Metrosiar – DPR AS yang dikuasai oleh Partai Republik memulai langkah-langkah untuk mengutuk Perwakilan Al Green pada hari Rabu, setelah insiden saat dia berteriak kepada Presiden Donald Trump selama pidatonya.
Al Green, seorang anggota DPR dari Texas yang telah lama menyerukan pemakzulan Trump, kini menghadapi kemungkinan kecaman formal akibat perilakunya yang mengganggu selama pidato tersebut.
Pada Selasa malam, Green, yang telah menjabat selama 20 tahun, menentang Presiden Trump dengan berteriak dan melambaikan tongkatnya di ruang sidang.
Meskipun suaranya tidak terdengar jelas karena dicemooh oleh anggota Partai Republik, Green menjelaskan bahwa pesan yang disampaikannya adalah kritik terhadap pemotongan dana Medicaid oleh Trump, yang ia anggap tidak sah. Tindakan tersebut membuat Green dikeluarkan oleh staf kamar yang bertugas menjaga ketertiban.
Perwakilan Dan Newhouse Memperkenalkan Resolusi Kecaman
Sebagai respons terhadap insiden tersebut, Perwakilan Dan Newhouse, seorang Republikan moderat dari Washington, mengusulkan sebuah resolusi untuk mengecam perilaku Green yang dianggap tidak pantas.
Pemungutan suara untuk kecaman ini dijadwalkan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang, dan Green akan diminta hadir di lantai sidang.
Kecaman yang akan diterima oleh Green adalah bentuk teguran simbolis tanpa sanksi atau denda lain. Meski dahulu jarang terjadi, dalam empat tahun terakhir, empat anggota DPR lainnya juga telah menerima kecaman terkait perilaku mereka, seperti unggahan media sosial yang tidak pantas atau tindakan yang mengganggu proses sidang.
Perbandingan dengan Insiden Serupa pada 2009
Pada tahun 2009, Perwakilan Joe Wilson dari Partai Republik juga menghadapi bentuk hukuman yang lebih ringan, berupa resolusi ketidaksetujuan, setelah berteriak “Anda berbohong!” kepada Presiden Barack Obama.
Sementara itu, perilaku berteriak di ruang sidang kini sudah menjadi pemandangan yang lebih umum, dengan banyak anggota Partai Republik bersorak dan anggota Partai Demokrat mengungkapkan ketidaksetujuan mereka melalui seruan dan tanda-tanda protes.
Protes Partai Demokrat Terhadap Pidato Trump
Di tengah kekacauan ini, para pemimpin Demokrat tetap mendesak kesopanan dalam sidang, dan bahkan menunjuk Senator Jeff Merkley dari Oregon untuk memberikan pidato bantahan secara resmi. Sebagai bentuk protes terhadap pidato Trump, Merkley mengangkat bendera Ukraina untuk menunjukkan solidaritas terhadap negara tersebut dalam menghadapi perang dengan Rusia.(*)









