Menaker Yassierli Akui Target 19 Juta Lapangan Kerja Masih Tantangan Besar

Avatar photo

Sabtu, 20 September 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli akui target 19 juta lapangan kerja penuh tantangan, paparkan peluang kerja luar negeri dan larangan diskriminasi rekrutmen. (Instagram.com/@yassierli)

Menaker Yassierli akui target 19 juta lapangan kerja penuh tantangan, paparkan peluang kerja luar negeri dan larangan diskriminasi rekrutmen. (Instagram.com/@yassierli)

Metrosiar – Pemerintah terus menggenjot program strategis untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Presiden RI Prabowo Subianto disebut menaruh perhatian khusus terhadap dampak langsung penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejumlah program prioritas, mulai dari Koperasi Desa Merah Putih hingga revitalisasi tambak dan kampung nelayan.

“Karyawan baru diperkirakan bisa menyerap 681 ribu orang dan targetnya sampai sejuta pada Desember,” kata Airlangga di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/9/25).

Program Desa, Nelayan, dan Tambak

Program Kampung Nelayan Merah Putih ditargetkan membangun 100 desa nelayan tahun ini yang dapat menyerap 8.645 tenaga kerja.

Dalam jangka panjang hingga 4.000 titik kampung nelayan diperkirakan menciptakan 200 ribu lapangan kerja.

Pemerintah juga memulai revitalisasi tambak di kawasan Pantura seluas 200 hektare dengan potensi serapan 168 ribu pekerja.

Baca juga:  Kapolsek Pasar Kemis Turun ke Masjid Jami, Ada Pesan Penting untuk Warga?

Di sektor perkebunan rakyat, pemerintah mendorong penanaman kembali 870 ribu hektare lahan dengan komoditas prioritas seperti tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan pala.

“Diharapkan bisa membuka lapangan kerja lebih dari 1,6 juta,” tambah Airlangga.

Target 19 Juta Lapangan Kerja

Menaker Yassierli mengakui target membuka 19 juta lapangan kerja tidak semudah membalik telapak tangan.

Dalam siniar YouTube Tretan Universe yang dipublikasikan Jumat (19/9/25), ia menjawab pertanyaan host Tretan Muslim mengenai realisasi target tersebut.

“Pertumbuhan angkatan kerja di Indonesia setiap tahun sekitar 3 juta. Jadi kalau kita bicara target 5 tahun berarti sekitar 15 juta,” jelas Yassierli.

“Presiden menyampaikan, dari semua program prioritas salah satunya peningkatan lapangan kerja,” tambahnya.

Baca juga:  Presiden Prabowo Subianto Ajak Bangkitkan Persatuan dan Kebersamaan dalam Sambutan Idulfitri 1446 Hijriah

Peluang Kerja ke Luar Negeri

Yassierli juga menyebut peluang kerja ke luar negeri sebagai salah satu opsi.

Jepang, misalnya, membuka peluang hingga 800 ribu pekerja per tahun melalui skema magang maupun pekerja migran.

Aturan Rekrutmen dan Larangan Diskriminasi

Menjawab keluhan publik tentang sulitnya seleksi kerja di dalam negeri, Menaker menegaskan Kemenaker telah mengeluarkan surat edaran larangan diskriminasi dalam perekrutan tenaga kerja (26/5/25).

“Kita sudah menghimbau pemberi kerja tidak boleh diskriminasi terkait rekrutmen tenaga kerja,” jelasnya.

Terkait persyaratan pendidikan S1 di beberapa lowongan, ia menyebut hal itu diperbolehkan untuk posisi analitis dan spesialis. Namun pemerintah tetap mendorong kesempatan kerja yang lebih inklusif.*

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: YouTube Tretan Universe

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru
Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas
Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa
Tangis Iringi Kepergian Ibu Maria Felnditi
Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada
Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan
Polres Ngada Bongkar 3 Kasus Kriminal: Motor Digondol, Pertalite Disedot, hingga Kasus Seksual Anak
PMI Ngada Gaspol Tangani Dampak Gempa, Selter hingga Kelas Darurat Dibangun
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:07 WIB

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 September 2026 - 07:03 WIB

Uskup Agung Ende Serukan Bangkit dari Reruntuhan: Pascagempa, Gereja Harus Hadir dan Perkuat Solidaritas

Minggu, 13 September 2026 - 06:21 WIB

Tak Peduli Medan Berat, PMI Ngada Tembus Riung Barat Antar Harapan untuk Penyintas Gempa

Jumat, 11 September 2026 - 18:43 WIB

Tak Mau Warga Lama Mengungsi, BNPB Percepat Pembangunan Huntara di Ngada

Jumat, 11 September 2026 - 18:00 WIB

Tanggap Darurat Tinggal Hitungan Hari, BNPB Gaspol Kejar Huntara Ngada Rampung 1,5 Bulan

Berita Terbaru

Personel penyidik (kiri) bersama dua orang lainnya (tengah dan kanan) melakukan pemeriksaan terhadap barang temuan berupa jeriken dalam rangka proses penyelidikan.

Peristiwa & Bencana

Tiga Barang Temuan di Selat Sunda Dipastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:11 WIB

Sejumlah tokoh menghadiri pembukaan pameran seni “Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Para pengunjung tampak mengamati karya-karya yang dipamerkan.

Nusantara

Kapolri Hadiri Pameran Nasirun, Ada Pesan untuk Para Guru

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:07 WIB