Tersandera UMP, Harapan Kelas Pekerja Menengah Bawah di Tengah Kenaikan Harga dan Ketidakpastian Global

Avatar photo

Kamis, 10 April 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaji kecil, harga naik, harapan menipis. Kelas pekerja menengah bawah terjepit di tengah janji dan krisis global (Ilustrasi/Pixabay)

Gaji kecil, harga naik, harapan menipis. Kelas pekerja menengah bawah terjepit di tengah janji dan krisis global (Ilustrasi/Pixabay)

 

Metrosiar – Kelas pekerja menengah bawah di Indonesia menghadapi tantangan berat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Hanya mengandalkan pendapatan yang sering kali setara Upah Minimum Provinsi (UMP), banyak yang kesulitan mengimbangi kenaikan biaya hidup yang terus menerjang.

Sebagai contoh, UMP DKI Jakarta pada 2024 mencapai Rp5,07 juta. Tetapi, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata konsumsi rumah tangga di Jakarta pada 2022 mencapai Rp14,88 juta per bulan.

Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dua anggota keluarga yang bekerja dengan gaji UMP, total pendapatan mereka masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya hidup rata-rata di ibu kota.

Kenaikan harga kebutuhan pokok memperparah situasi ini. Inflasi yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik dan perang dagang, menyebabkan harga pangan melonjak.

Baca juga:  Nissan GT-R Rp5,5 Miliar, Ducati, BMW, Deretan Kendaraan Mewah Sitaan OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer

Akibatnya, sebagian besar pendapatan pekerja habis untuk memenuhi kebutuhan dasar, tanpa sisa untuk tabungan atau investasi masa depan.

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto pada November 2024 mengumumkan kenaikan rata-rata upah minimum nasional sebesar 6,5% untuk tahun 2025.

Beliau menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan buruh, menyatakan bahwa “kesejahteraan buruh adalah sesuatu yang sangat penting. Kita akan berjuang terus perbaikan kesejahteraan mereka”.

Namun, menurut Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), kenaikan upah minimum sebesar 6,5% masih terlalu rendah untuk mendorong konsumsi rumah tangga.

Ia menekankan perlunya kebijakan komprehensif yang mencakup pengendalian harga kebutuhan pokok dan penyediaan perumahan terjangkau bagi pekerja.​

Selain itu, pemerintahan Prabowo-Gibran juga memperkenalkan program bantuan sosial, seperti pemberian makanan bergizi gratis untuk anak-anak dan ibu hamil, dengan alokasi Rp10.000 per hari per individu.

Baca juga:  Fahri Hamzah Jadi Alasan Hikmatullah Bergabung ke Partai Gelora Indonesia

Program ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran keluarga pekerja.

Meskipun ada upaya dari pemerintah, banyak pekerja tetap merasa pesimis tentang masa depan mereka.

Kenaikan harga rumah yang tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan membuat kepemilikan rumah semakin sulit dijangkau.

Ditambah dengan ketidakpastian ekonomi global akibat krisis dan perang dagang, rasa ketidakpastian semakin meningkat.

Untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam merumuskan kebijakan yang berkelanjutan.

Selain itu, stabilitas ekonomi dan politik global juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(*)

Editor : Konrad

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel
Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031
Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat
Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
Kaki Tak Ia Miliki, Tapi Mimpinya Melangkah Jauh: Rinto Moti dan Lukisan yang Menyentuh Jiwa dari Boradho
Uang Rusak Masih Banyak Beredar, Warga Kesulitan Bertransaksi
Perang Iran–Israel Makin Membara, Benarkah Israel Akan Jadi Musuh Bersama di Kawasan?
Berita ini 31 kali dibaca
Kelas pekerja menengah bawah kian terhimpit: gaji UMP hanya cukup untuk makan, harga rumah dan bahan pokok terus melonjak. Di tengah janji kesejahteraan pemerintah Prabowo-Gibran, realitas hidup membuat banyak orang pesimis menatap masa depan yang makin tak pasti.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 22:20 WIB

Masyarakat Sudah Diminta Pilah Sampah, Lalu Pemerintah Mau Apa? Penggiat Lingkungan Soroti Sistem Tangsel

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:38 WIB

Profil Gus Kikin, Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Muktamar NU 2026, Harapan KH Marsudi Suhud Membawa Gagasan NU Mandiri, Cerdas, dan Merakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Penggiat Lingkungan Tangsel Soroti Sampah: “Masalah Sampah Bukan Soal Anggaran!”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Berita Terbaru

Bisnis & Investasi

Akses Keuangan 92,76%, Annisa Mahesa Bongkar Masalah yang Masih Mengintai!

Jumat, 25 Sep 2026 - 14:05 WIB