Jakarta, Metrosiar – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar OK Gelora atau Orientasi Kepartaian Partai Gelora Indonesia untuk menyambut anggota baru. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring selama dua hari, Sabtu–Minggu, 7–8 Maret 2026.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari peluncuran Program Nasional Rekrutmen 1,5 juta anggota menuju kemenangan pada Pemilu 2029 yang diluncurkan pada Sabtu (28/2/2026).
OK Gelora dibuka langsung oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. Dalam arahannya, Anis Matta mengatakan bahwa Partai Gelora adalah partai masa depan yang didirikan oleh orang-orang yang gelisah terhadap tatanan lama dunia yang dinilai sudah tidak relevan.

“Kita seperti sedang berjalan dalam lorong waktu yang gelap, yang penuh dengan kekecewaan. Sementara tatanan baru belum lahir,” kata Anis Matta, Minggu (8/3/2026).
Menurut dia, dunia saat ini berada dalam ancaman perang besar yang dapat menghancurkan umat manusia, seperti konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah apabila eskalasinya terus meluas.
“Kita sadar, ini bukan masalah yang sederhana. Itu masalah yang melampaui kemampuan kita untuk menyelesaikannya,” katanya.
Namun sebagai manusia yang beragama, seluruh umat manusia memiliki tanggung jawab untuk mencegah terjadinya perang besar tersebut.
“Sejarah ini yang menyatukan kita, yang kita sebut dengan gelombang dari orang-orang yang gelisah, dengan sadar dan bertanggung jawab kepada rakyat. Partai Gelora mau menjadi pelaku sejarah yang akan menentukan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Anis Matta juga menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota baru Partai Gelora.
“Selamat bergabung di Partai Gelombang Rakyat Indonesia, partai masa depan,” tandas Anis Matta yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Ketua Tim Desk Rekrutmen DPP Partai Gelora, Triwisaksana, mengatakan bahwa OK Gelora merupakan bagian dari ekosistem rekrutmen anggota yang telah diluncurkan oleh Ketua Umum Partai Gelora pada pekan sebelumnya.
“Ketika kita sudah menjadi anggota baru Partai Gelora, maka kita tidak bisa hanya berdiam diri. Kita mesti menjadi anggota aktif, untuk kemudian membesarkan dan melebarkan serta meluaskan pengaruh dari partai ini,” kata Triwisaksana.
Karena itu, setiap kader baru diwajibkan mengikuti program OK Gelora atau Orientasi Kepartaian Partai Gelora Indonesia.
“Sesudahnya wajib mengikuti program lain seperti program kaderisasi, pengembangan wawasan, atau program-program lainnya di Partai Gelora,” ujarnya.
Triwisaksana yang juga Ketua DPP Partai Gelora Koordinator Bidang Penggalangan berharap setelah aktif sebagai kader, anggota baru mulai menjalankan tugas perekrutan anggota lainnya.
“Kita punya program ‘Member Get Member’. Satu anggota merekrut satu anggota baru. Silakan mereka yang punya keluarga, tetangga, teman, alumni dan lain sebagainya, ajak mereka gabung ke Partai Gelora,” ujarnya.
Bang Sani, sapaan akrab Triwisaksana, menambahkan bahwa setiap kader Partai Gelora akan mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam pengembangan wawasan dan kapasitas diri.
“Sekali lagi kami berharap, yang sudah menjadi anggota bisa mengajak teman-teman kita, anggota keluarga kita, dan yang lainnya bergabung bersama Partai Gelora. Partai Gelora menargetkan merekrut 1,5 juta anggota menjelang Pemilu 2029,” pungkasnya.
Pada hari pertama, setelah membuka pelaksanaan OK Gelora, Anis Matta menyampaikan materi tentang “Mengapa Memilih Partai Gelora?”. Materi tersebut sebelumnya direncanakan disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Fahri Hamzah, namun berhalangan hadir karena ada tugas negara.
Sementara Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik membawakan materi tentang “Indonesia dan Dunia Hari Ini”.
Adapun Rofi’ Munawar, Ketua Koordinator Pelaksana Harian DPP Partai Gelora, menyampaikan materi bertajuk “Menciptakan Sejarah Peradaban Bersama Gelora”.
Pada hari kedua, OK Gelora mengangkat tema “120 Menit Awal untuk Kiprah Besar” yang memperdalam materi hari pertama.
Materi tersebut dibagi dalam dua sesi, yakni “Indonesia & Dunia Hari Ini, Kenapa Bangsa Ini Butuh Arah Baru?” serta “Mengapa Partai Gelora? Gerakan Arah Baru Indonesia”.
OK Gelora diikuti calon anggota baru dari seluruh Indonesia, anggota baru, kader, serta fungsionaris DPP, DPW, dan DPD Partai Gelora.









