Menjaga Marwah NU, Cak OFi Ingatkan Nilai Ukhuwah dan Serukan Islah Nasional

Avatar photo

Selasa, 9 Desember 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Metrosiar, Suasana dinamika organisasi Nahdlatul Ulama (NU) kembali menjadi perhatian publik. Menyikapi kondisi tersebut, tokoh Nahdliyin sekaligus Leader Nahdliyin United, Cak OFi, memberikan pernyataan tegas kepada awak media terkait pentingnya kembali merujuk kepada keputusan dan hikmah para kiai sepuh Mustasyar PBNU.

 

Dalam keterangannya, Cak OFi menegaskan bahwa para mustasyar PBNU telah lebih dahulu berkumpul dan bermusyawarah di Pondok Pesantren Ploso, yang kemudian dilanjutkan ke Tebuireng, Jawa Timur. Dari pertemuan tersebut para kiai sepuh memberikan arahan jelas berupa seruan islah dan menjaga marwah organisasi.

 

“Untuk kawan-kawan media, saya kira sudah jelas ya. Mustasyar PBNU, kiai-kiai sepuh yang berkumpul di Ploso lalu dilanjutkan ke Tebuireng — ini mustasyar PBNU. Beliau-beliau sudah menyampaikan dan menyimpulkan. Maka kita sebagai warga Nahdliyin menghimbau para pengurus di tingkatan Ranting, MWC, PC, PW dan PB agar mendengarkan arahan kiai sepuh yang menginginkan islah. Karena kita ini sama-sama NU,” tegasnya.

Baca juga:  PNIB Puji Keberhasilan Densus 88 Tekan Ancaman Terorisme Melalui Strategi Triple Zero Attack

 

Cak OFi juga menyinggung nilai fundamental organisasi, yaitu ukhuwah Nahdliyah, yang menurutnya harus kembali menjadi pedoman dalam menyikapi situasi dan dinamika internal.

 

“Kiai-kiai sering ceramah ukhuwah Nahdliyah. Lalu mana ukhuwah Nahdliyahnya? Apa karena ada tambang terus jadi seperti ini? Maka saya pribadi hanya mengikuti dawuh para kiai sepuh Nahdlatul Ulama.”

 

Menurut Cak OFi, keberadaan para kiai sepuh bukan hanya simbol, melainkan fondasi dan penjaga kemurnian perjuangan Nahdlatul Ulama sejak masa awal berdiri.

 

“Kiai sepuh adalah sokoguru NU. Jika suara para kiai sepuh sudah diabaikan oleh kelompok yang sedang berselisih di PBNU, maka sudah saatnya PWNU dan PCNU se-Indonesia mengambil sikap dengan tetap berdoa dan meminta arahan para kiai sepuh.”

Baca juga:  Kepala DLH Tangsel Wahyunoto Lukman Jadi Tersangka Korupsi Proyek Sampah

 

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat menyerukan persatuan, menjaga marwah organisasi, dan menjadikan para masyayikh sebagai rujukan utama dalam mengambil langkah strategis.

 

Di tengah dinamika dan ketegangan internal, seruan Cak OFi mengajak seluruh kader dan pengurus di berbagai level untuk tetap tenang, menghormati arahan ahlul halli wal ‘aqdi, serta menjaga nilai tasamuh, tawazun, tawassuth, dan i’tidal, yang selama ini menjadi napas gerakan NU.

 

Dengan seruan ini, harapannya NU dapat kembali fokus pada tujuan utama: menjaga umat, memperkuat persatuan, serta mempertahankan peran kebangsaan dalam bingkai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka
Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan
PDIP NTT Turun Saat Rakyat Terluka oleh Gempa, Patris: Kami Ada Bersama Mereka
Hadirnya Prof Hermanu Jadi Kekuatan Baru STIPER FB, Siap Cetak SDM Pertanian Unggul dan Entrepreneur
PMI All Out 3 Bulan, Bupati Ngada Minta Kesehatan Korban dan Sekolah Terdampak Gempa Jadi Prioritas
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 08:47 WIB

Kuasa Hukum ED Tegaskan Laporan Polisi Bukan Vonis: Tak Semua Pelapor Berakhir dengan Tersangka

Senin, 7 September 2026 - 12:27 WIB

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 23:50 WIB

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ojol Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 15:21 WIB

Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun

Minggu, 6 September 2026 - 11:42 WIB

Ratna Jumila A.Md.Keb., Ingatkan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi Kesehatan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Penganiayaan Advokat di Bogor, Jadi Tersangka

Selasa, 8 Sep 2026 - 10:44 WIB

Alexander Salembun, jurnalis Metrosiar (kiri), bersama personel TNI AD di lokasi kegiatan pembersihan abu vulkanik menggunakan mobil water tank TNI AD.

Peristiwa & Bencana

Abu Vulkanik Ganggu Jalan, Koramil 11 Pasar Kemis Turunkan Water Tank

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:49 WIB

Kesehatan

Enam Gunung Api Erupsi Bersamaan, Driver Ojol Diminta Waspada

Senin, 7 Sep 2026 - 12:27 WIB