Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Avatar photo

Sabtu, 19 September 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Kabupaten Bogor, MetrosiarWarga Kampung Legok Dadap RT 003/006, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut semakin terasa setelah hampir satu pekan terakhir sejumlah sumur milik warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Musim kemarau yang berkepanjangan disebut berdampak terhadap sekitar 100 kepala keluarga (KK) di wilayah Kampung Legok Dadap dan sekitarnya. Warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Dampak kekeringan juga dirasakan di Masjid Jami Nurussaadah. Ketersediaan air bersih di masjid tersebut turut mengalami kendala sehingga aktivitas warga yang menggunakan fasilitas masjid ikut terdampak.

Warga mempertanyakan minimnya bantuan dari Pemerintah Desa Leuwisadeng untuk mengatasi kesulitan air bersih yang terjadi di wilayah Kampung Legok Dadap dan Pasir Honje.

Di sisi lain, terdapat kantor PDAM di wilayah Leuwiliang. Namun, menurut informasi yang disampaikan warga, distribusi air bersih belum dapat menjangkau Kampung Legok Dadap, Pasir Honje, Desa Leuwisadeng.

Baca juga:  Usai Anev Kapolda, Bidhumas Polda Banten Tancap Gas Benahi Strategi Informasi Digital

Salah satu alasannya disebut berkaitan dengan belum tersedianya jaringan pipa menuju wilayah tersebut. Menurut informasi dari salah satu manajer PDAM daerah Leuwiliang, pembangunan jaringan pipa tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp250 juta. Namun, warga menyebut belum ada bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah setempat untuk penyediaan jaringan tersebut.

Distribusi air bersih ke wilayah tersebut kemudian disebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Namun, menurut keluhan warga, pengelolaan air bersih oleh Bumdes saat ini sudah tidak berjalan dan terkesan telah lama ditinggalkan.

Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang yang turut berdampak terhadap sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Leuwisadeng. Warga berharap adanya langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Baca juga:  Pesan Penting Lurah Kutabumi di Ajang PMR Pasar Kemis, Apa Isinya?

“Siapa yang disalahkan bila sudah seperti ini? Minimnya bantuan dari desa selama musim kemarau panjang ini, apakah ketua RT yang disalahkan? Atau kurang pekanya kepedulian kepala desa terhadap warganya, khususnya di daerah Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng?

Dan, siapa yang disalahkan terkait penyediaan anggaran untuk sampai bisa dinikmati oleh warga Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng? Apakah pemerintah desanya? Ataukah ada yang bermain anggaran di PDAM Leuwiliang.”

Warga berharap Pemerintah Desa Leuwisadeng dapat lebih peka terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya warga di wilayah Pasir Honje dan Legok Dadap.

“Dan, semoga pemerintah Desa Leuwisadeng bisa lebih peka dalam distribusi air bersih untuk warga Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng. Dan semoga, kemarau panjang di daerah Leuwisadeng cepat berlalu,” tutup Bang Azka.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres
Misteri Kerangka Manusia di Sukamantri, Polisi Temukan HP dan Sandal
Ngetem di Depan Pasar, Kemacetan Leuwiliang Kian Parah
Dari Makam Pangeran Sunyararas, Ketua PWNU Banten KH. Hafiz Gunawan Sampaikan Pesan Khidmah untuk Nahdliyin Banten
Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM
Polisi Datang Saat Sumur Warga Kering, Ini yang Terjadi di Sindang Panon
Tak Kunjung Dibongkar, Bangli di Kutabaru Terancam Ditertibkan Paksa
Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 07:14 WIB

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Jumat, 18 September 2026 - 20:35 WIB

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres

Jumat, 18 September 2026 - 19:53 WIB

Misteri Kerangka Manusia di Sukamantri, Polisi Temukan HP dan Sandal

Jumat, 18 September 2026 - 01:34 WIB

Dari Makam Pangeran Sunyararas, Ketua PWNU Banten KH. Hafiz Gunawan Sampaikan Pesan Khidmah untuk Nahdliyin Banten

Rabu, 16 September 2026 - 21:11 WIB

Meta AI WhatsApp Bikin Ibu-Ibu PKK Gempol Sari Punya Cara Baru Promosi UMKM

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 07:14 WIB

Wakapolsek Kalideres AKP Aep Haryaman, S.H., M.H. (tengah) bersama Direktur PT MBK Ventura Susanti Gandaatmaja (kiri) dan Camat Kalideres Ziki Zulkarnain (kanan) dalam kegiatan edukasi literasi keuangan dan pemberian tempat sampah pilah.

Tata Kelola & Konservasi

Urusan Uang dan Sampah Jadi Perhatian di Kalideres

Jumat, 18 Sep 2026 - 20:35 WIB

Petugas gabungan melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan kerangka manusia di lahan kosong Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

Peristiwa & Bencana

Misteri Kerangka Manusia di Sukamantri, Polisi Temukan HP dan Sandal

Jumat, 18 Sep 2026 - 19:53 WIB