PLTSa akan Dilelang akhir Tahun, PLN Siapkan Proyek di Berbagai Kota

Avatar photo

Jumat, 12 September 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lelang PLTSa ditargetkan akhir 2025, tarif listrik sampah dipatok US$0,20/kWh, PLN siap kembangkan proyek di berbagai kota besar. (Ilustrasi AI Generated)

Lelang PLTSa ditargetkan akhir 2025, tarif listrik sampah dipatok US$0,20/kWh, PLN siap kembangkan proyek di berbagai kota besar. (Ilustrasi AI Generated)

Metrosiar – Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menargetkan lelang proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) secara resmi dibuka pada akhir 2025.

Ia menyebut saat ini pihaknya masih menunggu terbitnya revisi Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) berbasis teknologi ramah lingkungan.

“Dalam waktu dekat kita akan launching secara terbuka dan diharapkan prosesnya bisa berjalan secepat mungkin,” kata Rosan di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/25).

Rosan menegaskan percepatan lelang diharapkan dapat mendorong pembangunan sekaligus operasi komersial PLTSa di sejumlah daerah. Ia menargetkan proyek pertama bisa mulai berjalan pada akhir tahun ini.

Terkait tarif, Rosan menyampaikan harga listrik dari PLTSa akan dipatok sebesar US$0,20 per kWh.

Baca juga:  Simak Jadwal Kapal Pelni KM Awu Terbaru untuk Maret hingga 5 April 2025

Penetapan ini dimaksudkan agar tidak terjadi negosiasi berlarut antara PLN dan pengembang listrik swasta (IPP).

“Harga jelas, US$20 sen, tidak ada lagi ruang tawar-menawar,” ujarnya.

Selain itu, IPP diwajibkan mengolah sampah minimal 1.000 ton per hari, sementara di Jakarta kapasitasnya bisa mencapai 2.500 ton per titik.

Lelang PLTSa ditargetkan akhir 2025, tarif listrik sampah dipatok US$0,20/kWh, PLN siap kembangkan proyek di berbagai kota besar.
Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa, memberikan keterangan pers terkait RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. (Bloomberg Technoz)

Sebelumnya, PLN mengusulkan tarif listrik PLTSa sebesar US$0,22 per kWh dalam masukan revisi Perpres.

Kenaikan tarif tersebut dipandang sebagai konsekuensi dari rencana pemerintah yang akan menghapus skema tipping fee dari APBD daerah, dan menggantinya sebagai bagian biaya produksi listrik yang ditanggung PLN.

Sebagai kompensasi, PLN juga meminta dukungan subsidi atau bantuan pembiayaan dari pemerintah pusat lewat APBN.

Skema ini belum pernah diatur dalam regulasi sebelumnya, yang hanya menetapkan feed-in tariff maksimal US$0,1335 per kWh.

Baca juga:  Peringati Hari Pramuka, Kapolresta Tangerang Sebut Pramuka Kawah Candradimuka Karakter Gen-Z

PLN turut mengajukan model kontrak take and pay dengan annual contracted energy (ACE) untuk memberi kepastian pengembalian investasi bagi pengembang.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN IP, Bernardus Sudarmanta, menyebut PLN akan berperan sebagai bagian dari pengembang PLTSa setelah aturan baru ditetapkan.

Saat ini, ada 11 proyek PLTSa yang sudah direncanakan serta 24 proyek lain yang masuk daftar usulan di berbagai kota besar.

Hingga semester I-2025, PLN telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBL) untuk PLTSa Palembang, PLTSa Sunter, PLTSa Surabaya, dan PLTSa Surakarta.

Dari jumlah tersebut, baru dua PLTSa yang beroperasi, yakni PLTSa Putri Cempo di Solo dengan kapasitas 5 MW dan PLTSa Benowo di Surabaya berkapasitas 9 MW.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 48 kali dibaca
Pemerintah menargetkan lelang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dibuka akhir 2025 dengan tarif listrik dipatok US$0,20 per kWh. Kebijakan ini diharapkan mempercepat pembangunan PLTSa sekaligus mendukung pengelolaan sampah ramah lingkungan. PLN juga menyiapkan sejumlah proyek di kota besar untuk memperkuat pasokan energi hijau.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, 2.938 Personel Gabungan Dikerahkan

Senin, 26 Okt 2026 - 11:31 WIB

Pemerintahan

Mantan Panglima TNI Widodo AS Dimakamkan, Sejumlah Tokoh Hadir

Senin, 26 Okt 2026 - 11:16 WIB

Hukum & Kriminal

BYD Tabrak Beruntun, Ojol Terlindas di Panglima Polim

Senin, 26 Okt 2026 - 11:01 WIB

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB