Sleman Produksi 700 Ton Sampah per Hari, Warga Dorong Inovasi Magot dan Biopori

Avatar photo

Jumat, 12 September 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman hasilkan 700 ton sampah per hari. DLH dorong warga pilah sampah, terapkan 3R, dan manfaatkan teknologi magot serta biopori. (Ilustrasi AI Generated)

Sleman hasilkan 700 ton sampah per hari. DLH dorong warga pilah sampah, terapkan 3R, dan manfaatkan teknologi magot serta biopori. (Ilustrasi AI Generated)

Metrosiar – Produksi sampah di Kabupaten Sleman mencapai 700 ton per hari, setara rata-rata 1,2 kilogram per orang. Kondisi ini menuntut kesadaran masyarakat untuk lebih serius dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Andi Triyanto, dalam sosialisasi pengelolaan sampah dan penyerahan kendaraan roda tiga Viar di Bank Sampah Sedyo Makmur Penen, Kamis (11/9/25), menegaskan bahwa sampah rumah tangga wajib dipilah sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 22 Tahun 2022.

“Karena TPA Piyungan sudah tidak beroperasi, saat ini Pemkab menyiapkan tiga TPST di Tamanmartani, Sendangsari, dan Donokerto. Namun pengelolaan sebaiknya dilakukan langsung di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Baca juga:  TPA Kaligending Jadi Sorotan: Atkarbonist Dorong Inovasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Inovasi Warga: Magot dan Biopori

Perwakilan KSM Rukun Makmur Gancahan, Farid Fachrudin, menilai regenerasi pengelola sampah masih jadi tantangan. Meski begitu, inovasi terus dilakukan. Sejak 2021, warga menjalankan sistem rondo sampah (pengambilan oleh bapak-bapak) dan dudah sampah (pemilahan oleh ibu-ibu).

Ia menjelaskan, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk menggunakan teknologi magot dan biopori. “Magot mengurai sampah hanya dalam 24 jam, sedangkan biopori membantu menyuburkan tanah, mencegah banjir, dan mengurangi emisi gas metan,” ujarnya.

Produk pupuk organik warga kini dimanfaatkan untuk budidaya anggur, stevia, asparagus, hingga pisang ambon cavendish yang sudah dipasarkan ke toko buah.

3R dan Nilai Ekonomi Sampah

Baca juga:  Apel Perdana 2026, Kakorlantas Tekankan Transformasi Polantas: Ini Pesan Tegasnya untuk Seluruh Jajaran

DLH Sleman juga mendorong penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), misalnya mengurangi plastik sekali pakai dengan membawa tumbler, menggunakan kembali tas belanja, serta mendaur ulang limbah rumah tangga.

Menurut Farid, sampah juga bisa menghasilkan uang. “Jelantah dijual Rp7 ribu per liter, plat nomor bekas Rp17 ribu per kilo. Dari hasil itu, kas warga bisa bertambah Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan, bahkan mampu membiayai kegiatan tanpa iuran,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah Daerah

Sementara itu, anggota DPRD Sleman, Timbul, berharap fasilitas yang diberikan DLH dapat dimanfaatkan secara optimal. “Motor Viar ini semoga benar-benar membantu memperkuat pengelolaan sampah di masyarakat,” ujarnya.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: Slemankab.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 38 kali dibaca
Sleman menghasilkan 700 ton sampah per hari, mendorong perlunya pengelolaan berbasis 3R. DLH Sleman menekankan pemilahan sampah rumah tangga sesuai aturan, sementara warga memanfaatkan teknologi magot dan biopori untuk mengolah sampah organik. Upaya ini tak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB