Fahri Hamzah : Waktunya Konsolidasi Politik

Avatar photo

Selasa, 18 Februari 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Ide Koalisi Permanen dari Prabowo saat acara Kebangsaan di kediaman Prabowo, Hambalang, Jawa Barat. Ketum PKB Muhaimin Iskandar mengatakan Prabowo menawarkan Koalisi Permanen di hadapan Elite parpol koalisi.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah mendukung wacana koalisi permanen yang di gagas oleh Presiden Prabowo.  Saat ini sudah waktunya untuk konsolidasi politik kata Fahri Hamzah.

“Memang momentumnya sudah tepat kita harus konsolidasi politik setelah lebih dari seperempat abad reformasi,” kata Fahri Hamzah kepada wartawan, Senin (17/2/2025).

Baca juga:  Pakar Hukum Sebut Proses Legislasi RUU TNI Cacat, Draf Tak Bisa Diakses Publik

Saat ini waktu tepat untuk berbenah. Dewasa kini politik di Indonesia mulai merusak banyak hal ujar Fahri.

“Politik kita mulai merusak banyak segmen. Saat ini waktu yang tepat untuk berbenah. Elit politik harus saling bersatu,” ujar Fahri.

Fahri menilai Elite politik harus saling bersatu. Dia mengatakan koalisi permanen agar menyatukan elite politik harus segera dilakukan.

Baca juga:  Gelora Desak Moratorium Izin Hutan: “Warga Butuh Reparasi, Bukan Bantuan Sesaat”

“Koalisi untuk menyatukan Elite harus segera dibuat,” ujar Fahri.

Muhaimin mempertegas bahwa Prabwoo menawarkan koalisi permanen di hadapan elite parpol.

“intinya, memperkuat koalisi kita. Kita. Prabowo menawarkan koalisi permanen. Pak Prabowo meminta persatuan menjadi kunci utama pemerintahan,” kata Cak Imin kepada wartawan.

Gelora. Menurut Fahri Hamzah, menyambut baik tawaran itu. Menurutnya, ide Prabowo tersebut memperkuat persatuan bangsa.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana
DPR Kaji Pembentukan Lembaga Khusus Pengelola Aset Sitaan dan Rampasan Negara
13 Tindak Pidana Masuk RUU Perampasan Aset, Korupsi hingga Pertambangan Jadi Sasaran
Lurah Pakuhaji Pastikan Penyaluran Bansos Beras Lancar dan Tertib
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:36 WIB

Musancab 2026, PKB Ngada Panaskan Mesin Politik: Bidik Tambahan Kursi di Legislatif

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 09:57 WIB

PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka

Selasa, 1 September 2026 - 15:02 WIB

Revisi UU Pemilu Disorot, Gelora Dorong Prosedur Lebih Sederhana

Berita Terbaru

Pendidikan

Belum Tersentuh MBG, Ratusan Santri di Serang Dapat Makan Gratis

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:27 WIB

Peristiwa & Bencana

Enam Bulan Kekeringan, Warga Kampung Cerocoh Akhirnya Dapat Bantuan Air Bersih

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:27 WIB

oppo_2

Hukum & Kriminal

Geger! Dugaan Kasus LGBT di Yayasan Darul Ihsan Bikin Warga Karacak Resah

Minggu, 20 Sep 2026 - 14:04 WIB