Tarif Trump Picu Permintaan Safe Haven, Emas Sentuh Rekor Tertinggi di Awal Bulan April 2025

Avatar photo

Selasa, 8 April 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Presiden AS Donald Trump (Sumber: Rebecca Noble/Getty Images)

Potret Presiden AS Donald Trump (Sumber: Rebecca Noble/Getty Images)

 

Metrosiar – Harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin (3/2/2025), didorong oleh arus modal ke aset safe haven setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada, China, dan Meksiko meningkatkan kekhawatiran inflasi serta perlambatan ekonomi global.

Melansir Reuters, Selasa (4/2/2025), harga emas di pasar spot menguat 0,8% ke 2.818,99 dolar AS per troy ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi 2.830,49 dolar AS.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS ditutup menguat 0,8% ke 2.857,10 dolar AS. Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures David Meger mengatakan kendati dolar AS yang kuat biasanya membebani harga emas, permintaan aset lindung nilai terus mendorong harga logam mulia ini di tengah ketidakpastian pasar akibat kebijakan tarif Trump.

Sebelumnya, Trump resmi memberlakukan tarif 25% terhadap impor dari Kanada dan Meksiko mulai Selasa, serta tarif 10% untuk produk dari China.

Baca juga:  Strategi Unik Neon Membawa ‘Anora’ Meraih Kemenangan Oscar Kedua dalam Lima Tahun

Kebijakan ini memicu kekhawatiran perang dagang yang berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mendorong inflasi lebih tinggi.

Sebagai respons, Kanada dan Meksiko mengumumkan kebijakan balasan, sementara China berencana mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan menyiapkan langkah tandingan yang belum diungkapkan.

Meski demikian, Trump kemudian mengumumkan penundaan tarif terhadap Meksiko selama satu bulan. Trump juga disebut menunda tarif terhadap Kanada.

Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek mengatakan pasar masih belum sepenuhnya yakin seberapa besar dampak perang dagang ini.

“Jika ketegangan ini berlangsung lebih lama, harga emas berpotensi melonjak lebih tinggi,” jelasnya.

Sebagai aset safe haven, emas kerap menjadi pilihan utama investor dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

J.P. Morgan memperkirakan bahwa tekanan dari pasar saham yang melemah bisa menjadi hambatan bagi emas dalam jangka pendek, namun kebijakan tarif yang mengganggu stabilitas perdagangan global berpotensi menjadi faktor pendorong harga emas dalam jangka menengah.

Baca juga:  Tradisi Korps Kodim Tigaraksa: Sambut Prajurit Baru, Lepas yang Bertugas dan Purna Tugas

Investor kini mencermati rilis data ketenagakerjaan AS pekan ini, termasuk laporan pembukaan lapangan kerja, laporan ketenagakerjaan ADP, dan laporan ketenagakerjaan resmi pemerintah, yang akan memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ekonomi Negeri Paman Sam ini.

Di sisi lain, bank-bank bullion mulai memindahkan emas dari pusat perdagangan Asia seperti Dubai dan Hong Kong ke AS guna memanfaatkan premi harga emas berjangka yang lebih tinggi dibanding harga emas spot.

Setelah harga emas mencapai rekor puncak tertinggi, saat ini mengalami koreksi selama 4 hari kebelakang, namun antusias masyarakat untuk membeli emas begitu tinggin sampe rela antri beli di butik berjam-jam demi mengamankan aset mereka sebagai pelindung nilai.(*)

Editor : Wodo Ndaya Coya

Sumber Berita: Marketbisnis

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?
MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas
BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?
Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi
Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada
Mahasiswa Global Institut Ajarkan QRIS dan Canva di Desa Gempol Sari
Telepon Misterius Setop Rapat, Tak Lama Purbaya Dicopot dari Menkeu
Mahfuz Sidik Prediksi Perang Dingin Baru AS-Tiongkok dalam 5-15 Tahun
Berita ini 28 kali dibaca
J.P. Morgan memperkirakan bahwa tekanan dari pasar saham yang melemah bisa menjadi hambatan bagi emas dalam jangka pendek, namun kebijakan tarif yang mengganggu stabilitas perdagangan global berpotensi menjadi faktor pendorong harga emas dalam jangka menengah.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Terungkap! Ini Profil Kampus Gibran, MDIS Singapura, Benarkah Kontroversial?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

MDIS Tegaskan Gibran Lulusan Singapura, Tapi Putusan MK Bikin Polemik Makin Panas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:25 WIB

BSU Rp900 Ribu Siap Cair, Kapan Mulai Dicairkan?

Senin, 28 September 2026 - 09:59 WIB

Hari Hak untuk Tahu: Perjalanan Panjang Menuju Keterbukaan Informasi

Selasa, 22 September 2026 - 10:32 WIB

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, WNI Diminta Waspada

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Fotografer dan Penghulu Memanas Usai Akad, Gara-Gara Posisi Mempelai

Selasa, 13 Okt 2026 - 10:49 WIB

Hukum & Kriminal

Dadang Hartanto Naik Bintang Tiga, Kini Pimpin Polda Metro Jaya

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:24 WIB