Apresiasi Ibu Lulus ASI Eksklusif, Dinkes Kab. Tangerang Gelar Wisuda ASI 2026 demi Cegah Stunting

Avatar photo

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"WISUDA ASI"
Para ibu dan pejabat pemerintah merayakan Pekan Menyusui Sedunia dengan acara Wisuda ASI di Kabupaten Tangerang.

Tangerang, Metrosiar – Momen Pekan Menyusui Sedunia 2026 di Kabupaten Tangerang berlangsung meriah dengan diselenggarakannya agenda tahunan Wisuda ASI.

Mengusung tema global “Prioritaskan Menyusui Ciptakan Sistem Dukungan yang Berkelanjutan”, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang konsisten memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ibu yang berhasil melewati tantangan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sang buah hati.

​Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program ini tidak hanya sekadar selebrasi, melainkan strategi krusial pemerintah daerah dalam mengintervensi masalah gizi buruk dan menekan angka prevalensi stunting.

​Edukasi Berkelanjutan dan Pentingnya MPASI

​Sebanyak 132 pasangan ibu dan bayi yang dinyatakan lulus ASI eksklusif (0–6 bulan) hadir meramaikan Gedung Serba Guna Tigaraksa pada Kamis (06/8/2026).

Total peserta yang memadati lokasi mencapai 250 orang, terdiri dari para orang tua, kader pendamping ASI, hingga tenaga gizi dari berbagai Puskesmas di wilayah setempat.

​Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menjelaskan bahwa kegiatan ini disiapkan untuk menjaga motivasi para ibu agar tetap melanjutkan pemberian ASI hingga anak genap berusia dua tahun, diselingi pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat gizi.

Baca juga:  Rahasia Turun Berat Badan Kilat! Coba 5 Minuman Ini di Pagi Hari, Lemak Perut Luntur Tanpa Disadari

​”Tahun ini kita mewisuda 132 anak yang sudah lewat masa ASI eksklusif. Tujuannya adalah mengundang mereka agar termotivasi untuk terus melakukan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun, serta tetap menjaga status gizi bayinya dengan menyiapkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas,” ujarnya.

​Peran Vital ASI Eksklusif Penurun Stunting

​Pemberian nutrisi alami sejak lahir terbukti menjadi benteng utama dalam membentuk imunitas tubuh serta perkembangan kognitif anak. dr. Hendra Tarmizi menegaskan kembali pentingnya ASI sebagai investasi jangka panjang kesehatan anak, sekaligus ampuh menurunkan risiko stunting secara signifikan di wilayah Kabupaten Tangerang.

​”Kalau pemberian ASI-nya bagus, insyaallah stunting akan turun sekitar 78 persen pada balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Saat ini angka stunting kita berada di kisaran 10.000-an anak, angka ini menurun dari temuan pada Gerebek Posyandu yang dilakukan di Januari 2026 dan ini akan terus kita tekan bersama,” tambahnya.

Baca juga:  Menuju Masa Tua: Renungan Penuh Makna untuk Menikmati Hidup dengan Bijak

​Perjuangan Ibu dan Dukungan Sistem Lingkungan

​Perjalanan memberikan ASI penuh sering kali diwarnai tantangan fisik maupun mental. Hal ini diamini oleh Putri, peserta Wisuda ASI asal Ciangir, wilayah kerja Puskesmas Bojong Kamal. Ia membagikan pengalamannya mendampingi putra pertamanya, Muhammad Syaqil (21 bulan).

​”Awalnya memang susah dan sakit, apalagi dari hari pertama begadang di rumah sakit saya sudah mulai memompa ASI. Tapi lama-kelamaan jadi terbiasa.

Harapannya, semoga anak saya sehat, panjang umur, dimudahkan rezekinya, dan apa yang dicita-citakannya kelak bisa tercapai,” tutur Putri.

​Acara ini juga membekali para peserta lewat sesi edukasi interaktif bersama dokter umum sekaligus konselor menyusui, dr. Sarah Audia.

Melalui rangkaian peringatan Pekan Menyusui Sedunia 2026, Dinkes Kabupaten Tangerang berharap sinergi antara keluarga, lingkungan kerja, dan fasilitas kesehatan makin solid untuk mendukung pemberian ASI demi mewujudkan generasi masa depan yang bebas stunting.***

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
Bakti Sosial Mabes Polri, Ratusan Driver Ojol Dapat Layanan Kesehatan Gratis
GMKI Palangka Raya Kritik Penanganan Karhutla Kalteng: Negara Harus Hadir Sebelum Asap
Karhutla Kalteng Jadi Sorotan GMKI Palangka Raya Bukan Sekadar Api
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 09:41 WIB

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 September 2026 - 08:49 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia, PDIP Kehilangan Sosok Seniman Besar

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 23:50 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakatan

Ribuan Ojol Padati Kodam Jaya, HUT TNI Diwarnai Aksi Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 - 11:14 WIB

Kesehatan

10 Sesat Pikir yang Diam-Diam Bisa Menjebak Cara Berpikir

Sabtu, 26 Sep 2026 - 09:41 WIB