Lebak, Metrosiar — Partai Gelora Indonesia DPW Banten menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Pondok Pesantren Shirotul Huda, Kabupaten Lebak, pada Minggu (16/11/25).
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan, serta dirangkaikan dengan aksi penanaman pohon sebagai simbol komitmen kebaikan dan keberlanjutan organisasi.
Rakorwil ini dihadiri oleh seluruh DPD Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten, meliputi:
- DPD Kota Tangerang
- DPD Kota Tangerang Selatan
- DPD Kabupaten Tangerang
- DPD Kabupaten Lebak
- DPD Kabupaten Pandeglang
- DPD Kabupaten Serang
- DPD Kota Cilegon
Kehadiran para pengurus daerah ini menunjukkan kuatnya soliditas internal serta kekompakan struktur partai di tingkat wilayah.
Ketua DPW Partai Gelora Banten, Wisnu Yudha, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya pertemuan rutin, melainkan momentum untuk memperkuat arah gerak partai menuju agenda strategis 2029.
“Semoga pohon yang kami tanam hari ini bisa terus tumbuh, berkembang semakin besar, dan berbuah lebat. Pohon ini kami harapkan memberi manfaat bagi para santri nantinya, sebagaimana harapan kami terhadap Pondok Pesantren Shirotul Huda dan Partai Gelora menuju 2029,” ujar Wisnu.
Dalam rangkaian kegiatan, para pengurus DPW dan DPD menanam dua pohon buah, yakni pohon sawo dan pohon kelengkeng. Pemilihan dua pohon ini melambangkan “buah manis” yang akan terwujud di masa depan ketika kebaikan, kerja keras, dan komitmen ditanam sejak hari ini.
Aksi penanaman pohon juga mencerminkan kepedulian Partai Gelora terhadap lingkungan pesantren dan para santri.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat hubungan emosional dan kemitraan antara partai politik dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai basis strategis pembinaan generasi muda.
Rakorwil menghasilkan sejumlah arahan penting, mulai dari penguatan struktur organisasi, optimalisasi kaderisasi, hingga konsolidasi langkah kerja politik menghadapi kontestasi 2029.
Seluruh DPD pun menegaskan kesiapan untuk meningkatkan kinerja serta memperluas jejaring kolaborasi di tingkat lokal.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang menjadi simbol harapan agar pohon-pohon yang ditanam, serta kerja-kerja kebaikan yang dilakukan, memberi manfaat luas dan menjadi warisan positif bagi generasi berikutnya.*









