Sjafrie Sjamsoeddin Jalankan Peran Ganda, Perkuat Koordinasi Politik dan Keamanan

Avatar photo

Selasa, 9 September 2025 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin. (Dok. kemhan.go.id)

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin. (Dok. kemhan.go.id)

Metrosiar – Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) ad interim, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran deputi, staf ahli, serta pejabat utama Kemenko Polkam dalam menjalankan fungsi koordinasi dan sinkronisasi antar-kementerian.

Hal ini disampaikan usai dirinya memimpin entry briefing bersama pejabat utama Kemenko Polkam, Selasa (9/9/25) di Jakarta.

Dalam pernyataannya, Sjafrie menekankan fokus kepemimpinannya adalah memastikan struktur organisasi berjalan optimal tanpa bergantung pada pembentukan satuan tugas tambahan.

Fokus pada Deputi dan Struktur Organisasi

Menjawab pertanyaan wartawan, Sjafrie menyatakan pihaknya akan lebih menekankan pendelegasian tugas kepada para deputi, staf ahli, Sekretaris Menko, dan Wakil Menko Polkam.

“Fokus saya adalah memberikan peran, tugas, dan fungsi kepada para deputi serta pejabat utama untuk menjalankan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Komunikasi dengan Menko Sebelumnya

Terkait komunikasi dengan pendahulunya, Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan, Sjafrie mengakui belum sempat bertemu langsung karena baru menerima surat penugasan.

Baca juga:  Hujan Lebat Picu Banjir, Forkopimcam Kemiri Pastikan Warga Legok Sukamaju Aman

Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi atas kinerja Budi Gunawan selama menjabat Menko Polkam.

Situasi Keamanan dan Unjuk Rasa

Menyoal kondisi keamanan nasional, termasuk sejumlah aksi unjuk rasa, Sjafrie yang juga menjabat Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Ia menegaskan pemerintah akan mengedepankan komunikasi sosial dan dialog dengan masyarakat, meskipun kewaspadaan tetap diperkuat.

Arahan Presiden dan Delegasi Wewenang

Sjafrie mengungkapkan, arahan Presiden Prabowo Subianto adalah agar tugas Kementerian Pertahanan dapat selaras dengan Kemenko Polkam secara efisien dan efektif.

Karena itu, ia melakukan pengarahan sekaligus revitalisasi organisasi di dua lembaga tersebut.

Sementara terkait isu operasional keamanan di lapangan, Sjafrie menegaskan kewenangan tetap berada di tangan Panglima TNI, sementara dirinya fokus pada kebijakan nasional.

Baca juga:  Alih Fungsi Lahan di Puncak, Hibisc Fantasy Dibongkar, Gubernur Minta Maaf ke Masyarakat

“Kita memiliki strata pendelegasian wewenang yang jelas,” tegasnya.

Menjalankan Peran Ganda

Dengan penugasan ad interim ini, Sjafrie kini merangkap empat jabatan strategis, pertama: Menteri Pertahanan, kedua: Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional, jabatan ketiga yang diemban Sjafrie adalah Ketua Tim Pengarah Penertiban Kawasan Hutan.

Dalam posisi ini, ia memimpin Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan yang fokus pada lahan kelapa sawit. Satgas tersebut dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 mengenai Penertiban Kawasan Hutan.

Mengutip berkas.dpr.go.id, aturan ini diterbitkan untuk menangani sekaligus memperbaiki tata kelola kegiatan pertambangan, perkebunan, maupun aktivitas lain yang berlangsung di kawasan hutan.

Dan yang keempat, terbaru menjabat sebagai Menko Polkam ad interim. Ia menutup keterangannya dengan ajakan agar seluruh jajaran bekerja solid, disiplin, dan efektif demi menjaga stabilitas nasional.***

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 29 kali dibaca
Menko Polkam ad interim Sjafrie Sjamsoeddin pastikan koordinasi politik-keamanan berjalan efektif, situasi nasional tetap aman.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:35 WIB

Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 11:52 WIB

RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan

Rabu, 9 September 2026 - 11:15 WIB

Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Berita Terbaru