Kabupaten Ngada.Metrosiar- Dalam rangka pengendalian inflasi pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada, menggelar kegiatan pasar murah.
Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan stabilitas harga, menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan pasar murah yang akan berlangsung selama sepekan ini terjadi di beberapa titik dalam wilayah Kecamatan Bajawa, yakni; Art Centre-Kelurahan Kisanata (24 November 2025); Kantor Lurah Susu (25 November 2025); Lapangan Paroki Langa (26 November 2025); Kantor Bulg Bajawa-Kelurahan Faobata (27 November 2025); Terminal Kota-Kelurahan Ngedukelu (28 November 2025); Taman Kartini-Kelurahan Tanalodu (29 November 2025);
Dalam sambutannya ketika melaunching kegiatan tersebut di Art Centre Bajawa, Senin (24/11/25), Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan kolaborasi.
Menurut Berni Dhey, panggilan akrab Wakil Bupati Ngada ini, kegiatan pasar murah merupakan momentum yang strategis dalam spirit membangun desa, menata kota.
“Melalui kegiatan pasar murah ini, saya mengajak semua pihak Bulog, BPS, TPID, perangkat kecamatan dan kelurahan, para pelaku usaha serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.
Pemerintah daerah kata dia, tidak dapat berjalan sendiri. Stabilitas harga adalah kerja bersama, komitmen bersama, dan tanggung jawab bersama, tukas Berni Dhey.
Ia berharap, kiranya kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Ngada memiliki potensi besar untuk memperkuat kedaulatan pangan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai bagian dari gerakan bersama untuk memastikan Ngada tetap stabil, produktif dan sejahtera,” pungkasnya.
Kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari strategi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari lonjakan harga, ketus Berni Dhey.
Langkah ini tutur dia, selaras dengan RPJMD Kabupaten Ngada 2025-2029, khususnya pada sasaran strategis Kedaulatan Pangan dalam kerangka besar pembangunan “Membangun Desa, Manata Kota”.

Masih Menghadapi Sejumlah Kendala
Berni mengakui bahwa, pengendalian inflasi di Kabupaten Ngada masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi bersama. Jika melihat lebih dekat, terdapat beberapa penyebab utama mengapa harga pangan sering kali bergerak tidak stabil.
Pertama, kapasitas produksi lokal masih terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kedua, konektivitas dan jaringan distribusi pangan belum sepenuhnya efektif, menyebabkan ketragntungan pada pasokan dari luar daerah masih tinggi.
Ketiga, panjangnya rantai distribusi serta kesenjangan informasi pasar sering menyebabkan harga yang sampai ke konsumen menjadi kurang efisien.
Di sisi lain kata dia, harga komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, minyak goreng, gula, dan cabai merah juga dipengaruhi oleh pergerakan harga nasional serta tingginya biaya angkutan udara.
Kondisi ini tandas Berni, semakin menantang seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program prioritas daerah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis SPPG.
Karena itu, kita perlu memperkuat produksi lokal, meningkatkan pengawasan harga, serta memastikan lanjut dia, rantai pasok berjalan dengan baik agar tidak terjadi gejolak inflasi yang mengurangi daya beli dan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, ujarnya.
Berni mengatakan, dalam upaya mengendalikan inflasi, Kabupaten Ngada telah mengikuti arahan dan pedoman nasional melalui Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN) serta berkoordinasi secara aktif dengan TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah
Pemerintah Kabupaten Ngada lanjut dia, telah menetapkan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah, yang berfokus pada empat strategi utama, yakni: Keterjangkauan harga, melalui pengawasan dan stabilisasi komoditas penting; Ketersediaan pasokan, melalui penguatan cadangan pangan, peningkatan produksi pertanian, perikanan, dan peternakan; Kelancaran distribusi, dengan mendorong kerjasama perdagangan dan perbaikan infrastruktur distribusi; Komunikasi efektif, melalui pelaporan, pemutakhiran data komoditas, dan rapat koordinasi berkala.
Kata Berni Dhey, kegiatan pasar murah ini merupakan bagian dari strategi Stabilsasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ini adalah bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam melindungi masyarakat dari lonjakan harga.
Langkah ini tutur dia, selaras dengan RPJMD Kabupaten Ngada 2025-2029, khususnya pada sasaran strategis Kedaulatan Pangan dalam kerangka besar pembangunan “Membangun Desa, Manata Kota”.
Dalam kondisi fiskal yang efisien, kebijakan pengendalian inflasi di Kabupaten Ngada diarahkan untuk menjaga daya beli serta memperkuat struktur ekonomi daerah melalui berbagai langkah strategis, tandas Berni.
Langkah strategis itu antara lain; percepatan realisasi APBD untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, pembangunan dan percepatan infrastruktur pendukung sektor pertanian, peningkatan peran UMKM, BUMDes, serta koperasi termasuk Koperasi Merah Putih, penguatan rantai pasok lokal dan perluasan akses pembiayaan melalui Akses Keuangan Daerah, serta mendorong rencana pembentukan BUMD Ngada Multi Investment sebagai Instrumen strategis penguatan ekonomi daerah, pungkasnya.
Seluruh upaya ini dirancang untuk memastikan bahwa perekonomian daerah tumbuh secara inklusif, stabil, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Ngada.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









