Bogor, Metrosiar – Seorang fotografer menjadi korban pembegalan saat menunggu pihak penyelenggara acara atau event organizer (EO) di wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Korban mengaku awalnya menerima tawaran pekerjaan pemotretan yang ditawarkan melalui media sosial.

Korban kemudian menyewa kamera full frame untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan tersebut. Setelah terjadi kesepakatan mengenai harga dan pekerjaan, korban diminta datang lebih awal ke lokasi yang telah ditentukan pihak EO.
“Jadi kronologinya malam jam 10 ada yang post job di Bogor. Nah jobnya itu mulai meet up jam 3 sore, saya coba DM dia. Udah deal sama harga dia mau pakai kamera full frame, jadi saya nyewa aja,” kata korban dalam utas yang dibuatnya di media sosial dan dilihat detikcom, Rabu (22/9/2026).

Korban kemudian mendatangi titik penjemputan di wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, sekitar pukul 03.00 WIB. Menurut korban, dirinya diminta datang lebih awal karena acara dijadwalkan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB.
Saat menunggu, korban mengaku melihat sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang melintas hingga dua kali. Pada kesempatan berikutnya, korban diduga menjadi sasaran perampasan.
“Saya nunggu sekitar 10 menitan. Ada motor yang 2 kali bulak-balik bertiga. Pas balikan ketiga, saya ditodong pakai celurit, terus motong tali tas saya yang isinya kamera dan bawa kabur motor dan kameranya,” kata korban.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang milik korban dilaporkan dibawa kabur. Di antaranya satu unit sepeda motor, satu kamera, dan satu lensa kamera.
Kapolsek Gunung Putri AKP Hillal Adi Imawan membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan kronologi lengkap kejadian.
“Betul modus pemotretan, barang yang diambil 1 unit sepeda motor, 1 buah kamera berikut 1 buah lensa kamera,” kata Hillal saat dikonfirmasi secara terpisah.
Peristiwa tersebut sebelumnya diceritakan korban melalui media sosial hingga menjadi viral. Dalam unggahannya, korban dengan akun @khyazazel menyebut pembegalan terjadi di depan SMP Gunungputri, wilayah Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 03.00 WIB.
Saat kejadian, korban tengah menunggu seseorang yang dikenalnya melalui media sosial. Orang tersebut mengaku berasal dari pihak EO dan membutuhkan jasa fotografer untuk sebuah acara.
Korban yang tertarik dengan tawaran tersebut kemudian mengajukan diri sebagai fotografer. Namun, ketika berada di lokasi penjemputan, korban justru mengalami dugaan pembegalan dan kehilangan kendaraan serta peralatan fotografi yang dibawanya.
Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut, termasuk menelusuri identitas pihak yang sebelumnya menawarkan pekerjaan pemotretan kepada korban.









