Pemerintah Beri Waktu Transisi Dua Tahun untuk Label Gula, Garam, dan Lemak di Produk Olahan

Avatar photo

Jumat, 29 Agustus 2025 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi foto – Pemerintah Indonesia menetapkan batas waktu dua tahun bagi sektor pangan untuk menyesuaikan diri dengan peraturan baru tentang label makanan. (Unsplash/Franki Chamaki)

Ilustrasi foto – Pemerintah Indonesia menetapkan batas waktu dua tahun bagi sektor pangan untuk menyesuaikan diri dengan peraturan baru tentang label makanan. (Unsplash/Franki Chamaki)

Metrosiar – Pemerintah Indonesia menetapkan periode transisi dua tahun bagi industri makanan dan minuman untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru terkait label kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk olahan.

Kebijakan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 yang bertujuan menekan penyakit tidak menular, termasuk obesitas dan diabetes.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus obesitas di Indonesia meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir hingga 2023.

Kebijakan label GGL diharapkan menjadi langkah efektif untuk menekan tren tersebut.

Menurut laporan Reuters, tenggat waktu dua tahun ini muncul setelah adanya tekanan dari Amerika Serikat, asosiasi industri pangan regional Food Industry Asia, serta beberapa produsen lokal.

Baca juga:  40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bahkan, AS sempat mempertanyakan kebijakan ini melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan, “Kami akan memulai dengan edukasi, sementara pembatasan baru berlaku dua tahun ke depan.”

Sistem label nantinya menggunakan kode warna ala lampu lalu lintas: merah untuk kadar tinggi, kuning untuk sedang, dan hijau untuk rendah.

Perusahaan dapat mulai menggunakan stiker atau deklarasi mandiri pada akhir 2025, sebelum aturan wajib diterapkan dua tahun kemudian.

Lebih dari 40 negara, termasuk Singapura, telah menerapkan sistem serupa. Namun, sebagian pelaku usaha menolak kebijakan ini dengan alasan informasi nutrisi telah tercantum di kemasan.

Baca juga:  5 Kesalahan Umum Saat Sahur & Buka Puasa yang Sering Dilakukan dan Bisa Mengganggu Kesehatan serta Kelancaran Ibadah di Bulan Ramadhan

BPOM akan memverifikasi label melalui laboratorium pemerintah.

Nadia menambahkan, “Kami bekerja sama dengan perusahaan, tapi mengubah kebiasaan masyarakat memang menantang.”

Dokumen WTO yang diperoleh Reuters menunjukkan, produsen AS khawatir aturan ini akan memengaruhi ekspor ke Indonesia, yang nilainya mencapai sekitar Rp892 miliar per tahun.

Industri pangan dalam negeri juga sempat meminta penundaan sehingga kebijakan ini beberapa kali tidak masuk prioritas legislasi.

Meski demikian, pakar kesehatan publik dari CISDI, Diah Saminarsih, menekankan pentingnya kebijakan ini.

“Industri selalu memberikan tekanan, tapi semakin banyak orang Indonesia terserang penyakit tidak menular akibat pola makan tidak sehat,” ujarnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Posbindu Mandiri RW 05 Kuta Baru Hadirkan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias
Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan
Tak Sekadar Kunjungan, Ini Alasan Ketua Posyandu Datangi Matahari 14
40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Home Prospek Nine Stars di Serang: Edukasi Diabetes dan Peluang Usaha yang Menarik Perhatian
Vape Dianggap Aman? Ini Fakta Mengejutkan dari Seminar Anti-Vape di Pesantren
Ungkapan Hati Petronela Dula ketika Menakhoda IBI Cabang Ngada Dua Periode “Kami adalah Saksi Pertama Tangisan Kehidupan”
Romi Juji: DPRD Ngada Komitmen Dorong Kebijakan Penguatan Peran Bidan
Berita ini 11 kali dibaca
Pemerintah beri waktu transisi dua tahun untuk label GGL (gula, garam, dan lemak), dorong edukasi dan tekan obesitas di Indonesia.

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:36 WIB

Posbindu Mandiri RW 05 Kuta Baru Hadirkan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:55 WIB

Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan

Rabu, 29 April 2026 - 19:56 WIB

Tak Sekadar Kunjungan, Ini Alasan Ketua Posyandu Datangi Matahari 14

Jumat, 24 April 2026 - 00:45 WIB

40 Negara Kompak “Perang” Vape, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Minggu, 19 April 2026 - 23:39 WIB

Home Prospek Nine Stars di Serang: Edukasi Diabetes dan Peluang Usaha yang Menarik Perhatian

Berita Terbaru

Internasional

Bentuk Penghormatan Terhadap Bendera Arab Saudi Pada Piala Dunia 2026

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:50 WIB