Gelora Desak Moratorium Izin Hutan: “Warga Butuh Reparasi, Bukan Bantuan Sesaat”

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rully Syumanda, Ketua Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, menyampaikan pandangannya terkait tuntutan pemulihan ekologi atas bencana banjir–longsor di Sumatera.

Rully Syumanda, Ketua Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, menyampaikan pandangannya terkait tuntutan pemulihan ekologi atas bencana banjir–longsor di Sumatera.

JAKARTA, Metrosiar – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menuntut perusahaan-perusahaan besar yang merusak dan merambah hutan di Pulau Sumatera untuk membayar biaya pemulihan ekologis atas bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketua Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup DPP Partai Gelora, Rully Syumanda, menegaskan bahwa perusahaan wajib menanggung pemulihan ekologi, bukan sekadar menggelar seremoni CSR. Ia menyampaikan hal ini pada Rabu (3/12/2025).

Partai Gelora juga meminta audit menyeluruh atas kehancuran hutan, termasuk membuka rantai pasok perusahaan-perusahaan yang terlibat kepada publik.

Rully menilai pemerintah perlu segera menerapkan moratorium izin baru pemanfaatan dan pengelolaan hasil hutan di Sumatera hingga seluruh kawasan tersisa dipetakan dan diamankan. Ia menekankan bahwa warga terdampak harus menerima reparasi sosial, bukan bantuan sesaat, karena kerusakan terjadi akibat aktivitas perusahaan.

Baca juga:  PNIB: Pajak Bukan Palak, Bebaskan PBB untuk Rakyat Tidak Mampu

“Ini bukan takdir, tetapi akibat perbuatan para pelaku yang bahkan hadir di konferensi iklim COP30 di Brazil,” tegas mantan aktivis Walhi tersebut.

Rully Syumanda berdiskusi bersama membahas dampak kerusakan hutan dan perlunya moratorium izin pemanfaatan hutan di Sumatera.

Menurutnya, banjir dan longsor dahsyat yang memporak-porandakan Sumatera merupakan “invoice terbuka” dari puluhan tahun pembabatan hutan oleh industri kayu, pulp and paper, dan perusahaan sawit. Ekosistem yang dulu menjadi benteng alam kini hancur akibat eksploitasi masif.

Baca juga:  Ahmad Jabidi: Gus Muhaimin Figur Pemimpin Masa Depan Indonesia!

Ketika hujan ekstrem turun, tanah yang seharusnya menyerap air sudah tidak mampu lagi. Sungai meluap, kampung hanyut, dan warga menjadi korban kerusakan yang bukan mereka sebabkan.

Rully menyebut kehancuran lingkungan ini bukan semata akibat perubahan iklim, tetapi lebih karena praktek korupsyang mengakar dalam pemberian izin konsesi kepada perusahaan-perusahaan besar.

Ia berharap tragedi yang diperkirakan menelan ribuan korban jiwa itu membuka mata pemerintah dan pelaku industri, bahwa jutaan warga hilir sangat bergantung pada kelestarian hutan.

“Puluhan juta orang menggantungkan hidupnya pada hutan, namun hal itu tidak pernah benar-benar disadari pemerintah dan perusahaan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kritik Tajam AWN Soroti LKPJ Bupati Ngada Dalam Rapat Kerja Komisi 2
Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!
Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia
Kritisi Program Strategis Nasional, Patris Lali Wolo Sentil MBG, KMP dan Sekolah Rakyat: Masyarakat Butuh Pendidikan Gratis
Tanggapi Dinamika Pelantikan Sekda Ngada, Pimpinan DPRD Rekomendasikan RDP
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Dinamika Pelantikan Sekda Ngada, Fraksi Gerindra Tekankan Pentingnya Etika Komunikasi
Anis Matta Buka OK Gelora, Soroti Ketidakpastian Dunia dan Masa Depan Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 21:46 WIB

Kritik Tajam AWN Soroti LKPJ Bupati Ngada Dalam Rapat Kerja Komisi 2

Senin, 6 April 2026 - 09:02 WIB

Gelora Panaskan Mesin 2029, Program Rahasia DPD Mulai Digeber!

Sabtu, 4 April 2026 - 22:17 WIB

Alarm Bahaya! Harga Minyak Bisa Guncang Ekonomi Indonesia

Selasa, 17 Maret 2026 - 08:51 WIB

Kritisi Program Strategis Nasional, Patris Lali Wolo Sentil MBG, KMP dan Sekolah Rakyat: Masyarakat Butuh Pendidikan Gratis

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:28 WIB

Tanggapi Dinamika Pelantikan Sekda Ngada, Pimpinan DPRD Rekomendasikan RDP

Berita Terbaru

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Yohanes Ghae (tengah) didampingi jajaran perangkat daerah saat memberikan keterangan usai apel gabungan terkait penertiban aset dan kepatuhan pajak kendaraan dinas di halaman Kantor Bupati Ngada.

Nusantara

Aset Amburadul & Pajak Menunggak, Pemda Ngada Bergerak!

Kamis, 23 Apr 2026 - 22:44 WIB