Kabupaten Tangerang, Metrosiar – Maroko merasa pantas melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mendominasi Belanda. Satu hal yang tak disangka Maroko: Belanda akan main bertahan.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 dalam laga di Guadalupe, Selasa (30/6/2026) pagi WIB. Tertinggal lebih dulu akibat gol Cody Gakpo di babak pertama, Singa Atlas menyamakan skor pada masa injury time dan skor bertahan sampai babak tambahan.
Meski tertinggal lebih dulu dan harus lolos lewat adu penalti, tapi secara pertandingan Maroko tampil lebih dominan. Tim besutan Mohamed Ouahbi itu lebih banyak menguasai bola dan lebih berbahaya saat membangun serangan.
Total 11 tembakan dilepaskan Maroko dengan lima yang on target, sementara Belanda hanya punya enam percobaan dan dua yang mengarah ke gawang. Belanda memang melakukan pendekatan defensif, bahkan sejak sepak mula dengan menurunkan lima pemain bertahan.
Pelatih Belanda Ronald Koeman merasa pendekatan ini perlu dilakukan demi membatasi peluang Maroko, meski pada akhirnya tersingkir juga. Perubahan yang diakui Ouahbi mengejutkan.
“Saya sungguh tidak memperkirakan taktik blok rendah semacam ini karena Belanda itu biasanya suka menguasai bola dan sangat kuat saat mereka melakukannya,” ujarnya dikutip Reuters.
“Tapi saya melihat gaya main yang seperti ini sebagai bentuk respek.”
Maroko berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Mereka finis keempat di Piala Dunia 2022 dan kali ini dalam jalur tepat untuk setidaknya mengulangi itu.
Lawan berikutnya adalah Kanada dan di atas kertas Achraf Hakimi dkk diunggulkan. Ouahbi menegaskan timnya datang dengan percaya diri.
“Tidak ada yang bisa menghentikan kami memainkan gaya sepakbola yang kami tahu. Tapi tidak ada yang tak terkalahkan. Kalau kami melakukan kesalahan, kami akan pulang,” cetusnya.









