Penyebab adanya kandungan Etanol pada bahan bakar Pertamina VIVO dan BP-AKR batalkan pembelian

Avatar photo

Kamis, 2 Oktober 2025 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metrosiar – Dunia energi nasional kembali diguncang dengan kabar yang mengejutkan. Dua perusahaan swasta besar, Vivo Energy Indonesia dan BP-AKR, dilaporkan resmi Terancam membatalkan rencana pembelian base fuel (bahan bakar minyak murni) dari Pertamina.

Alasan pembatalan ini bukan soal harga, melainkan adanya temuan kandungan etanol sebesar 3,5 persen pada base fuel yang akan mereka beli. Meski angka tersebut sebenarnya masih jauh di bawah batas maksimal 20 persen yang diperbolehkan regulasi, namun keberadaan etanol yang tetap dianggap berisiko oleh kedua perusahaan.

Kenapa Etanol Jadi Masalah?

Bensin yang dicampur etanol sebenarnya bukan hal baru dalam dunia energi. Namun, etanol punya sifat khusus yang menimbulkan kekhawatiran. Senyawa ini bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap air dari udara. Jika kadar air meningkat, kualitas bahan bakar bisa turun drastis dan bahkan memicu korosi (karat) pada tangki maupun komponen mesin kendaraan.

Apalagi jika kualitas bahan bakar tidak terjaga atau penyimpanan tidak ideal, etanol bisa mempercepat kerusakan sistem bahan bakar, membuat SPBU harus menanggung risiko kerugian lebih besar.

Baca juga:  Truk Tangki Bermuatan BBM Tabrak Rumah di Penggilingan, Jaktim: Polisi Lakukan Penanganan

Vivo & BP-AKR Pilih Mundur

Sebelumnya, Vivo sempat menyatakan siap membeli 40.000 barel base fuel dari total 100.000 barel kargo impor tahap pertama yang ditawarkan Pertamina. Namun setelah dilakukan uji lebih lanjut, adanya temuan etanol membuat Vivo menarik diri. Keputusan serupa juga diambil oleh BP-AKR, operator SPBU hasil kolaborasi antara BP dan AKR Corporindo.

Keputusan dua pemain besar ini menimbulkan tanda tanya : apakah kualitas base fuel Pertamina benar-benar terjamin?

Pertamina Belum memberi Penjelasan Detail soal ini.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan mendetail dari pihak Pertamina mengenai temuan kandungan etanol tersebut. Padahal, isu ini bisa berdampak langsung pada reputasi dan kepercayaan pasar, terutama bagi SPBU swasta yang semakin gencar berebut pangsa dengan Pertamina.

Baca juga:  Masjid Al-Istiqlaliyyah Cilongok Kasepuhan Tangerang Raya Diresmikan

Dampak Lebih Luas

Insiden ini bukan sekadar soal satu transaksi gagal. Ada konsekuensi yang lebih besar:
• Pasar BBM swasta bisa semakin selektif dalam membeli bahan bakar dari Pertamina.
• Kepercayaan konsumen terhadap kualitas BBM bisa goyah, terutama jika isu kandungan etanol ini semakin merebak luas.
• Persaingan industri energi makin ketat, di mana SPBU non-Pertamina akan lebih berhati-hati menjaga kualitas produk mereka demi kepercayaan pelanggan.

Kasus pembatalan ini memberi sinyal keras bahwa dalam industri energi, bukan hanya harga yang menentukan, tetapi juga mutu dan kepercayaan. Pertamina kini dituntut untuk memberi jawaban dan penjelasan dengan jelas: mengapa etanol bisa terdeteksi pada base fuel yang dijual, dan bagaimana jaminan mutu dan kualitas ke depan?

Satu hal yang pasti, konsumen kini semakin kritis, dan setiap kesalahan kecil bisa menjadi badai besar di tengah ketatnya persaingan BBM nasional. IDR

Penulis : IDR

Sumber Berita: Dunia energi

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik
Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio
Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat
Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah
Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat
Disambut Bak Pahlawan! Diaspora Ngada Maumere Kobarkan Spirit PSN Ngada U-17, Manajer: “Serang Duluan, Jangan Tunggu Lawan!”
Sikap Gibran Kemungkinan Disebut Perintah Jokowi Bukan Diatur Prabowo
Cara Cek Kena Tilang ETLE atau Tidak Tanpa ke Kantor Polisi, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Menit
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:47 WIB

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30 WIB

Pemerataan Pendidikan Bergerak Cepat! Wabup Berni Dhey Letakkan Batu Pertama TK Sta. Veronika Wolowio

Senin, 27 Juli 2026 - 20:10 WIB

Raymundus Bena Tuntaskan Penantian Puluhan Tahun! SMP Negeri Rawangkalo Resmi Berdiri, Pendidikan Kini Makin Dekat dengan Rakyat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:38 WIB

Bukan Sekadar KKN! 254 Mahasiswa STKIP Citra Bakti Siap Mengabdi 3 Bulan di Nagekeo, Bawa Misi Ubah Perilaku Masyarakat Kelola Sampah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:18 WIB

Longsor Sejak April, Jalan Were–Mataloko Kian Kritis: Proposal Sudah Masuk, Penanganan Belum Terlihat

Berita Terbaru

Penyerahan SK oleh Rudi Ongky G selaku Ketua Markas Daerah Provinsi Banten kepada Panji Kuswanto selaku Ketua Markas Cabang Kabupaten Lebak yang baru

Sosial Kemasyarakatan

LMP Banten Resmi Punya Pangda Baru, Tiga Jabatan Strategis Sekaligus Dilantik

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:47 WIB