Bajawa.Metrosiar- Kepercayaan penuh kader kembali mengalir kepada Andreas Paru. Tanpa menghadapi penantang, ia resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Ngada dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Ngada.
Dukungan bulat dari sembilan Pimpinan Kecamatan (PK) serta organisasi sayap Partai Golkar menjadi penegas kokohnya soliditas internal partai berlambang pohon beringin itu.
Aklamasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kepemimpinan Andreas Paru masih mendapat legitimasi tinggi dari seluruh elemen partai. Selama periode sebelumnya, ia dinilai berhasil menjaga kekompakan kader sekaligus memperkuat eksistensi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik di Kabupaten Ngada.
Musda XI bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum lima tahunan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan arah perjuangan politik, sekaligus memperkuat mesin partai dalam menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
Suasana Musda berlangsung dalam semangat persatuan dan kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, pengurus DPD II Partai Golkar Ngada, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta seluruh peserta yang memiliki hak suara.
Dalam arahannya, Pimpinan DPD I Partai Golkar NTT, F.X. Alain Niti Susanto, menegaskan bahwa Musda harus menjadi momentum memperkuat persatuan kader dan memperbesar kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar.
“Musda harus menjadi momentum memperkokoh persatuan kader, memperkuat mesin partai hingga ke tingkat bawah, serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai Golkar semakin dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Selain membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan, Musda XI juga menetapkan arah kebijakan organisasi, strategi pemenangan pemilu, penguatan kaderisasi, serta peningkatan peran Partai Golkar dalam mendukung pembangunan Kabupaten Ngada.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Andreas Paru menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut akan dijawab dengan kerja kolektif, kepemimpinan yang inklusif, dan konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat desa.
“Musda ini bukan sekadar memilih ketua, tetapi menjadi momentum memperkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat desa, membangun kaderisasi, serta memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Ngada,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader menutup seluruh dinamika selama proses Musda dan kembali bersatu membangun partai.
“Setelah Musda tidak ada lagi perbedaan. Yang ada adalah semangat kebersamaan untuk membangun Golkar yang semakin solid, semakin dicintai masyarakat, dan semakin siap menghadapi setiap agenda politik ke depan,” tegas Andreas.
Dengan mandat yang kembali diberikan secara aklamasi, Andreas Paru membawa optimisme baru bagi Partai Golkar Kabupaten Ngada. Fokus kepemimpinannya diarahkan pada penguatan organisasi hingga ke akar rumput, peningkatan kualitas kader, perluasan basis dukungan masyarakat, serta mengantarkan Golkar meraih hasil terbaik dalam setiap kontestasi politik.
Musda XI pun menjadi titik awal konsolidasi baru bagi Partai Golkar Ngada. Dengan soliditas yang terjaga dan kepemimpinan yang kembali mendapat kepercayaan penuh kader, Golkar optimistis mampu tampil sebagai kekuatan politik yang semakin besar, semakin dekat dengan masyarakat, serta berkontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Ngada.*









