Serang, Metrosiar — Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Banten, KH. Hafiz Gunawan, S.Pd.I., menyempatkan diri berziarah bersama Umi ke makam Pangeran Sunyararas di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten. Ziarah tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus silaturahmi dengan sejumlah tokoh dan aktivis Nahdliyin.
Dalam kegiatan tersebut, KH. Hafiz Gunawan hadir bersama rombongan yang turut mengiringi Ketua Jayadi, H. Ismail, Ust. Supei Al-Bantani, serta Ki Marjuk Rancalabuh. Turut hadir pula Ketua MWCNU Kecamatan Kemiri, Ust. Ahmad Mujib, serta awak media.
Makam Pangeran Sunyararas sendiri berada di wilayah Tanara dan dikenal sebagai salah satu lokasi yang ramai diziarahi masyarakat. Sejumlah sumber sejarah dan kajian mengenai Tanara mengaitkan Pangeran Sunyararas dengan garis keturunan Kesultanan Banten serta lingkungan genealogis Syekh Nawawi Al-Bantani.
Berlanjut dengan Perbincangan Ke-NU-an
Usai melaksanakan ziarah, suasana kemudian berlanjut dengan perbincangan santai bersama KH. Hafiz Gunawan. Dalam kesempatan tersebut, pembahasan menyentuh berbagai kegiatan dan dinamika PWNU Provinsi Banten, termasuk pentingnya menjaga silaturahmi, memperkuat peran Nahdliyin di tengah masyarakat, serta menjalankan kegiatan keumatan secara konsisten.
KH. Hafiz Gunawan juga memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta yang hadir agar terus menjaga semangat khidmah, memperkuat komunikasi antarpengurus dan tokoh masyarakat, serta tidak berhenti melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi umat.
Bagi Ust. Ahmad Mujib, perbincangan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendapatkan arahan langsung terkait penguatan kegiatan ke-NU-an di tingkat kecamatan.
“Beliau banyak memberikan arahan dan motivasi kepada kami. Intinya bagaimana kita terus menjaga silaturahmi, memperkuat khidmah kepada masyarakat dan menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya,” ujar Ahmad Mujib.
Istighosah Bersama Ulama Pesisir Banten
Dalam perbincangan itu, KH. Hafiz Gunawan juga menyampaikan bahwa dirinya kerap mengikuti istighosah bersama para ulama di kawasan pesisir Banten. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama untuk keselamatan masyarakat Banten.
Salah satu perhatian yang disinggung adalah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Berdasarkan keterangan Kementerian ESDM pada 6 September 2026, PVMBG menyatakan aktivitas Anak Krakatau terus dipantau dan statusnya berada pada Level III (Siaga) setelah erupsi menerus selama sekitar 25 jam.
“Beliau menyampaikan bahwa istighosah bersama para ulama di pesisir Banten juga dilakukan untuk memohon keselamatan Banten, terlebih di tengah aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih perlu menjadi perhatian,” tutur Ahmad Mujib.
Menurutnya, doa dan ikhtiar spiritual tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan langkah mitigasi kebencanaan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat bersama para ulama. Sementara aspek keselamatan tetap perlu mengikuti informasi dan arahan resmi dari lembaga yang berwenang.
Ziarah, Silaturahmi dan Khidmah
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh keakraban. Tidak sekadar menjadi agenda ziarah, pertemuan itu juga menjadi ruang bertukar pikiran mengenai perkembangan kegiatan keumatan dan organisasi NU di Banten.
Bagi para peserta yang hadir, pesan yang disampaikan KH. Hafiz Gunawan menjadi pengingat bahwa ziarah, silaturahmi, doa, dan khidmah kepada masyarakat merupakan rangkaian yang dapat berjalan beriringan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana kekeluargaan, dengan harapan silaturahmi antarpengurus, ulama, tokoh masyarakat, dan generasi Nahdliyin di Banten terus terjaga serta semakin kuat dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.









