Harta Diam-diam Dipindah ke Luar Negeri, Apa yang Dikhawatirkan Orang Kaya Indonesia?

Avatar photo

Jumat, 11 April 2025 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang-orang kaya Indonesia mulai memindahkan aset ke luar negeri akibat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi dalam negeri. Ilustrasi Dolar AS. (PIXABAY/PASJA1000)

Orang-orang kaya Indonesia mulai memindahkan aset ke luar negeri akibat kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan stabilitas ekonomi dalam negeri. Ilustrasi Dolar AS. (PIXABAY/PASJA1000)

 

Metrosiar – Sejumlah warga kaya Indonesia mulai memindahkan ratusan juta dolar AS ke luar negeri, demikian dilaporkan Bloomberg pada Jumat (11/4/2025).

Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran yang meningkat terhadap ketidakpastian fiskal dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Aset seperti emas dan properti tetap menjadi pilihan aman, namun kini mata uang kripto, khususnya stablecoin USDT milik Tether Holdings SA, juga makin digemari.

Ketiga instrumen ini memungkinkan pengalihan dana dalam jumlah besar tanpa banyak perhatian publik.

Dalam laporan tersebut, Bloomberg mewawancarai lebih dari selusin manajer kekayaan, bankir, penasihat keuangan, dan individu kaya, semuanya meminta identitasnya dirahasiakan.

Seorang bankir menyebut klien asal Indonesia dengan kekayaan bersih 100–400 juta dolar AS mulai mengonversi hingga 10 persen aset mereka ke kripto sejak Oktober 2024.

Akselerasi terjadi setelah nilai tukar rupiah melemah tajam pada Maret 2025.

Gelombang dana keluar ini diyakini turut menekan nilai tukar rupiah, yang pada Rabu (9/4/2025) sempat menyentuh titik terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS.

Nilai tukar sempat pulih pada Kamis seiring penyesuaian investor terhadap potensi konflik dagang baru dari Presiden AS Donald Trump.

Baca juga:  Kapan Waktu Berbuka Puasa di Medan Hari Ini, Cek Jadwal, Doa Lengkap dengan Terjemahan hingga Kalender Ramadan 1446 Hijriah

Pasar keuangan Indonesia juga tertekan oleh kekhawatiran terhadap belanja besar-besaran di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkahnya memperbesar peran militer, meningkatkan belanja Negara, serta kebijakan BUMN dinilai meningkatkan volatilitas di pasar saham dan valuta asing.

Seorang mantan eksekutif konglomerat Indonesia mengungkap ia rutin membeli USDT dalam beberapa bulan terakhir demi menjaga nilai aset dan kemudahan transfer lintas negara.

Ia menyebut ketidakpastian ekonomi dan politik sebagai alasan utama.

Bloomberg menyoroti kekhawatiran investor atas target pertumbuhan ekonomi Prabowo sebesar 8 persen, yang dinilai membutuhkan lonjakan belanja pemerintah.

Hal ini menimbulkan risiko terhadap defisit fiskal, peningkatan utang, tekanan inflasi, dan potensi kenaikan pajak.

Meski belum mencapai skala eksodus modal seperti krisis 1998, sejumlah sumber menilai gejalanya kian nyata.

Sejak Februari 2025, sebuah firma keuangan mencatat kliennya memindahkan sekitar 50 juta dolar AS ke Dubai dan Abu Dhabi, naik signifikan dibanding 10 juta dolar di kuartal sebelumnya.

Dana tersebut kerap digunakan untuk membeli properti atas nama kerabat atau teman guna menghindari pengawasan. Beberapa klien bahkan mengamankan visa kerja Dubai agar dapat membentuk perusahaan cangkang.

Baca juga:  Kapolda Banten Bongkar 10 Tambang Ilegal: “Tidak Ada Ruang untuk Penambangan Ilegal di Banten!”

Wilayah Timur Tengah mulai dipandang sebagai tujuan baru bagi penyimpanan aset, menyusul pengawasan perbankan yang makin ketat di Singapura setelah skandal pencucian uang.

Dana Ratusan Juta Dolar Kabur dari RI, Orang Kaya Panik. Orang kaya Indonesia alihkan dana ke luar negeri lewat emas, properti, dan USDT di tengah kekhawatiran fiskal dan pelemahan rupiah.
Rupiah Terjun Bebas, Miliarder Indonesia Serbu Kripto dan Emas. Ilustrasi aset kripto (PIXABAY/PHOTOSPIRIT)

Di sisi lain, kripto seperti USDT memungkinkan transaksi besar secara diam-diam, meski tetap membawa risiko volatilitas.

USDT kini banyak digunakan di Indonesia untuk menukar mata uang dan memindahkan dana lebih dari 100.000 dolar AS ke luar negeri.

Meskipun tidak ada kontrol modal resmi, transaksi besar tetap dapat menarik perhatian otoritas untuk kepatuhan terhadap regulasi anti pencucian uang.

Chief Marketing Officer Tokocrypto, Wan Iqbal, menyatakan pasangan perdagangan USDT per rupiah kini mencakup lebih dari seperempat volume harian di platform mereka, menandakan minat yang terus meningkat terhadap kripto sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian makro.

Sementara itu, analis Global Counsel LLP Dedi Dinarto menilai arus keluar dana ini masih bisa dikendalikan, asalkan pemerintah mampu menjamin disiplin fiskal dan menunjukkan komitmen terhadap proyek-proyek strategis seperti infrastruktur.(*)

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: bloomberg.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 43 kali dibaca
Orang kaya Indonesia alihkan dana ke luar negeri lewat emas, properti, dan USDT di tengah kekhawatiran fiskal dan pelemahan rupiah.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Dokumentasi mediasi kekeluargaan Polsek Pasar Kemis bersama kedua belah pihak, Bhabinkamtibmas Bripka Hendrasari (kedua dari kiri), dan Babinsa Kopda Gelar (kanan), sebagai upaya penyelesaian perselisihan secara damai.

Hukum & Kriminal

HP Dibanting hingga LCD Pecah, Polsek Pasar Kemis Mediasi Dua Pekerja

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:35 WIB

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB