Mengubah Trauma Jadi Kekuatan: Strategi Pemulihan Mental Ala Yovania Asyifa

Avatar photo

Senin, 19 Mei 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yovania Asyifa Jami, RSJ Survivor yang Mengubah Stigma Kesehatan Mental di Indonesia (Foto: TikTok @yovania_aj)

Yovania Asyifa Jami, RSJ Survivor yang Mengubah Stigma Kesehatan Mental di Indonesia (Foto: TikTok @yovania_aj)

Metrosiar – Yovania Asyifa Jami, atau yang dikenal sebagai Yovania, adalah seorang penyintas gangguan jiwa (RSJ Survivor) yang kini aktif menjadi advokasi kesehatan mental di Indonesia.

Melalui komunitas Pasti ID (Patahkan Stigma Kesehatan Mental Indonesia) dan konten inspiratif di Instagram dan TikTok @yovania_aj, Yova berbagi pengalaman pribadinya sebagai survivor bipolar disorder dan BPD (Borderline Personality Disorder).

Dengan perjalanan panjangnya mulai dari dirawat di rumah sakit jiwa hingga akhirnya diterima di Universitas Indonesia (UI) Yova membuktikan gangguan mental bukanlah akhir segalanya.

Perjalanan Kesehatan Mental Yova

1. Awal Masa Sulit: Skizofrenia, Rukiah, hingga Pasung
Pada usia 15-16 tahun, Yova pertama kali didiagnosa skizofrenia karena mengalami:
• Halusinasi & delusi
• Tidak bisa diajak komunikasi
• Perilaku tidak terkendali

Keluarga yang awalnya menganggap kondisinya sebagai “kerasukan” memilih pengobatan alternatif (rukiyah). Sayangnya, ini justru memperburuk keadaan:
• Dipasung dan mengalami kekerasan fisik
• Kondisi mental semakin drop
• Baru dibawa ke RSJ setelah 2-3 bulan

Baca juga:  Warga Jabodetabek Habiskan Sejuta Lebih per Bulan Hanya untuk Ongkos, Gaji UMP pun Terkuras

2. Diagnosa Berubah: Bipolar & BPD
Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Yova ternyata mengidap:
• Bipolar Disorder: Mood swing ekstrem (depresi & manik)
• Borderline Personality Disorder (BPD): Emosi tidak stabil, takut ditinggalkan, dan impulsif
Awalnya, Yova menolak label BPD karena merasa stigma negatif terlalu kuat. Namun, ia akhirnya menerima bahwa:
“Aku hanya Yova yang sedang berjuang, bukan sekadar label diagnosa.”

Dampak Trauma Masa Kecil

Latar belakang keluarga Yova turut memengaruhi kondisinya:
• Orang tua bercerai berkali-kali dengan konflik tinggi
• Terbiasa menekan emosi sejak kecil (tidak pernah marah/menangis)
• Pelarian diri dengan membaca buku untuk menghindari konflik
• Merasa bertanggung jawab atas perpisahan orang tua

“Aku selalu berpikir, jangan-jangan mereka cerai karena aku.”

Strategi Pemulihan Yova

1. Terapi & Konseling
• Naratif Terapi: Menulis jurnal harian untuk melacak pola emosi
• Teknik Pernapasan: Mengatasi amarah dengan tarik napas dalam
• Visualisasi: Membayangkan orang lain sebagai “kucing” agar lebih sabar

Baca juga:  ‎Kecamatan Sepatan Jadi Saksi Kesuksesan Kolaborasi Organisasi Kepemudaan dalam Memperingati Hari Ibu Ke-97 Tahun 2025

2. Kebiasaan Positif
• Kembali membaca buku (setelah sekian lama menghindarinya)
• Menerima bantuan profesional (rutin ke psikiater & psikolog)
• Komunitas Support System: Pasti ID sebagai wadah berbagi

Pesan untuk Penyintas Kesehatan Mental

“Kamu berjuang untuk dirimu sendiri, dan itu sah. Kalau capek, istirahat. Kalau butuh bantuan, minta. Kamu tidak sendirian.” Yovani Asyifa Jami
Ia menekankan pentingnya:

✅ Memaafkan diri sendiri
✅ Validasi emosi (marah, sedih, kecewa = wajar)
✅ Jangan ragu minta tolong

Rencana Masa Depan: Jadi Psikolog & Go International

• Kuliah S1 Psikologi (setelah lulus D3 Hubungan Masyarakat UI)
• Memperluas kampanye kesehatan mental ke level global
• Proyek rahasia (yang rencananya akan melibatkan lebih banyak pihak)

Kisah Yova membuktikan gangguan mental bukan aib, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang bisa dikelola.

Dengan dukungan tepat, terapi, komunitas, dan self-awareness setiap orang berhak pulih dan meraih mimpinya.

“Kesehatan mental itu penting. Jangan tunggu parah baru peduli.” – Yovani Asyifa Jami.(*)

Editor : Konradus Fedhu

Sumber Berita: YouTube.com/@GraceTahir23

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga
Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik
KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi
Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban
Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi
Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Berita ini 112 kali dibaca
Yovania Asyifa Jami RSJ Survivor yang Mengubah Stigma Kesehatan Mental di Indonesia Yovania Asyifa Jami, seorang RSJ survivor dan founder komunitas Pasti ID, membagikan kisah perjuangannya melawan bipolar disorder dan BPD (Borderline Personality Disorder). Dari dirawat di rumah sakit jiwa hingga berhasil diterima di Universitas Indonesia, perjalanannya penuh inspirasi. Artikel ini mengungkap: • Proses diagnosis awal skizofrenia yang ternyata bipolar & BPD • Pengalaman traumatis dirukiah dan dipasung sebelum akhirnya mendapat penanganan medis tepat • Dampak broken home dan cara Yova memproses trauma masa kecil • Strategi pemulihan melalui terapi naratif, manajemen emosi, dan dukungan komunitas • Pesan penyemangat untuk para pejuang kesehatan mental Temukan kisah lengkap perjuangan melawan stigma kesehatan mental dari seorang yang mengalami langsung. #KesehatanMental #RSJSurvivor #BipolarAwareness"

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Dipo Nusantara Buka Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 di Ngada, Tekankan Perlindungan Lingkungan dan Keselamatan Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Dipo Nusantara Gencarkan Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah, Dorong Teknologi Pengolahan Jadi Energi Listrik

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:20 WIB

KMP Batumandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:41 WIB

Kajari Ngada Lantik Tiga Pejabat Baru, Ini Daftar Nama dan Jabatan yang Diemban

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Pemda Ngada Lepas PSN Ngada ke Liga 3 Nusantara, 30 Slot Pemain Disiapkan untuk Berburu Prestasi

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

54 Ton Batu Hitam Diduga Disamarkan sebagai Kemiri, 5 Orang Ditangkap

Sabtu, 24 Okt 2026 - 18:28 WIB