Metrosiar – Pengusaha nasional Pieter Tanuri semakin memperkuat posisinya sebagai pemilik utama Bali United.
Melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (kode saham: BOLA), Pieter kini menguasai hampir 40 persen saham klub yang bermarkas di Gianyar, Bali.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, per 2022 Pieter tercatat memiliki sekitar 2,39 miliar saham atau setara 39,97 persen kepemilikan individu.
Nilai investasinya diperkirakan lebih dari Rp1 triliun. Peningkatan kepemilikan terjadi setelah Pieter membeli 2,5 juta saham BOLA pada (25/1/22) dengan harga Rp412 per saham.
Sebelumnya, pada (12/21), ia juga menambah porsi kepemilikan senilai Rp18,8 miliar, sehingga sahamnya naik dari 39,31 persen menjadi 39,80 persen.
Klub yang awalnya bernama Putra Samarinda ini resmi diambil alih Pieter pada (15/2/15).
Setelah akuisisi, markas dipindahkan ke Bali dan nama diubah menjadi Bali United Football Club.
Transformasi besar dilakukan, mulai dari identitas klub, manajemen, hingga model bisnis.
Pada (17/6/19), Bali United mencatat sejarah sebagai klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang go public di Bursa Efek Indonesia.
Saat itu, sekitar 33,33 persen saham dilepas ke publik, menghasilkan dana Rp350 miliar.
Selain Pieter, pemegang saham lainnya antara lain PT Asuransi Central Asia (8,88 persen), Ayu Patricia Rachmat (5,08 persen), dan publik (45,08 persen).
Mayoritas kendali tetap berada di PT Bali Bintang Sejahtera Tbk dengan kepemilikan 66,7 persen.
Langkah Pieter memperkuat kepemilikan saham dipandang sebagai sinyal komitmen jangka panjang untuk membawa Bali United menjadi klub yang lebih profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan baik di level domestik maupun internasional.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









