Sumur Mengering, Warga Legok Dadap Krisis Air Bersih
Kabupaten Bogor, Metrosiar – Warga Kampung Legok Dadap RT 003/006, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut semakin terasa setelah hampir satu pekan terakhir sejumlah sumur milik warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.
Musim kemarau yang berkepanjangan disebut berdampak terhadap sekitar 100 kepala keluarga (KK) di wilayah Kampung Legok Dadap dan sekitarnya. Warga mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Dampak kekeringan juga dirasakan di Masjid Jami Nurussaadah. Ketersediaan air bersih di masjid tersebut turut mengalami kendala sehingga aktivitas warga yang menggunakan fasilitas masjid ikut terdampak.
Warga mempertanyakan minimnya bantuan dari Pemerintah Desa Leuwisadeng untuk mengatasi kesulitan air bersih yang terjadi di wilayah Kampung Legok Dadap dan Pasir Honje.
Di sisi lain, terdapat kantor PDAM di wilayah Leuwiliang. Namun, menurut informasi yang disampaikan warga, distribusi air bersih belum dapat menjangkau Kampung Legok Dadap, Pasir Honje, Desa Leuwisadeng.

Salah satu alasannya disebut berkaitan dengan belum tersedianya jaringan pipa menuju wilayah tersebut. Menurut informasi dari salah satu manajer PDAM daerah Leuwiliang, pembangunan jaringan pipa tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp250 juta. Namun, warga menyebut belum ada bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah setempat untuk penyediaan jaringan tersebut.
Distribusi air bersih ke wilayah tersebut kemudian disebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Namun, menurut keluhan warga, pengelolaan air bersih oleh Bumdes saat ini sudah tidak berjalan dan terkesan telah lama ditinggalkan.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang yang turut berdampak terhadap sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Leuwisadeng. Warga berharap adanya langkah konkret untuk memenuhi kebutuhan air bersih, bahkan untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
“Siapa yang disalahkan bila sudah seperti ini? Minimnya bantuan dari desa selama musim kemarau panjang ini, apakah ketua RT yang disalahkan? Atau kurang pekanya kepedulian kepala desa terhadap warganya, khususnya di daerah Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng?

Dan, siapa yang disalahkan terkait penyediaan anggaran untuk sampai bisa dinikmati oleh warga Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng? Apakah pemerintah desanya? Ataukah ada yang bermain anggaran di PDAM Leuwiliang.”
Warga berharap Pemerintah Desa Leuwisadeng dapat lebih peka terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya warga di wilayah Pasir Honje dan Legok Dadap.
“Dan, semoga pemerintah Desa Leuwisadeng bisa lebih peka dalam distribusi air bersih untuk warga Pasir Honje, Legok Dadap, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng. Dan semoga, kemarau panjang di daerah Leuwisadeng cepat berlalu,” tutup Bang Azka.









