Metrosiar – Mantan Presiden RI, Joko Widodo, angkat bicara terkait gugatan yang dilayangkan calon pembeli mobil Esemka terhadap dirinya. Gugatan tersebut muncul karena pembeli merasa dirugikan akibat tidak bisa memesan kendaraan.
Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan bahwa urusan produksi mobil Esemka bukan merupakan ranahnya. Ia menyebut hal tersebut sepenuhnya berada di tangan pihak swasta.
“Itu sudah masuk ke wilayah swasta. Masa kita ikut-ikut terus,” ujar Jokowi saat berada di Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/4/2025).
Ia menambahkan, selama menjabat sebagai presiden, pemerintah telah membuka ruang bagi pengembangan industri otomotif lokal. Namun, soal produksi, pemasaran, hingga penjualan, semuanya menjadi tanggung jawab perusahaan.
Menurut Jokowi, gugatan tersebut tidak tepat sasaran. Ia menilai, jika ada pihak yang kesulitan membeli produk, maka seharusnya yang bertanggung jawab adalah produsen, bukan pemerintah atau dirinya secara pribadi.
Jokowi juga mengungkapkan, ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, peran pemerintah hanya sebatas mendorong proses perizinan dan mendukung karya siswa SMK yang terlibat dalam proyek tersebut.
“Itu pabrik milik swasta. Pemerintah kota hanya mendorong hasil karya anak SMK dan teknisi otomotif untuk melalui proses uji emisi. Itu yang dilakukan pemerintah,” jelasnya.
Ia juga menyebut pernah mendorong hadirnya investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan para investor.
Sementara itu, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK), produsen mobil Esemka, mencatat penjualan puluhan unit kendaraan selama ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023.
Direktur Utama PT SMK, Eddy Wirajaya, menyampaikan jumlah kendaraan yang berhasil terjual berada di kisaran antara 30 hingga 100 unit.(*)
Editor : Nedu Wodo Mezhe










