Palangka Raya, Metrosiar – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sabaru, Kota Palangka Raya, Sabtu (17/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan maksimal sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kalteng. Di lokasi, personel gabungan terus melakukan pembasahan intensif dan pendinginan lahan. Meski api di permukaan telah dipadamkan, kepulan asap tebal masih terlihat keluar dari dalam tanah gambut.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah berpotensi kembali menyala. Jika tertiup angin, asapnya juga dapat menyebar hingga menyelimuti Kota Palangka Raya.
“Saat ini saya berada di lokasi Desa Sabaru di mana tempat ini pernah terjadi kebakaran dan kawasan ini sudah dilakukan pemadaman. Memang beberapa hari lalu di Palangka Raya terjadi hujan tetapi untuk lokasi ini tidak ada hujan,” ujar Kapolda.
Irjen Pol Iwan menegaskan, personel di lapangan masih melakukan pembasahan dan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan titik-titik api yang berada di bawah tanah benar-benar padam.
“Oleh sebab itu saat ini anggota sedang melaksanakan pembasahan dan bisa kita lihat masih banyak api-api yang ada di bawah tanah dan juga asap banyak yang mengepul ke atas. Apabila ini tertiup angin, ini bisa mengakibatkan kepulan asap sampai ke Kota Palangka Raya,” tegasnya.
Pasukan tambahan dikerahkan ke Tanjung Puting
Selain menangani karhutla di Palangka Raya, Polda Kalteng juga memperkuat upaya pemadaman di wilayah rawan lainnya, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Kehutanan serta hasil koordinasi pembagian tugas di jajaran Polda Kalteng.
Kapolda menjelaskan, sebelumnya sebanyak 55 personel gabungan telah berada di lokasi. Untuk memperkuat penanganan, Polda Kalteng menambah 32 personel Brimob yang diperbantukan (BKO) dari Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Di sana sebelumnya sudah ada 55 personel gabungan. Kemudian hari ini saya lakukan penambahan kekuatan dari personel Brimob BKO dari Polda NTB sebanyak 32 personel dan nanti akan bergabung di sana untuk melakukan pemadaman,” jelasnya.
Krisis air jadi kendala pemadaman
Di tengah upaya pemadaman, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi petugas di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Berdasarkan laporan Kapolres Kotawaringin Barat, pengeboran hingga kedalaman 20 meter belum berhasil menemukan sumber air bersih. Air yang keluar justru masih berupa lumpur sehingga petugas harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pemadaman.
“Sudah dilakukan pengeboran sampai 20 meter, yang keluar bukan air tetapi masih berbentuk lumpur. Oleh sebab itu penanganannya terpaksa harus mengambil air dari sungai dan dilakukan estafet sampai ke titik api,” ungkapnya.
Polda Kalteng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penanganan karhutla melalui koordinasi lintas instansi dan pelibatan masyarakat. Sinergi tersebut melibatkan Satgas Karhutla, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
“Dengan sinergi bersama Satgas Karhutla, TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat, Polda Kalteng berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pemadaman dan pencegahan Karhutla di seluruh wilayah rawan di Kalimantan Tengah,” tutup Kapolda.
Upaya pembasahan, pendinginan, penambahan personel, dan pemenuhan kebutuhan air diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah meluasnya dampak karhutla di Kalimantan Tengah.










