Bajawa.Metrosiar- Dukungan anggaran untuk penanganan dampak Gempa Flores di Kabupaten Ngada terus menguat. Hingga 9 September 2026, total dukungan yang disiapkan dan tercatat dalam skema Belanja Tidak Terduga (BTT) mencapai Rp24,835 miliar.
Dari total tersebut, sebanyak Rp3,397 miliar telah direalisasikan untuk kebutuhan penanganan selama masa Tanggap Darurat. Sementara pengajuan pembayaran berikutnya senilai Rp2,055 miliar saat ini masih dalam proses.
Penjabat Sekda Ngada, Yohanes Ghae, menjelaskan rincian dukungan pembiayaan tersebut ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (10/9/2026), melalui pesan WhatsApp.
Menurut Yohanes, dukungan anggaran tersebut bersumber dari BTT APBD Kabupaten Ngada serta berbagai bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah lain, lembaga pemerintah, pihak swasta hingga sumbangan pribadi.
“Total anggaran yang disiapkan dan tercatat sebagai tambahan dukungan BTT untuk penanganan bencana mencapai Rp24.835.000.000,” jelas Yohanes.
Banpres Rp20 Miliar Jadi Dukungan Terbesar
Dari total tersebut, BTT APBD Induk Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2026 dialokasikan sebesar Rp4,5 miliar.
Anggaran tersebut direncanakan mendapat tambahan Rp3 miliar melalui Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari DAU Tambahan.
Sementara dukungan terbesar berasal dari Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp20 miliar yang diterima Pemerintah Kabupaten Ngada pada 24 Agustus 2026.
Dana tersebut kemudian dianggarkan ke dalam BTT APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Peraturan Bupati Ngada Nomor 30 Tahun 2026 tanggal 26 Agustus 2026 tentang Perubahan Kedua Penjabaran APBD Tahun 2026.
Selain Banpres, dukungan juga datang dari sejumlah pemerintah daerah dan lembaga.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memberikan dukungan Rp50 juta yang diterima pada 27 Agustus 2026.
Kemudian BPOM Ende memberikan dukungan sebesar Rp95 juta pada 2 September 2026. Pada tanggal yang sama, Pemerintah Daerah dan ASN Kabupaten Belu turut memberikan dukungan sebesar Rp80 juta.
Dukungan lainnya datang dari Rio Prayoga melalui sumbangan pribadi Bupati Situbondo sebesar Rp10 juta, yang diterima pada 7 September 2026.
Pada tanggal yang sama, Koperasi TLM memberikan dukungan sebesar Rp100 juta dan langsung ditambahkan ke dalam BTT.
Dengan akumulasi berbagai sumber tersebut, total dukungan anggaran yang disiapkan untuk memperkuat penanganan dampak gempa di Kabupaten Ngada mencapai Rp24,835 miliar.
RKB Tanggap Darurat Capai Rp12,6 Miliar
Untuk membiayai kebutuhan selama masa Tanggap Darurat, Pemkab Ngada telah menyusun Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) sebesar Rp12.638.990.000.
Dari kebutuhan tersebut, realisasi BTT yang secara khusus telah digunakan untuk penanganan Tanggap Darurat Gempa mencapai Rp3.397.202.404.
Selain realisasi tersebut, terdapat pengajuan pembayaran sebesar Rp2.055.000.000 yang saat ini masih dalam proses.
Pemkab Ngada memastikan penggunaan BTT diarahkan untuk memenuhi kebutuhan penanganan bencana selama masa Tanggap Darurat dengan tetap mengacu pada kebutuhan di lapangan serta ketentuan pengelolaan keuangan daerah.
Tak Berhenti di Tanggap Darurat, Sisa BTT Disiapkan untuk Pemulihan
Penanganan Gempa Flores di Ngada tidak berhenti setelah masa Tanggap Darurat berakhir. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan skema penggunaan anggaran untuk mendukung proses pemulihan pascagempa.
Mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1.4/6304/SJ tanggal 3 September 2026 tentang penggunaan bantuan pemerintah pusat dan bantuan keuangan pemerintah daerah serta pergeseran anggaran dalam APBD pada daerah bencana di wilayah Provinsi NTT, sisa anggaran BTT nantinya akan digeser ke program dan kegiatan pada perangkat daerah sektor terkait.
Pergeseran anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung rekonstruksi dan pemulihan pascagempa di Kabupaten Ngada.
Artinya, dukungan anggaran yang telah dihimpun pemerintah tidak hanya menjadi penyangga kebutuhan darurat, tetapi juga diproyeksikan untuk menopang tahapan pemulihan masyarakat dan pembangunan kembali wilayah yang terdampak.
Dengan masa Tanggap Darurat yang segera berakhir, tantangan berikutnya bagi Pemkab Ngada adalah memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak serta mempercepat proses pemulihan pascagempa.*










