Kenali Shampoo Non-SLS: Pilihan Lebih Lembut untuk Rambut dan Kulit Kepala

Avatar photo

Kamis, 14 Agustus 2025 - 21:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi – SLS merupakan bahan kimia dalam produk perawatan diri yang diduga memiliki efek negatif. (Unsplash/andrzejgdula)

Foto Ilustrasi – SLS merupakan bahan kimia dalam produk perawatan diri yang diduga memiliki efek negatif. (Unsplash/andrzejgdula)

Metrosiar – Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat rambut dengan lembut semakin meningkat.

Banyak orang kini mulai beralih ke shampoo non-SLS atau tanpa Sodium Lauryl Sulfate, demi menjaga kesehatan rambut sekaligus menghindari potensi iritasi pada kulit kepala.

Apa itu SLS?

SLS adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai surfactant dalam berbagai produk perawatan pribadi dan pembersih rumah tangga. Perannya antara lain:

  • Membuat busa melimpah
  • Mengangkat minyak dan kotoran
  • Membantu mencampur bahan-bahan dalam formula produk.

Tak heran, SLS kerap ditemukan dalam sabun mandi, pembersih wajah, pasta gigi, deterjen, hingga shampoo.

Baca juga:  Peringati Hari Bidan Nasional 2025, Pemerhati: Perlu Dorongan Nyata untuk Kesejahteraan Bidan

Risiko Penggunaan SLS Berlebihan

Meski tergolong aman dalam kadar tertentu, penggunaan SLS berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Pada kulit sensitif, SLS bisa memicu iritasi seperti:

  • Kemerahan
  • Rasa gatal
  • Kulit kering dan mengelupas.

Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan agar produk dengan kandungan SLS tidak terlalu lama menempel di kulit serta selalu dibilas hingga bersih.

Alternatif Shampoo Non-SLS yang Lebih Aman

Bagi pemilik kulit kepala sensitif, shampoo non-SLS menjadi pilihan yang lebih aman dan lembut. Beberapa rekomendasi produk di pasaran antara lain:

  1. Natur Natural Extract Shampoo
  2. Herborist Shampoo Zaitun
  3. Wardah Hairfall Treatment Shampoo
  4. Mustika Ratu Shampoo Bayam
Baca juga:  Pemdes Kemiri dan UPTD Puskesmas Kemiri Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Melalui Program Kesehatan Terpadu

Harga shampoo tanpa SLS ini relatif terjangkau, berkisar Rp22.000–Rp30.000 per botol.

Pentingnya Memahami Kandungan Shampoo

Dengan mengetahui fungsi dan potensi efek samping SLS, konsumen dapat lebih bijak dalam memilih produk perawatan rambut.

Memilih shampoo sesuai kebutuhan tidak hanya menjaga kesehatan rambut, tetapi juga membantu mempertahankan kelembutan dan kenyamanan kulit kepala.*

Editor : Frans Dhena

Sumber Berita: Metrosiar

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apresiasi Ibu Lulus ASI Eksklusif, Dinkes Kab. Tangerang Gelar Wisuda ASI 2026 demi Cegah Stunting
Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru
Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.
Nanik S. Deyang Mundur dari Kepala BGN, Bocorkan Calon Penggantinya: “Adik Saya”
Posbindu Mandiri RW 05 Kuta Baru Hadirkan Cek Kesehatan Gratis, Warga Antusias
Satu Pesan Suara Seribu Lelah, Detik-detik Dokter Myta Aprilia Menyerah pada Keadaan
Berita ini 35 kali dibaca
Shampoo non-SLS lebih lembut untuk rambut dan kulit kepala, mengurangi risiko iritasi, cocok bagi pemilik kulit sensitif.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Apresiasi Ibu Lulus ASI Eksklusif, Dinkes Kab. Tangerang Gelar Wisuda ASI 2026 demi Cegah Stunting

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Rumah Zakat Tangerang Salurkan 100 Paket Makan Fidyah dan Buka Layanan Kesehatan di Khitanan Massal PKK RW 05 Kutabaru

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:30 WIB

Pelayanan Puskesmas Kutabumi Diapresiasi Warga.

Berita Terbaru

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pandangannya mengenai empat Raperda inisiatif DPRD Provinsi Banten dalam Rapat Paripurna di Serang, Selasa (11/08/2026).

Politik & Pemerintahan

Gubernur Banten Andra Soni Setujui Pembahasan 4 Raperda Inisiatif DPRD

Rabu, 12 Agu 2026 - 14:46 WIB