Palu Jadi Pionir Startup Sampah, KLH-BPLH Ajak Pemuda Kembangkan Ekonomi Sirkular

Avatar photo

Jumat, 19 September 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLH-BPLH dorong startup persampahan di Palu dengan libatkan generasi muda, wujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan inovatif. (Foto: Kemenlh.go.id)

KLH-BPLH dorong startup persampahan di Palu dengan libatkan generasi muda, wujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan inovatif. (Foto: Kemenlh.go.id)

Metrosiar – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong lahirnya startup pengelolaan sampah di Kota Palu dengan menggandeng generasi muda.

Langkah ini menjadi bagian strategi menjadikan sampah bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan peluang usaha berkelanjutan yang mampu menjaga daya saing sekaligus memperkuat prestasi Palu sebagai peraih Adipura 2024.

“Pemuda bisa membangun startup dan bisnis persampahan. Persoalannya kini tidak cukup teknis, tapi butuh inovasi kebijakan berbasis prinsip polluter pay,” ujar Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan KLH/BPLH, Erik Teguh Primiantoro, saat kunjungan kerja di Sulawesi Tengah pada 17–18 September 2025.

Sulawesi Tengah saat ini menghasilkan sekitar 1.659 ton sampah setiap hari, namun sebagian besar daerah masih mengelola kurang dari 5%.

Baca juga:  Agnez Mo Tanggapi Tuduhan Ahmad Dhani Soal Masalah Royalti Lagu, Kecewa Fakta Diputarbalikkan

Situasi tersebut menuntut perubahan pendekatan agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tidak lagi menjadi lokasi penumpukan utama, melainkan hanya menampung sampah residu.

KLH-BPLH menargetkan pengelolaan minimal 51,2% sampah sesuai RPJMN 2025, dengan capaian penuh pada 2029.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, menyambut baik dukungan pemerintah pusat.

“Kami ingin anak-anak muda tidak hanya jadi penggerak, tapi juga pelaku usaha yang mengubah sampah menjadi peluang,” ungkapnya.

Menurut KLH-BPLH, langkah ini dapat mempercepat transformasi Palu menjadi kota percontohan inovasi persampahan di Indonesia.

Selain itu, KLH-BPLH menegaskan penerapan konsep Extended Producer Responsibility (EPR), di mana produsen diwajibkan turut menanggung biaya pengelolaan sampah produk mereka.

Baca juga:  Apple Umumkan iPhone 17 Series, Indonesia Masih Harus Bersabar

Skema ini diharapkan membuka akses pembiayaan yang lebih bankable bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Program ini akan membantu masyarakat mengajukan proposal usaha yang layak, hingga mampu mengelola pembiayaan dengan baik,” tambah Erik.

Dalam kunjungan ke Palu, tim KLH-BPLH juga menyambangi Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palu Selatan, untuk memperlihatkan keterhubungan antara program persampahan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan koperasi lokal.

Dengan sinergi tersebut, Palu diproyeksikan menjadi pionir kota inovatif dalam pengelolaan sampah.

Inisiatif ini tidak hanya memperkuat budaya kewirausahaan pemuda, tetapi juga membangun ekosistem persampahan yang berkelanjutan, sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) dan visi Asta Cita Presiden.*

Editor : Nedu Wodo Mezhe

Sumber Berita: kemenlh.go.id

Follow WhatsApp Channel metrosiar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi
Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis
Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven
Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia
KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat
Obor Mas Jangan Hanya Besar, Tapi Harus Terus Bertumbuh! Bupati Ngada Ajak Anggota Bersatu dan Berani Bermimpi Lebih Tinggi
Danantara Garap Eksportir Tunggal, Fauzan Fadel ingatkan Negara Harus Jadi Mitra Strategis, Bukan Monopoli
Pasar Sentral Sudu: Ikon Masyarakat yang Kini Tampak Kumuh dan Semrawut
Berita ini 36 kali dibaca
KLH/BPLH mendorong lahirnya startup persampahan di Palu dengan melibatkan generasi muda sebagai motor inovasi. Program ini menargetkan pengelolaan sampah berkelanjutan, penerapan prinsip polluter pay, serta konsep Extended Producer Responsibility (EPR) agar Palu menjadi kota percontohan inovasi persampahan dan wirausaha hijau.

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Bangun Industri Kosmetik Berkualitas, PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Utamakan Kepercayaan dan Inovasi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Indo Beauty Expo 2026 Jadi Langkah Strategis PT Pillars Cosmetiklon Indonesia Perluas Kemitraan Bisnis

Senin, 15 Juni 2026 - 12:37 WIB

Damai AS-Iran Bikin Harga Emas Melejit, Investor Serbu Aset Safe Haven

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:00 WIB

Partai Gelora Dorong Percepatan Energi Nuklir, Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Energi Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:03 WIB

KUR Obor Mas Mengalir Lebih dari Rp1 Miliar di Bajawa! Bupati Ngada Bergabung Jadi Anggota, Sinergi dengan Koperasi Merah Putih Kian Menguat

Berita Terbaru

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pandangannya mengenai empat Raperda inisiatif DPRD Provinsi Banten dalam Rapat Paripurna di Serang, Selasa (11/08/2026).

Politik & Pemerintahan

Gubernur Banten Andra Soni Setujui Pembahasan 4 Raperda Inisiatif DPRD

Rabu, 12 Agu 2026 - 14:46 WIB