Bobibos: Inovasi BBM Nabati dari Jerami Karya Anak Bangsa, Siap Uji Publik 2026

Avatar photo

Rabu, 12 November 2025 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Metrosiar – Upaya menghadirkan energi bersih dan ramah lingkungan kembali mendapat perhatian melalui inovasi karya anak bangsa. PT Inti Sinergi Formula resmi memperkenalkan Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos), bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati yang diolah dari jerami — limbah sisa panen padi yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Founder Bobibos, M. Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa pemilihan jerami sebagai bahan baku utama didasari oleh pertimbangan ekonomi dan efisiensi produksi. “Kami ingin masyarakat bisa menikmati BBM bersih dengan biaya murah. Aspek komersialisasi berfokus pada batas atas harga pokok produksi (HPP). Buat apa bahan bakar hebat kalau harganya mahal dan tidak laku di pasar,” ujar Ikhlas saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).

Dorong Ekonomi Sirkular di Sektor Pertanian

Penggunaan jerami sebagai bahan baku utama tidak hanya berorientasi pada energi bersih, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular di pedesaan. Petani kini berpotensi memperoleh nilai tambah dari hasil panennya — beras sebagai produk utama dan jerami yang dapat dijual untuk diolah menjadi bahan bakar.

Baca juga:  Nasib Witan Sulaeman Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Lebih Sering Dicadangkan dan Terancam Dicoret Kluivert, Direktur Klub Angkat Bicara: Keputusan Ada di Tangan Pelatih Persija Jakarta

“Sawah seharusnya bisa menjadi pusat energi sekaligus pusat pangan,” tambah Ikhlas.
Ia menegaskan, inisiatif ini dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membantu mengurangi praktik pembakaran jerami yang selama ini menyebabkan polusi udara.

Proses Produksi: Dari Jerami Jadi Energi Bersih

Riset pengembangan Bobibos dilakukan melalui pendekatan tiga pilar: teknologi, komersialisasi, dan regulasi. Dari sisi teknologi, tim Bobibos berhasil merancang mesin biokimia lokal yang mampu mengubah jerami menjadi BBM melalui lima tahapan proses ekstraksi.

Setiap hektare sawah yang menghasilkan sekitar 9 ton jerami dapat diolah menjadi 3.000 liter bahan bakar, dengan komposisi setara antara bensin dan solar. Saat ini, kapasitas produksi Bobibos telah mencapai 300 liter per hari.

Produk ini juga telah melewati berbagai pengujian di Balai Besar Migas (LEMIGAS). Hasilnya, Bobibos memiliki angka oktan RON 98,1, melampaui standar bensin umum yang beredar di pasaran. Uji coba lapangan pun dilakukan menggunakan kendaraan roda dua dan empat, mulai dari Honda BeAT hingga Toyota Alphard, dengan hasil yang dinilai stabil dan efisien.

Baca juga:  Bagaimana Cara Memperoleh Info Mudik Gratis Lebaran 2025? Ini Syarat Daftar

Regulasi dan Rencana Uji Publik Februari 2026

Dari sisi regulasi, PT Inti Sinergi Formula terus berkoordinasi dengan pemerintah. Pembina Bobibos yang juga anggota DPR, Mulyadi, disebut aktif membantu sinkronisasi program dengan arah kebijakan energi nasional.

Rencananya, uji publik Bobibos akan dilakukan pada Februari 2026 di fasilitas riset perusahaan di Jonggol, Bogor, sebelum memasuki tahap komersialisasi penuh.

Dengan inovasi ini, Bobibos diharapkan menjadi simbol kemandirian energi nasional yang berakar dari sumber daya lokal dan ramah lingkungan.

“Kami percaya, masa depan energi Indonesia ada di tangan inovasi yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat,” tutup Ikhlas.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya
Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku
Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu
Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama
Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana
Haji 2026 Tetap Jalan di Tengah Konflik Timur Tengah, Ini Jaminan Saudi
IPMA Gelar Buka Bersama Pengelola Gedung se-Jabodetabek, Soroti Efisiensi Energi hingga Inovasi Teknologi Gedung
Sahabat Nabi Muhammad SAW Yang Diyakini Masih Hidup Hingga Saat Ini
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:18 WIB

Resmi! Norman Ginting Duduki Kursi Puncak METI, Ini Fakta Pentingnya

Minggu, 26 April 2026 - 15:44 WIB

Geger Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih, Ini Sosok Cole Tomas Allen, Sang Guru Terbaik yang Menjadi Pelaku

Senin, 20 April 2026 - 07:46 WIB

Harga Emas Terpukul, Lonjakan Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Rabu, 15 April 2026 - 10:40 WIB

Perpanjang Pajak Kendaraan Tanpa Harus Melampirkan KTP Pemilik Pertama

Senin, 30 Maret 2026 - 13:00 WIB

Awas! Share Video Serangan di Saudi Bisa Dipidana

Berita Terbaru

Proses pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Buntu Sugi, Jalan Poros Makassar–Toraja, masih berlangsung dan mulai menjadi perhatian warga.

Politik & Pemerintahan

Heboh Pembangunan Koperasi Merah Putih di Buntu Sugi, Harga Jadi Penentu Nasib!

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:34 WIB

Suasana rapat koordinasi Tenaga Pendamping Profesional Desa Kabupaten Enrekang terkait evaluasi dan konsolidasi percepatan pencairan Dana Desa Tahun 2026 di Cafe Mr. Coffeid.

Politik & Pemerintahan

Suasana Santai Tapi Serius! Pendamping Desa Enrekang Fokus Bahas Dana Desa 2026

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:08 WIB

Personel gabungan TNI, Satpol PP, dan instansi terkait bersiaga saat proses pembongkaran bangunan liar di kawasan Jalan Raya Puri Jaya, Pasar Kemis.

Politik & Pemerintahan

Bangli di Pasar Kemis Dibongkar, Jalan dan Saluran Air Akhirnya Dinormalisasi

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:56 WIB