Metrosiar – Kongres VIII Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-Indonesia resmi dibuka pada Jumat (17//5/25) di Auditorium Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.
Acara yang berlangsung hingga (20/5/25) ini mengangkat tema “Merajut Persatuan Mahasiswa Nahdliyin untuk Mendorong Kualitas Pendidikan dan Kemandirian Umat”.
PBNU: “Mahasiswa NU Harus Berakhlak dan Bersatu”
Bendahara Umum PBNU, KH. Gudfan Arif Ghofur, menekankan pentingnya karakter dan persatuan dalam sambutan pembukaan:
“Yang membedakan kita adalah akhlak, karena kita berasal dari pondok pesantren. Kita dididik tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga luhur secara budi pekerti.”
Gus Gudfan juga menyoroti isu perpecahan di internal BEM PTNU:
“Saya tahu ada dinamika di tubuh BEM PTNU. Tapi perlu diingat, perbedaan itu biasa. Yang luar biasa adalah jika kita bisa bersatu. Ini bukan tentang jabatan, tapi masa depan perjuangan kita.”
Mahasiswa NU Diminta Independen dari Politik
KH. Gudfan menegaskan komitmen BEM PTNU untuk tetap netral secara politik:
“BEM PTNU tidak boleh berafiliasi kepada partai politik mana pun. Satu-satunya afiliasi kita adalah kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Di situlah garis perjuangan kita.”
Sekda Jatim: “Mahasiswa Harus Kuasai Teknologi”
Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, mendorong mahasiswa NU untuk adaptif dengan perkembangan digital:
“Jangan hanya jadi mahasiswa copy-paste. Bangun masa depan bangsa melalui forum diskusi. Mahasiswa harus jadi pengendali algoritma, bukan hanya pengamat tren di FYP.”
Agenda Utama Kongres

Selain pemilihan Ketua Umum BEM PTNU periode baru, kongres ini juga membahas:
• Seminar Nasional tentang pendidikan dan kemandirian umat
• Diskusi Publik peran mahasiswa NU di era digital
• Sidang Komisi penyusunan program kerja nasional
Tokoh Nasional yang Hadir
Beberapa tokoh yang memberikan dukungan dalam kongres ini:
• KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh Ponpes Nurul Jadid)
• Prof. Dr. Fauzan, M.Pd (Wakil Menteri Pendidikan Tinggi)
• H. Faisol Riza (Anggota DPR-RI)
Tantangan dan Harapan ke Depan
Kongres VIII BEM PTNU ini menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa NU yang kritis, solutif, dan inklusif dalam menjawab tantangan zaman.(*)
Editor : Konradus Fedhu
Sumber Berita: Tim Media BEM PTNU









