Warga Jabodetabek Habiskan Sejuta Lebih per Bulan Hanya untuk Ongkos, Gaji UMP pun Terkuras

Avatar photo

Selasa, 5 Agustus 2025 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang KRL Jabodetabek. (Konrad/Metrosiar)

Penumpang KRL Jabodetabek. (Konrad/Metrosiar)

Metrosiar – Biaya transportasi harian di wilayah Jabodetabek semakin mencekik masyarakat, terutama para pekerja dengan penghasilan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Banyak warga mengaku harus merogoh kocek ratusan ribu hingga lebih dari Rp1 juta tiap bulannya hanya untuk ongkos pergi-pulang ke tempat kerja.

Fabian (30), warga Bogor yang bekerja di Jakarta, mengaku menghabiskan sekitar Rp46.000 per hari.

Rinciannya: parkir motor Rp5.000, KRL pulang-pergi Rp10.000, dan ojek online Rp31.000. Untungnya, ia bekerja secara hybrid sehingga tidak harus setiap hari datang ke kantor.

“Untung ada WFH. Kalau enggak, bisa hampir sejuta sebulan cuma buat ongkos ke kantor,” ungkap Fabian kepada Kompas.com, dikutip Selasa (5/8/25).

Hal serupa juga dialami Intan (29), warga Tapos, Depok. Untuk mencapai kantornya di kawasan Patal Senayan, Jakarta, ia mengeluarkan sekitar Rp83.000 per hari.

“LRT dari Harjamukti ke Dukuh Atas sekitar Rp40.000 PP. Lanjut ojol ke kantor Rp40.000 PP. Kadang pulang dijemput, kalau enggak naik busway dari Harjamukti Rp3.000,” jelasnya.

Dengan hitungan 20 hari kerja, biaya transportasi Intan bisa menyentuh Rp1,6 juta per bulan — setara dengan hampir setengah dari UMK Depok.

Baca juga:  Gelar Lomba Karaoke 2025, Keluarga Laskar Anggrek Sukses Terselenggara di Plaza Pemkot Tangerang Selatan

Kendaraan Pribadi Bukan Solusi Murah

Beralih ke kendaraan pribadi ternyata tidak menjamin lebih hemat. Jemmy (30), warga Depok, yang menggunakan motor ke kantor tetap harus mengeluarkan antara Rp650.000 hingga Rp700.000 per bulan.

“Bensin seminggu sekitar Rp100.000, belum parkir Rp12.000 sehari. Belum lagi kalau ada servis dadakan,” ujarnya.

Jabodetabek Jadi Wilayah dengan Biaya Transportasi Tertinggi

Data terbaru Kementerian Perhubungan dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat empat kota di Jabodetabek masuk dalam 10 besar biaya transportasi tertinggi di Indonesia. Bahkan, Depok dan Bekasi menduduki posisi pertama dan kedua secara nasional.

Kota Rata-rata Biaya Transportasi Per Bulan Persentase dari Biaya Hidup

Depok Rp1.802.751 16,32%
Bekasi Rp1.918.142 14,02%
Bogor Rp1.235.613 12,54%
Jakarta Rp1.590.544 11,82%

Angka ini jauh di atas batas ideal pengeluaran transportasi menurut Bank Dunia yang hanya 10% dari total biaya hidup.

Biaya Mahal di First Mile, Pemerintah Ambil Langkah

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Risal Wasal, menyebut ongkos transportasi tinggi lebih banyak berasal dari first mile, yaitu akses awal menuju moda utama seperti KRL atau LRT.

Baca juga:  20 Pelaku Kejahatan Ditangkap Polresta Tangerang Beserta Jajaran Polsek, Ungkap Modus Pepet Korban

“Naik kereta bisa cuma Rp3.500–Rp6.000, tapi ojol-nya Rp25.000, parkir Rp10.000. Ini yang kami kaji,” kata Risal.

Harapan Warga: Integrasi dan Kenyamanan

Masyarakat berharap adanya integrasi transportasi yang lebih baik. Fabian menekankan pentingnya transportasi pengumpan (feeder) seperti angkot dan bus kecil untuk menjangkau titik-titik yang belum terlayani moda utama.

“Gak semua tempat gampang dijangkau. Harapannya ada integrasi pengumpan ke moda utama kayak MRT atau LRT,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kondisi stasiun padat penumpang seperti Dukuh Atas dan Sudirman yang kerap penuh sesak hingga mengganggu kenyamanan.

“Stasiunnya terlalu padat. Susah buat ibu hamil atau difabel kalau kondisinya begini,” tambahnya.

Pemerintah Gelontorkan Subsidi Transportasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan subsidi besar-besaran untuk mendorong warga menggunakan transportasi umum. Dari anggaran Dinas Perhubungan sebesar Rp7,2 triliun, sekitar Rp5,16 triliun (70%) digunakan untuk subsidi MRT, LRT, dan Transjakarta.

Subsidi ini diharapkan bisa meringankan beban warga dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi massal di Ibu Kota dan sekitarnya.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Kompas.com

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria
15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September
Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital
Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang
Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa
Tanggap Darurat Usai, Polres Ngada Tegaskan Pelayanan Warga Tak Boleh Berhenti
PAUD HI Ngada Diperkuat, Satu PAUD Disiapkan Jadi Percontohan Layanan Anak Terpadu
Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Berita ini 36 kali dibaca
Biaya transportasi Jabodetabek bikin warga megap-megap. Ongkos harian tembus Rp80 ribu, gaji UMP pun bisa habis hanya untuk ongkos.

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 06:59 WIB

Uji Publik Data Gempa Golewa: 1.539 Rumah Diverifikasi, 953 Tak Masuk Kriteria

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

15.722 Guncangan Tercatat! Nagekeo Perpanjang Tanggap Darurat hingga 27 September

Kamis, 17 September 2026 - 09:51 WIB

Camat Sepatan Timur Hadir di Sekolah, Siswa Diajak Cerdas Bermedia Digital

Kamis, 17 September 2026 - 06:39 WIB

Data Kerusakan Gempa Riung Barat Diuji, Warga Minta Kriteria Penilaian Dibuka Terang

Rabu, 16 September 2026 - 07:22 WIB

Tanggap Darurat Usai, Ngada Kebut Huntara dan Bangkitkan Ekonomi Warga Pascagempa

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 07:14 WIB

Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H. (tengah) bersama Direktur PT MBK Ventura Susanti Gandaatmaja (kiri) dan Camat Kalideres Ziki Zulkarnain (kanan) dalam kegiatan edukasi literasi keuangan dan pemberian tempat sampah pilah.

Tata Kelola & Konservasi

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:35 WIB