Toyota Sebut Adopsi Mobil Hidrogen di Indonesia Bisa Lebih Cepat dari Jepang

Avatar photo

Minggu, 20 April 2025 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil hidrogen Toyota (Foto: Carscoops)

Mobil hidrogen Toyota (Foto: Carscoops)

Metrosiar – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melihat peluang besar bagi Indonesia untuk lebih cepat dalam mengadopsi teknologi mobil hidrogen dibandingkan Jepang.

Hal ini disebabkan karena Indonesia tidak memulai dari awal dalam pengembangan teknologi tersebut.

Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menjelaskan meskipun studi mendalam tetap dibutuhkan, potensi percepatan tetap terbuka.

“Menurut Prof. Eniya, dibutuhkan waktu minimal 10 tahun, namun kami berharap bisa lebih cepat,” ujarnya.

Faktor utama yang menentukan laju adopsi teknologi ini, menurut Nandi, adalah dukungan kebijakan pemerintah, ketersediaan bahan baku lokal, serta ekosistem industri yang mendukung.

Ia menyatakan Indonesia sudah memiliki pijakan awal yang cukup baik.

“Berbeda dengan Jepang yang benar-benar memulai dari nol, kita sudah punya produk dan infrastruktur yang bisa direplikasi. Sekarang tinggal kebijakan dan kesiapan bahan baku,” jelasnya.

Toyota sendiri sudah lebih dahulu membangun stasiun pengisian hidrogen dengan investasi sekitar Rp 34 miliar, bahkan sebelum ada panduan atau peta jalan (roadmap) resmi terkait teknologi ini.

Baca juga:  Tua Bukan Halangan: Kisah Gustaf Håkansson, "Kakek Baja" yang Menaklukkan Lomba Sepeda Legendaris

Sejak satu dekade lalu, Toyota telah menghadirkan kendaraan hidrogen seperti Toyota Mirai ke Indonesia, diikuti dengan versi generasi kedua yang hadir pada 2024 dan model terbaru, Crown FCEV, yang dijadwalkan rilis pada 2025.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya roadmap hidrogen nasional yang kini memberikan arah yang jelas,” kata Nandi.

Ia menambahkan bahwa Toyota akan menyesuaikan langkah selanjutnya mengikuti panduan dari roadmap tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerbitkan Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN), yang menjadi acuan utama dalam pengembangan hidrogen di berbagai sektor, termasuk transportasi.

Dalam roadmap ini, pengembangan dibagi menjadi tiga fase:

  1. Fase Inisiasi (2025-2034): Fokus pada proyek percontohan, pembangunan stasiun pengisian hidrogen, serta penggunaan kendaraan berat seperti bus dan truk berbasis hidrogen.
  2. Fase Pengembangan dan Integrasi (2035-2045): Teknologi fuel cell mulai digunakan pada mobil pribadi dan transportasi laut.
  3. Fase Akselerasi dan Keberlanjutan (2051-2060): Optimalisasi teknologi fuel cell untuk kendaraan listrik, dengan adopsi besar-besaran kendaraan berbasis hidrogen.
Baca juga:  Volvo XC90 Terbaru: Pesona Cinta dari Swedia yang Kini Lebih Sempurna

Selain itu, roadmap tersebut juga mengarahkan pemanfaatan hidrogen untuk kendaraan Fuel Cell Electric Vehicles (FCEV), kapal laut, dan kereta api, mulai dari 2030 hingga 2060.

Menurut proyeksi pemerintah, pada tahun 2030 konsumsi hidrogen untuk sektor transportasi akan mencapai 438 ton per tahun, digunakan oleh sekitar 3.000 unit mobil.

Angka ini diperkirakan melonjak drastis menjadi 530 ribu ton per tahun dengan 3,6 juta unit FCEV pada tahun 2060.

“Pada akhirnya, jika kita bicara soal komersialisasi, yang menentukan adalah konsumen. Konsumen tentu menginginkan biaya penggunaan yang setidaknya setara dengan biaya kendaraan saat ini,” tutup Nandi.(*)

Editor : Ndaya Coya Wodo

Sumber Berita: Detikcom

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.
Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat
JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Pertama di Dunia! Mengenal Di-Space, Pusat Edukasi Kendaraan Listrik Milik BYD
Bobibos: Inovasi BBM Nabati dari Jerami Karya Anak Bangsa, Siap Uji Publik 2026
Solidaritas Tanpa Batas! Warga Lampung di Perantauan Kini Punya Lahan Pemakaman dan Mobil Jenazah Gratis
Penyebab adanya kandungan Etanol pada bahan bakar Pertamina VIVO dan BP-AKR batalkan pembelian
Berita ini 15 kali dibaca
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia optimis adopsi mobil hidrogen di Indonesia bisa lebih cepat dari Jepang. Dengan dukungan infrastruktur, kebijakan pemerintah, dan roadmap hidrogen nasional, Indonesia siap mempercepat pengembangan kendaraan ramah lingkungan berbasis fuel cell.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:01 WIB

Promo September Ceria Azka Motor hadir dengan DP motor Honda mulai Rp500 ribu dan pilihan tenor kredit menarik untuk wilayah Jabodetabek.

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Omoda & Jaecoo Optimis raih target 4000 SPK di GIIAS 2026, antusiasme konsumen terus meningkat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:38 WIB

JAECOO OMODA Tampil percaya diri di GIIAS 2026, minat Konsumen terus meningkat.

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:26 WIB

Pertama di Dunia! Mengenal Di-Space, Pusat Edukasi Kendaraan Listrik Milik BYD

Berita Terbaru

Nusantara

The Significance of Game Reviews at Sloty Casino NZ

Jumat, 4 Sep 2026 - 19:14 WIB