PNIB: Pajak Bukan Palak, Bebaskan PBB untuk Rakyat Tidak Mampu

Avatar photo

Rabu, 20 Agustus 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi - PNIB menolak kenaikan PBB dan meminta pemerintah bebaskan pajak bagi rakyat tidak mampu. Gus Wal sebut pajak bukan palak, tapi keringat rakyat. (Istimewa)

Foto Ilustrasi - PNIB menolak kenaikan PBB dan meminta pemerintah bebaskan pajak bagi rakyat tidak mampu. Gus Wal sebut pajak bukan palak, tapi keringat rakyat. (Istimewa)

Metrosiar – Polemik kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menuai gelombang penolakan di berbagai daerah hingga berujung aksi demonstrasi.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dituding lebih mementingkan pemasukan Negara dibanding kepentingan rakyat kecil.

Organisasi masyarakat lintas agama dan budaya, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), melalui Ketua Umum AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menilai kebijakan kenaikan PBB berpotensi menjadi “bom waktu” yang dapat mengancam stabilitas bangsa.

“Negara punya kewajiban membayar utang ratusan triliun, sementara kas defisit. Pemerintah memilih solusi menaikkan pajak, terutama PBB, meski dampaknya sangat berat dirasakan masyarakat,” ujar Gus Wal.

Baca juga:  Kali Mati yang Nyaris Bikin Banjir, Warga Kutabumi Bergerak Bareng Ormas!

Petani Paling Terdampak

Menurutnya, masyarakat pedesaan yang mayoritas petani menjadi pihak paling dirugikan.

“Rakyat menunggak PBB bukan karena enggan membayar, melainkan lantaran kondisi ekonomi yang sulit”.

“Petani kita sudah kalah bersaing dengan banjir impor, hasil panen sering tidak sebanding dengan modal. Di tengah kesulitan itu, justru mereka dibebani kenaikan PBB berkali lipat. Wajar jika penolakan meluas,” tegas Gus Wal.

PNIB juga menyoroti kebijakan kementerian terkait yang mengancam penyitaan lahan warga akibat tunggakan pajak.

Baca juga:  Dari Perselingkuhan ke Pembunuhan! Brigadir Ade Resmi Dipecat Tak Hormat, Ini Kronologinya

“Ini bentuk pendzaliman negara kepada rakyatnya. Jangan hanya duduk di meja, turunlah ke pelosok agar tahu kondisi masyarakat sebenarnya,” lanjutnya.

Usulan Keadilan Pajak

PNIB mendorong pemerintah menerapkan keadilan dalam kebijakan perpajakan dengan mengutamakan rakyat kecil.

“Pajak itu bukan palak. Bebaskan PBB bagi masyarakat tidak mampu, terapkan subsidi silang antara kota dan desa. Selain itu, pulihkan uang korupsi yang disita negara untuk menutup defisit, bukan malah membebani rakyat,” pungkas Gus Wal.*

Editor : Lisan Al-Ghaib

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan
Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar
99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini
Tinggal 3 Hari Tanggap Darurat, Gubernur NTT Kejar Data Gempa Ngada: Semua Warga Harus Terdata
Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau
RDTR-KLHS Ngada Jangan Jadi Dokumen Mati, Ray Bena: Pembangunan Tak Boleh Korbankan Rakyat dan Lingkungan
Mendagri Pasang Target Percepatan Pemulihan Gempa Flores, Warga Diharapkan Natal di Rumah Sendiri
Berita ini 56 kali dibaca
PNIB melalui Gus Wal menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dinilai memberatkan rakyat kecil. Ia menegaskan pajak bukan palak, melainkan keringat rakyat, sehingga pemerintah perlu membebaskan PBB bagi masyarakat tidak mampu demi keadilan.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:28 WIB

PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun

Jumat, 11 September 2026 - 06:36 WIB

BNPB Puji Ngada Kompak Hadapi Gempa, Isroil: Ini Modal Besar Pemulihan

Kamis, 10 September 2026 - 21:29 WIB

Rp24,8 Miliar untuk Gempa Ngada, Banpres Rp20 Miliar Jadi Suntikan Terbesar

Kamis, 10 September 2026 - 20:56 WIB

99 Persen Bantuan Gempa Ngada Sudah Tersalur, BPBD Kejar Tuntas 100 Persen Pekan Ini

Rabu, 9 September 2026 - 12:34 WIB

Rumah Zakat Bagikan 800 Masker di Stasiun Tangerang Pascaterjadinya Erupsi Gunung Krakatau

Berita Terbaru

Peristiwa & Bencana

Abu Vulkanik Mengancam, Pasar Kutabumi Disemprot Besar-besaran

Kamis, 10 Sep 2026 - 08:57 WIB