta bangsa.*
Editor : Lisan Al-Ghaib







