Basarnas Berhasil Evakuaasi Satu Korban Pesawat ATR 42-500 Di Jurang Bukit Bulusaraung

Avatar photo

Senin, 19 Januari 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Metrosiar – Basarnas berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang ditemukan jatuh ke dalam jurang berkedalaman sekitar 200 meter di kawasan Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan, Minggu.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa korban ditemukan pada pukul 14.20 WITA pada koordinat 04°54’44” LS dan 119°44’48” BT.

“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter, saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” kata dia.

Kepala Kantor SAR Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengkonfirmasi bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki tersebut berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang dievakuasi menggunakan rangkaian tali-temali berteknik vertikal rescue melalui jalur pendakian untuk kemudian diidentifikasi lebih lanjut di posko utama.

Selain penemuan korban, Basarnas juga menyampaikan bahwa tim petugas menemukan sejumlah serpihan pesawat lainnya yang berupa bagian rangka dan kursi.

Operasi SAR dinyatakan masih berlangsung dengan mempertimbangkan medan yang curam pada ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, serta kondisi cuaca yang cepat berubah.

Basarnas masih bekerja untuk mencari dan mengevakuasi para penumpang beserta awak pesawat yang menjadi korban dengan melakukan penyisiran lanjutan di sekitar lokasi temuan.

Operasi SAR tersebut melibatkan sekitar 376 personel tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri serta unsur potensi SAR lainnya, termasuk organisasi Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala).

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT sebelumnya dilaporkan hilang kontak dan ditemukan pada Minggu pagi.

Berdasarkan data manifest penerbangan yang diperbaharui, pesawat ATR tersebut mengangkut 10 orang, termasuk awak pesawat.

Di dalamnya terdapat tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yakni Ferry Irawan selaku analis kapal pengawas, Deden Mulyana sebagai pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal sebagai operator foto udara.

Baca juga:  Ganjil Genap Diberlakukan di Tol Tangerang-Merak, Pemudik Diminta Sesuaikan Jadwal
Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako
Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi
Wabup BDN Lepas 60 Atlet Pelajar Ngada ke POPDA VIII 2026, Targetkan Prestasi dan Nama Besar Daerah
Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan
Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM
Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap
Bukan Saat Pasien Kritis Baru Mencari Darah, PMI Ngada Gandeng Kampus STKIP Citra Bakti Bangun Kesiapsiagaan
Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Sentuh Hati Lansia di Desa Tarawali, Bhabinkamtibmas dan Dokkes Polres Ngada Turun Berbagi Sembako

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:21 WIB

Stadion Lebijaga Dilirik untuk PON 2028, KONI Pusat Soroti Fasilitas yang Masih Perlu Dibenahi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Kalemdiklat Polri Beri Penghargaan kepada Kapolres Ngada, Dedikasi Tangani Pascagempa Flores Jadi Sorotan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kemarau Panjang Buka Jejak Kampung yang Tenggelam di WGM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Pilih Kepala BPGMN, Sosoknya Terungkap

Berita Terbaru