Metrosiar – Kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat rambut dengan lembut semakin meningkat.
Banyak orang kini mulai beralih ke shampoo non-SLS atau tanpa Sodium Lauryl Sulfate, demi menjaga kesehatan rambut sekaligus menghindari potensi iritasi pada kulit kepala.
Apa itu SLS?
SLS adalah senyawa kimia yang sering digunakan sebagai surfactant dalam berbagai produk perawatan pribadi dan pembersih rumah tangga. Perannya antara lain:
- Membuat busa melimpah
- Mengangkat minyak dan kotoran
- Membantu mencampur bahan-bahan dalam formula produk.
Tak heran, SLS kerap ditemukan dalam sabun mandi, pembersih wajah, pasta gigi, deterjen, hingga shampoo.
Risiko Penggunaan SLS Berlebihan
Meski tergolong aman dalam kadar tertentu, penggunaan SLS berlebihan dapat menimbulkan efek samping. Pada kulit sensitif, SLS bisa memicu iritasi seperti:
- Kemerahan
- Rasa gatal
- Kulit kering dan mengelupas.
Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan agar produk dengan kandungan SLS tidak terlalu lama menempel di kulit serta selalu dibilas hingga bersih.
Alternatif Shampoo Non-SLS yang Lebih Aman
Bagi pemilik kulit kepala sensitif, shampoo non-SLS menjadi pilihan yang lebih aman dan lembut. Beberapa rekomendasi produk di pasaran antara lain:
- Natur Natural Extract Shampoo
- Herborist Shampoo Zaitun
- Wardah Hairfall Treatment Shampoo
- Mustika Ratu Shampoo Bayam
Harga shampoo tanpa SLS ini relatif terjangkau, berkisar Rp22.000–Rp30.000 per botol.
Pentingnya Memahami Kandungan Shampoo
Dengan mengetahui fungsi dan potensi efek samping SLS, konsumen dapat lebih bijak dalam memilih produk perawatan rambut.
Memilih shampoo sesuai kebutuhan tidak hanya menjaga kesehatan rambut, tetapi juga membantu mempertahankan kelembutan dan kenyamanan kulit kepala.*
Editor : Frans Dhena
Sumber Berita: Metrosiar









