Pemerintah Siapkan Frekuensi 1,4 GHz untuk Internet Murah 100 Mbps, Lelang Tunggu Regulasi Rampung

Avatar photo

Kamis, 10 April 2025 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Ilustrasi jaringan internet murah. (Pixabay)

Potret Ilustrasi jaringan internet murah. (Pixabay)

 

Metrosiar – Pemerintah tengah mempersiapkan penggunaan spektrum frekuensi 1,4 GHz untuk menyediakan layanan internet terjangkau dengan kecepatan hingga 100 Mbps seharga sekitar Rp 100 ribu.

Tetapi, pelaksanaan lelang frekuensi masih menunggu pengesahan Peraturan Menteri terkait pemanfaatan spektrum dan juga Rancangan Keputusan Menteri (RKM) mengenai standardisasi perangkat dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.

“Untuk lelang, kami masih menunggu penetapan PM (Peraturan Menteri) tentang penggunaan spektrum frekuensi 1,4 dan RKM ttg standarisasi perangkat BWA oleh bu Menteri,” jelas Dirjen Infrastruktur Digital, Wayan Toni, kepada media di Jakarta pada Rabu (9/4/2025).

Baca juga:  Katy Perry dan Lima Perempuan Selesaikan Misi Luar Angkasa Bersejarah Bersama Blue Origin

Setelah regulasi tersebut disahkan, selanjutnya akan disusun RKM mengenai harga dasar serta dokumen seleksi. Proses lelang baru akan dilaksanakan setelah semua tahapan tersebut rampung.

“Target kami Mei sudah bisa dimulai,” lanjutnya.

Saat dimintai informasi mengenai calon peserta lelang, Wayan memilih untuk menunggu proses lelang berlangsung.

Ia juga belum menyebutkan jumlah perusahaan yang akan mendaftar.

“Kita tunggu lelang saja nanti ya, berapa perusahaan yang akan mendaftar,” ujar Wayan.

“Terutama yang punya izin penyelenggaraan jaringan tetap lokal Packet switched,” ujarnya menambahkan.

Baca juga:  Truk LPG dan Gabah Tabrakan di Tol Jakarta–Merak, Polisi Gerak Cepat Amankan Lalu Lintas

Sebagai catatan, Komdigi menyediakan alokasi 80 MHz dalam spektrum 1,4 GHz untuk kebutuhan Broadband Wireless Access (BWA), yaitu layanan komunikasi data menggunakan spektrum radio dalam jaringan tetap lokal dengan sistem packet switched.

Penggunaan frekuensi ini ditujukan untuk meningkatkan akses internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat.

Pemerintah telah lama menargetkan penyediaan internet 100 Mbps dengan tarif antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

Frekuensi ini rencananya akan dimanfaatkan oleh penyedia layanan Fixed Broadband seperti modem atau router tanpa nomor seluler.(*)

Editor : Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!
Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur
Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya
Kunjungan PM. Modi, India Akan Pasok Rudal BrahMos ke Indonesia
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Jembatan Gantung vs Jembatan Rangka, Dua Akses Penghubung Warga Papi–Garutu di Enrekang
Berita ini 19 kali dibaca
Pemerintah menyiapkan frekuensi 1,4 GHz untuk layanan internet cepat 100 Mbps dengan harga terjangkau Rp 100 ribu. Lelang frekuensi masih menunggu penetapan regulasi dari Kominfo dan ditargetkan dimulai pada Mei 2025. Spektrum ini akan digunakan untuk Fixed Broadband.

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 14:05 WIB

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Jumat, 18 September 2026 - 12:01 WIB

Green SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast MeluncurGreen SM Gebrak Jakarta, 1.500 Motor Listrik VinFast Meluncur

Jumat, 4 September 2026 - 22:59 WIB

Jakut Hub Dorong Gen Z Jakarta Utara Naik Kelas Lewat Teknologi Digital

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:47 WIB

Israel Ditantang Turki, Segini Teknologi Perangnya

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Suyudi Resmi Jadi Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:25 WIB

(ki-ka) Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank; Chartsiri Sophonpanich, President of Bangkok Bank dan Komisaris Utama Permata Bank; Hari Prabowo, Duta Besar Indonesia untuk Tailan; Prapan Disyatat, Duta Besar Tailan untuk Indonesia; Santo Darmosumarto, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Dalam Agenda Business Matching Para Pelaku Usaha Tailan dan Indonesia di Jakarta Bersama Bangkok Bank dan Permata Bank (Dokumentasi Kedutaan Besar Republik Indonesia Bangkok).

Bisnis & Investasi

Bangkok Bank Bawa 37 Investor Thailand, Ada Apa dengan Indonesia?

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:23 WIB

Pemerintahan

Lurah Kutabaru Purna Tugas, Pesan Haru Warga

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:34 WIB