Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Komitmen menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tawuran ditegaskan para pemuda RW 003 Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Melalui Deklarasi Damai Pemuda yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Kutabumi, Sabtu (31/10/2026), sekitar pukul 20.00 WIB, mereka menyatakan sikap untuk menolak segala bentuk kekerasan dan perilaku negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Deklarasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum membangun kesadaran kolektif di kalangan pemuda agar lebih mengedepankan persaudaraan, solidaritas, serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dalam deklarasi tersebut, para pemuda RW 003 menyampaikan lima komitmen bersama sebagai bentuk keseriusan mewujudkan lingkungan yang damai dan kondusif.
Pertama, menolak segala bentuk tawuran, kekerasan, permusuhan, narkoba, dan perilaku negatif lainnya.
Kedua, menjunjung tinggi persaudaraan, solidaritas, toleransi, serta saling menghormati antar pemuda.
Ketiga, mengedepankan musyawarah dan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap permasalahan serta tidak mudah terprovokasi.
Keempat, mengisi masa muda dengan kegiatan positif, kreatif, produktif, olahraga, seni budaya, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Kelima, berkomitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian lingkungan serta berperan aktif dalam membangun Kelurahan Kutabumi.

Lurah Kutabumi, Ade Sunaryo, S.Pd., M.M., dalam keterangannya menegaskan bahwa deklarasi damai tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial atau penandatanganan komitmen. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi titik awal perubahan sikap dan perilaku generasi muda di lingkungan Kelurahan Kutabumi.
“Deklarasi damai ini bukan sekadar seremonial atau kegiatan menandatangani komitmen, tetapi harus menjadi titik awal perubahan sikap dan perilaku generasi muda di lingkungan Kelurahan Kutabumi.
Kami Pemerintah Kelurahan Kutabumi tidak ingin melihat pemuda kehilangan masa depannya karena tawuran, kekerasan, narkoba, maupun pergaulan negatif lainnya.
Kami memahami bahwa pemuda membutuhkan ruang untuk berekspresi, membutuhkan perhatian, ruang dialog, dan kesempatan untuk berkembang. Karena itu, pendekatan kami bukan hanya penindakan, tetapi juga pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, serta membuka ruang kegiatan positif bagi generasi muda.
Kami mengajak seluruh orang tua, RT/RW, tokoh masyarakat, Karang Taruna, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga dan membimbing anak-anak kita.
Perlu dipahami, setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jangan sampai perilaku negatif yang dilakukan hari ini merusak masa depan, pendidikan, dan kesempatan mendapatkan berbagai fasilitas maupun bantuan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.
Saya ingin pemuda Kutabumi dikenal bukan karena tawurannya, tetapi karena prestasinya. Bukan karena kekerasannya, tetapi karena karya dan kontribusinya bagi masyarakat.
Mari kita jadikan momentum ini sebagai komitmen nyata: berhenti tawuran, jauhi kekerasan, perkuat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Kutabumi yang aman, damai, dan semakin gemilang.
Ingat, pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan.
Salam Pemuda Damai!”
Dalam pesannya, Ade Sunaryo juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, hingga Karang Taruna, untuk bersama-sama membimbing dan mengarahkan generasi muda ke kegiatan yang lebih bermanfaat.
Menurutnya, upaya menjaga kondusivitas wilayah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan, tetapi harus diimbangi dengan pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, serta penyediaan ruang bagi pemuda untuk menyalurkan kreativitas dan potensinya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Lurah Kutabumi Ade Sunaryo, Kasi Trantib Kelurahan Kutabumi Sarjan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kutabumi Bripka Andri Wijaya, Babinsa Kutabumi Sertu Sudirno, Ketua Forum RW Kutabumi, serta pengurus RW dan RT 003 Kelurahan Kutabumi.
Melalui deklarasi yang mengusung semangat “Stop Tawuran! Stop Kekerasan! Bersatu, Berkarya, Jaga Perdamaian!” tersebut, para pemuda RW 003 diharapkan mampu membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan tertulis.
Dengan semangat kebersamaan, generasi muda Kutabumi diharapkan tumbuh menjadi pemuda yang berkarakter, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Salam Pemuda Damai!










